Showing posts with label Drink. Show all posts
Showing posts with label Drink. Show all posts
Monday, July 7, 2014
HOMEMADE CHOCOLATE POPSICLES (CHOCOLATE ICE CREAM POPS)
Posting yang segar-segar lagi aahhh... Di Korea sedang summer, tentunya ice cream, bingsu (es serut khas Korea), ice coffee, ice soda dan berbagai yang segar-segar lainnya seliweran dimana-mana. Godaan mata untuk Muslim yang sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan yang bertepatan dengan summer ini, hehehee... Tapi tetap semangat donk puasanya ^_^
Sebenarnya sudah sering membuat ice cream pops atau popsicle ini, mulai dari hanya cuma membekukan juice buah saja, atau membekukan yogurt dan susu coklat saja, yang penting dicetaknya di cetakan popsicles, jadi deh ^^ . Tapi paling suka membuat chocolate ice cream pops ini, karena ketika digigit lembut dan lumer di mulut. Seperti layaknya ice cream pops yang dibeli di toko.
Ide awal resep yang saya buat untuk ice cream pops ini teringat seorang teman ibu saya yang dulu berjualan es mambo berbagai varian, beliau jika membuat adonan ice mambonya selalu adonannya dimasak dan kemudian sedikit dikentalkan dengan maizena. Kata beliau tujuannya agar hasil ice mambonya empuk saat digigit dan es mambonya tidak keras seperti es batu. Kalau tidak salah, beliau hanya membuat pengecualian untuk es mambo yang jenis es teh. Saya sendiri tentunya tidak pernah tau resep beliau seperti apa persisnya dulu.
Ini resep yang saya buat, cukup sederhana caranya dan bahan-bahannya pun mudah didapat. Ice cream yang dihasilkan kokoh untuk dijadikan ice cream pops menggunakan stick, tetapi tetap lembut dan empuk saat digigit dan lumer di mulut. Stick ice cream-nya juga bisa diganti menggunakan ice cream stick yang dari kayu, bisa dibeli di toko bahan kue atau perkakas rumah tangga. Bila menggunakan ice cream stick dari kayu, biarkan adonan ice cream sedikit membeku dahulu (setelah disimpan di freezer sekitar 1 jam) baru ditusukkan stick kayunya dan lanjutkan proses pembekuan.
CHOCOLATE POPSICLES (CHOCOLATE ICE CREAM POPS)
Oleh: Ricke Indriani
Bahan:
750 ml susu cair
150 gram gula pasir
25 gram coklat bubuk (cocoa powder)
75 gram dark chocolate, cincang kecil-kecil
20 gram maizena
1 sdt vanilla
Cara membuat:
1. Lelehkan dark chocolate yang telah dicincang dengan cara di-tim di atas air panas. Aduk hingga licin. Sisihkan.
2. Larutkan maizena dengan 50 ml susu cair (diambil dari 750 ml susu cair dalam resep). Aduk rata. Sisihkan.
3. Campur susu cair, gula pasir dan coklat bubuk. Aduk rata. Panaskan di atas api kecil sambil diaduk-aduk sampai gula dan coklat bubuk larut. Angkat dan saring.
4. Masukkan dark chocolate leleh ke dalam larutan susu coklat tadi. Aduk rata. Panaskan kembali di atas api kecil, masukkan larutan maizena. Masak sambil diaduk-aduk hingga mengental dan mendidih. Masukkan vanilla, aduk rata. Angkat dan biarkan sejenak.
5. Siapkan cetakan popsicles, isi dengan adonan ice cream dan pasang bagian stick-nya (bawaan dari cetakan). Bila menggunakan ice cream stick kayu, masukkan dahulu ke dalam freezer sampai sedikit membeku (sekitar 1 jam) baru tusukkan stick kayu dan lanjutkan proses pembekuan.
6. Bekukan ice cream selama minimal 5-6 jam (tergantung kondisi suhu freezer kulkas masing-masing). Ice cream pops siap dinikmati.
7. Untuk mengeluarkan ice cream dari cetakan, rendam cetakan dalam wadah/baskom berisi air hangat. Biarkan beberapa saat saja, kemudian cabut ice cream dengan menarik stick-nya. Ice cream yang telah dicabut semua dari cetakan bisa diletakkan dalam wadah tertutup (atau di zipper bag) dan kembali disimpan di freezer. Jadi saat akan menyantapnya tidak perlu repot mencabutnya dari cetakan.
Untuk lapisan chocolate shell-nya, saya menggunakan white chocolate (biar kontras saja gitu). Coklatnya saya lelehkan dengan cara di-tim dengan ditambah sedikit minyak sayur (vegetable oil). Setelah leleh masukkan ke dalam gelas dan biarkan sampai agak hangat (jangan celupkan ice cream dalam keadaan coklat masih panas). Setelah ice cream beku kemudian dicelupkan ke coklat leleh, bisa diberi tambahan topping sesuai selera (kacang tanah cincang, almond, sprinkle sugar, dll). Bisa juga ice cream popsnya dibiarkan polos saja tanpa balutan apa-apa lagi, sudah enak kok ^^
Note:
- Untuk mengeluarkan ice cream dari cetakan, rendam cetakan dalam wadah/baskom berisi air hangat. Biarkan beberapa saat saja, kemudian cabut ice cream dengan menarik stick-nya. Ice cream yang telah dicabut semua dari cetakan bisa diletakkan dalam wadah tertutup (atau di zipper bag) dan kembali disimpan di freezer. Jadi saat akan menyantapnya tidak perlu repot mencabutnya dari cetakan.
- Untuk membuat chocolate popsicles dengan sensasi mint, saya biasanya menambahkan daun mint segar yang saya blender halus dengan sedikit susu cair. Kemudian ditambahkan ketika adonan sudah dimasak hingga mengetal dan akan diangkat. Aduk rata.
Selamat mencoba ^_^
Tuesday, June 10, 2014
SPRING, IT'S TIME FOR DANDELION! : DANDELION SORBET
Sudah lama tidak update blog ini, huffff... tiup-tiup debu yang hinggap karena lama tidak disinggahi oleh tuan rumah, hehee... Baking dan cooking tetap jalan, memotret pun masih, tapi harus cari waktu untuk menulis postingan di blog. Bukan sok sibuk ya, tapi alhamdulillah ada saja kegiatan yang dikerjakan baik sendiri, bersama keluarga, maupun teman ^_^
Okay, kali ini saya akan posting tentang Dandelion. Sebuah cerita sederhana yang akan menjadi bagian dari penggalan kisah kehidupan kami di perantauan. Menemukan pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat. Dan sebenarnya ini postingan telat, karena sekarang sudah menjelang musim panas dan suhu sudah mulai naik. Kegiatan berburu si bunga kuning ini kami lakukan di pertengahan musim semi, itu pun agak telat dan bunganya dapat tidak terlalu banyak. Si kuning ini sudah banyak yang berubah menjadi seedball, tentu Nadhifa yang senang karena dia bisa sepuasnya meniup Dandelion seedball ini. Iya, Nadhifa hobby sekali meniup Dandelion seedball, entah di jalan, di taman, dimana saja kalau lihat ada Dandelion seedball pasti minta dipetik dan ditiup. Sudah dari sejak awal musim semi berniat untuk berburu si bunga kuning ini saat pertengahan musim semi, tapi ada saja hal yang membuat kami urung melakukannya (hujan, ada acara atau kegiatan lain, dll). Saat awal musim semi, Dandelion ini baru tumbuh daun-daun mudanya setelah musim dingin yang membeku di Korea, saya sempat berburu daun mudanya untuk diolah menjadi masakan. Iya, Dandelion memang termasuk tanaman herbal yang mulai dari akar, daun sampai bunganya edible alias bisa dikonsumsi dan menurut penelitian banyak mengandung zat-zat aktif yang baik untuk kesehatan tubuh.
Dandelion (taraxacum officinale) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di lahan-lahan terbuka yang cukup terkena cahaya matahari dan bersanding dengan rerumputan. Dandelion dalam bahasa Korea disebut Mindeulle (민들레), memiliki bunga berwarna kuning hingga agak oranye, daunnya berbentuk seperti gigi-gigi taring yang runcing dan nama Dandelion sendiri katanya berasal dari bahasa Perancis 'Dente de Lyon' (gigi singa) dikarenakan bentuk daunnya yang menyerupai jejeran taring seperti gigi singa.
Jika sudah menua, bunga dandelion akan berubah menjadi 'seed ball' atau 'blow ball' yang menyerupai bola dengan benang-benang halus yang mudah terbang tertiup angin. Seed ball atau blow ball ini yang disukai oleh Nadhifa karena dia bisa meniupnya lalu berterbanganlah benang-benang halus yang membawa biji dandelion. Biji-biji yang terbang tertiup angin itu kemudian pada akhirnya akan jatuh kembali ke tanah dan nanti akan tumbuh kembali menjadi tanaman Dandelion baru. Banyak juga orang yang tidak menyukai kehadiran Dandelion ini di halaman atau kebun mereka dan akan langsung membabatnya.
Saya sendiri baru tahu, jika tanaman Dandelion ini termasuk tanaman liar yang edible atau bisa dikonsumsi. Tidak tanggung-tanggung, ternyata mulai dari akarnya (akarnya seperti ada bagian berumbi kecil memanjang), daunnya, hingga bunganya semuanya bisa dimanfaatkan. Selain edible, Dandelion juga memiliki khasiat herbal (medicinal properties) baik akar, daun, maupun bunganya serta kaya nutrisi. Di antara khasiat yang informasinya diperoleh dari berbagai sumber adalah sebagai antioksidan, pereda penyakit pencernaan, detoksifikasi racun dalam tubuh, bersifat diuretik, membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sistem imun tubuh, anti inflamasi, dan masih banyak lagi. Saat mencari bunga ini, hampir selalu kami 'bersaing' dengan lebah-lebah kecil yang hinggap pada bunga Dandelion untuk menghisap nektar bunga sebagai sumber madu. Iya, lebah madu memang sangat menyukai si kuning ini. Subhanallah Allah Yang Maha Menciptakan segala sesuatu.
Daun Dandelion muda biasanya dibuat salad baik mentah maupun direbus terlebih dahulu, rasanya agak pahit memang seperti daun pepaya tapi lebih 'mild', sebaiknya memetik daun Dandelion pada saat awal musim semi dimana daunnya baru saja tumbuh karena rasa pahitnya lebih mild dibanding saat sudah masuk musim panas. Bunganya bisa dibuat aneka olahan dari mulai Dandelion fritters (Dandelion goreng tepung), Dandelion jelly, Dandelion jam (selai Dandelion), Dandelion syrup, Dandelion lemonade, Dandelion tea, Dandelion sorbet, dll. Sedangkan akarnya menurut beberapa sumber bisa dijadikan minuman herbal. Saya sendiri baru pernah mengkonsumsi daun dan bunganya saja. Petiklah Dandelion yang berada di tempat yang tidak terpapar pestisida dan polusi. Petik daunnya pada saat awal musim semi dimana Dandelion baru saja tumbuh.
Hasil buruan Dandelion kami tidak terlalu banyak tapi alhamdulillah cukup untuk diolah menjadi sesuatu. Karena cuaca sudah mulai menghangat, rasanya saya ingin mencoba membuat sesuatu yang segar dari si kuning ini dan akhirnya pilihan jatuh ke Dandelion sorbet. Sorbet adalah semacam ice cream tetapi dibuat dengan tidak mengandung unsur dairy atau susu, biasanya dibuat dari sari buah/juice atau puree buah. Tadinya Nadhifa ingin Dandelionnya ada yang dibuat menjadi Dandelion fritters alias Dandelion goreng tepung karena dia pernah melihat di sebuah blog ada Dandelion fritters. Tapi hasil Dandelion-nya hanya cukup untuk membuat satu macam olahan saja. Resep Dandelion sorbet saya adaptasi dari blog ini. Thanks for sharing.
DANDELION SORBET
Bahan:
Bunga Dandelion (saya pakai sejumlah yang saya dapat, 3 jar)
Gula pasir 200 gram
Air 750 gram
Air jeruk lemon 3 sendok makan (saya pakai air jeruk sunkist karena itu yang sedang ada di rumah)
Nangka kalengan, dipotong kecil-kecil (optional, iseng saya masukkan, hehee...)
Cara membuat:
1. Setelah selesai memetik Dandelion, sebaiknya langsung diolah untuk mendapatkan kandungan yang masih fresh. Cuci bunga Dandelion di air mengalir, lalu buang bagian batang dan bagian daun kelopak bunga yang berwarna hijau. Ambil bagian mahkota bunga yang berwarna kuning saja.
2. campur air dan gula pasir. Masak di atas api hingga mendidih dan gula larut. Matikan api. Panas-panas langsung masukkan bunga Dandelion. Dan diamkan di dalam kulkas selama minimal 1 jam (saya diamkan selama sekitar 3 jam), ini bertujuan untuk mengeluarkan sari-sari dan mengekstrak zat-zat yang ada dalam bunga.
3. Saring syrup Dandelion. Masukkan ke dalam wadah dan tutup rapat. Simpan dalam freezer sampai setengah membeku (sudah beku tapi belum terlalu keras). Keluarkan, keruk-keruk dengan sendok. Lalu haluskan dengan blender. Masukkan nangka (atau buah lain bila pakai) atau biarkan tanpa diberi tambahan. Aduk rata. Masukkan kembali ke dalam wadah dan tutup rapat. Simpan kembali di dalam freezer hingga membeku.
4. Bila sudah membeku sekali/mengeras, saat akan disajikan bisa didiamkan dahulu di suhu ruang atau kulkas bawah (chiller) agar lebih mudah di-scoop.
Hasil syrup yang dihasilkan maupun sorbet menurut lidah saya sebenarnya tidak ada rasa yang terlalu mencolok atau khas, tetapi ada citarasa atau aroma samar seperti citarasa madu. Memang bunga Dandelion ini seringkali diolah menjadi teh, syrup, jelly, selai/jam, lemonade, sorbet, dll adalah untuk memperoleh khasiat dari zat-zat yang dikandungnya dengan rasa yang enak dan bersahabat. Sedangkan daun dan akarnya yang juga mempunyai khasiat herbal rasanya agak pahit.
"Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?" (QS. Al An'am: 95)
Tuesday, August 23, 2011
ES GOYOBOD
Ini hidangan pembuka saat ifthor yang saya buat beberapa hari yang lalu.
Es goyobod, namanya 'sunpis' alias sunda pisan, hehee...
Buat yang orang Sunda, terutama yang tinggal di daerah Bandung, Garut dan sekitarnya tentu tidak asing lagi dengan minuman segar yang satu ini.
Goyobod sendiri adalah sebutan untuk pudding hunkwe atau pudding aci/sagu yang digunakan sebagai bahan utama dari es ini.
Klo resep kuno katanya menggunakan pudding dari tepung aci/sagu/kanji, tapi sekarang lebih banyak dibuat dari hunkwe.
Variasi es goyobod ini macam-macam. Ada yang menggunakan air gula putih, air gula aren, atau sirup merah. Isian pelengkapnya pun macam-macam, ada yang hanya dipadukan dengan kelapa muda saja, ada yang diberi alpukat, pacar cina, nangka, roti tawar, dll.
Tapi yang sama ya tentu memakai goyobodnya itu sendiri, yaitu pudding hunkwe atau pudding aci yang dipotong-potong kotak.
Yang saya buat versi sederhananya saja, hanya memakai kelapa muda. Air gula saya ganti dengan sirup merah cocopandan.
Es Goyobod
by Ricke Bunda Nadhifa
Bahan goyobod:
100 gram tepung hunkwe
600 ml santan encer
3 sdm gula pasir (biar gak hambar aja rasanya)
1 sdt pasta pandan
1/2 sdt garam
Bahan kuah:
200 ml santan sedang
1 lembar daun pandan, sobek-sobek
1/4 sdt garam
Pelengkap:
Kelapa muda, keruk memanjang dagingnya
Es batu, hancurkan
Sirup merah cocopandan
Susu kental manis
Cara membuat:
1. Goyobod: Larutkan tepung hunkwe dengan 200 ml santan. Sisihkan. Panaskan sisa santan yg 400 ml bersama gula pasir, pasta pandan dan garam sambil diaduk-adk hingga mendidih pertama kali. Kecilkan api, masukkan larutan hunkwe, aduk-aduk dengan cepat hingga mengental dan meletup-letup Jaga jangan sampai bergerindil. Matikan api. Masukkan ke dalam loyang/wadah. Bekukan. Potong-potong kotak.
2. Kuah: Masak santan, daun pandan dan garam hingga mendidih. Dinginkan.
3. Penyajian: Tata dalam gelas saji pudding hunkwe (goyobod) dan kelapa muda. Beri es batu secukupnya. Beri santan, sirup merah cocopandan dan susu kental manis sesuai selera. Sajikan.
Mohon maaf fotonya buram, soalnya ini motretnya sudah menjelang magrib jadi udah gak ada cahaya mataharinya.
Selamat mencoba :)
Wednesday, September 8, 2010
ES JELLY CERIA ^_^

Kenapa dinamain ceria?? Karena warna warninya ceria. Karena dibikinnya juga dengan ceria. Karena gampang jadi bikin ceria. Halah! Maksa deh alasannya ^o^
Asli ini adalah es yg gampang banget deh bikinnya. Selalu bikin es ini kalo lagi males bikin yang ribet, heheheee... Bahannya dari jelly instant (Nutrijell) dengan rasa terserah Anda sesuai selera aja deh. Ini aku tadi bikin pake yang warna orange rasa mangga.
Bahan:
1 bungkus jelly instant (Nutrijell), rasa sesuai selera
500 ml air (di kemasan tertulis 700 ml air, tapi biar jellynya lebih kokoh aku kurangi jadi 500 ml aja)
120 gram gula pasir
Sirup leci, campur dengan air sesuai instruksi pada kemasan
Jelly mutiara siap pakai
Biji selasih siap pakai (aku pakai yang kering, direndam dulu sebentar dalam air)
Cara membuat:
1. Campur jelly instant, gula pasir dan air. Didihkan. Angkat. Tuang ke cetakan. Bekukan. Potong-potong atau cetak dg cookies cutter klo mau bentuk yg lucu-lucu (aku tadi dicetak bentuk bunga, tapi ga kelihatan ya di gelasnya, hihihiiii...)
2. Taruh jelly dalam gelas, beri jelly mutiara dan biji selasih. Beri sirup leci dan es batu secukupnya. Siap disajikan. Sluurrrpppp.... ;)
Tuesday, September 7, 2010
ES PISANG IJO

Es pisang ijo ini terkenal sebagai dessert atau jajanan khas kota Daeng Makassar, Sulawesi Selatan. Sebelumnya pernah bikin juga tapi bahan dasar kulitnya dari tepung beras seperti kebanyakan resep yang beredar di internet. Setelah berkonsultasi (caileee...) dengan Bunda Andi Citra Dewi yang sering membuat es pisang ijo ini, ternyata beliau menggunakan tepung terigu, bukan tepung beras. Adonannya pun diberi sedikit mentega (mungkin tujuannya agar adonan cepat kalis dan tidak lengket, juga jadi empuk). Beliau juga bilang untuk sausnya beliau menggunakan tepung custard, wooww special banget pasti rasanya. Tepung custard adalah tepung untuk membuat vla, rasanya enak banget, sering juga dipakai untuk klappertaart. Tapi berhubung sayang untuk membuka kaleng kemasan tepung custard yang belum dipakai, akhirnya saya hanya memakai maizena saja, heheheee... Selain maizena bisa juga pakai tepung beras.
Kemarin sempat ngerumpi dengan Mba Asmara Dewi dan Mba Diah Raki soal es pisang ijo ini. Mba Asmara sudah duluan bikin untuk menu buka puasa dengan kulit versi tepung beras, nah kali ini saya buat dengan versi tepung terigu. Untuk Bunda Citra Dewi, terimakasih atas arahannya ya... Walaupun versi saya ini takarannya hanya berdasarkan feeling saja, karena ga sempat tanya sampai ke takaran bahan ^_^
Bahan pisang ijo:
5 buah pisang raja, kukus, kupas (saya tidak dikukus dulu coz pisangnya sudah matang banget)
125 gram tepung terigu serba guna (protein sedang)
300 ml santan kental (aku pakai Kara 200 ml ditambah air 100 ml)
1/2 sdt air kapur sirih
1/4 sdt garam
2 sdm gula pasir
1 sdt pasta pandan
2 tetes pewarna hijau (optional)
*kalau ada daun suji pewarnanya bisa diskip dan diganti air daun suji yang dicampur air daun pandan
1 sdm mentega
5 lembar plastik bening, belah 2 melebar
Saus/Vla Santan:
400 ml santan kental
1 lembar daun pandan, sobek-sobek
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili bubuk
2 sdm gula pasir (ga pake juga ga apa-apa, jadi vlanya hanya gurih saja)
3 sdm tepung maizena, larutkan dengan 4 sdm air
Pelengkap:
Es batu, hancurkan agak halus
Sirup merah (aslinya pakai sirup merah DHT khas Makassar, tapi saya ga punya jadi pakai sirup cocopandan)
Susu kental manis
Cara membuat:
Pisang ijo:
1. Dalam mangkuk campur santan, air kapur sirih, garam, gula pasir, pasta pandan dan pewarna hijau. Aduk rata. Sisihkan.
2. Tempatkan tepung terigu pada panci, masukkan larutan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dan tidak menggumpal. Kemudian masak di atas api kecil sambil diaduk-aduk, masukkan mentega. Aduk rata hingga mentega larut. Aduk terus hingga adonan licin dan tidak lengket di panci. Angkat. Biarkan agak hangat.
3. Ambil selembar plastik, oles sedikit minyak goreng. Ambil sekitar 3 sendok makan adonan, pipihkan, beri pisang, gulung sambil dipadatkan. Bentuk menyerupai pisang utuh. Bungkus padat dengan plastik.*
Lakukan sampai habis. Kukus selama kurang lebih 20 menit. Angkat. Buka plastiknya. Dinginkan.
Saus/Vla santan:
Campur santan, garam, vanili bubuk, gula pasir dan daun pandan. Masak sambil diaduk-aduk sampai mendidih. Masukkan larutan maizena. Aduk rata hingga mengental dan meletup-letup. Angkat. Dinginkan.
Penyajian:
Taruh pisang ijo dalam piring/mangkuk saji. Potong-potong. Beri es batu yang banyaaaakkkkk... :D
Beri saus/vla santan. Beri sirup merah dan susu kental manis. Sajikan dengan penuh CINTA, heheheee.... ^_^
*Saya membungkus pisang ijo dengan plastik agar adonan tidak mengembang saat dikukus yang biasanya akan membuat kulit menjadi pecah. Bisa juga dibungkus dengan daun pisang.
Tapi jika waktu pengukusan pas, ga dibungkus juga ga apa-apa, semoga tidak mengembang dan pecah. Maklum diriku belum berpengalaman ;)
ES LODER/ES BUBUR JODO/ES BUBUR SUMSUM

Di Bogor disebut es loder, klo di Cilegon disebut es bubur jodo, ada juga yg bilang es bubur sumsum, atau malah es dawet walaupun berbeda dengan dawet ayu khas jawa. Yang pasti skarang sepertinya sudah jarang sekali yang jual. Dulu waktu masih sekolah, sering banget beli es ini klo ada yang lewat depan rumah, hihihiii...
Ini ta'jil berbuka kemarin, tadinya mau bikin es bubur mutiara aja. Eh ngobrol sama Teh Diah Raki ngomongin es ini, jadi aja pengen bikin, hehee... Kebetulan masih punya stok tepung hunkwe. Rasanya lumayan mirip lah, cuma sepertinya yang dijual di abang-abang itu racikan puding hunkwenya pakai kapur sirih dan lebih lembut. Aku kemarin bikinnya cuma tepung hunkwe, air dan sedikit pewarna hijau, jadinya lebih kenyal.
Es Loder/Es Bubur Jodo/Es Bubur Sumsum
by Ricke 'Bunda Nadhifa'
Bahan:
Puding hunkwe:
1 bungkus tepung hunkwe (100 gram)
700 ml air
2-3 tetes pewarna hijau
Bahan saus santan:
300 ml santan (aku bikin dari 200 ml santan kental instant dan 100 ml air)
1/4 sdt garam
1 lembar daun pandan, sobek-sobek
1 sdt tepung maizena, larutkan dengan 1 sdm air
Bahan saus gula merah:
100 gram gula merah
100 gram gula pasir
300 ml air
1 sdt maizena, larutkan dengan 1 sdm air
Bahan mutiara:
50 gram sagu mutiara
Bahan candil:
100 gram tepung ketan
15 gram tepung sagu
Sejumput garam (sedikiiit aja)
1 sdt air kapur sirih
100 ml air hangat
Pelengkap:
Es batu
Cara membuat:
1. Puding hunkwe: Larutkan tepung hunkwe dengan 200 ml air. Sisihkan. Campur 500 ml air dan pewarna hijau, masak sampai mendidih. Masukkan larutan hunkwe, aduk-aduk sampai mengental dan meletup-letup. Angkat, tuang ke wadah, biarkan dingin dan membeku.
2. Saus gula merah: Masak air, gula merah, gula pasir sampai mendidih dan gula larut. Masukkan larutan maizena, aduk rata hingga agak kental. Angkat. Dinginkan.
3. Saus santan: Masak santan, garam dan daun pandan dengan api kecil sambil diaduk-aduk sampai mendidih. Masukkan larutan maizena, aduk sampai agak mengental. Angkat. Dinginkan.
4. Mutiara: Didihkan air secukupnya sampai merendam sagu mutiara. Masukkan sagu mutiara. Masak hingga sagu mutiara bening dan matang sempurna. Tidak perlu sering diaduk-aduk, nanti jadi hancur. Apabila belum bening tapi air sudah habis, tambahkan air dan didihkan kembali.
5. Candil: Campur tepung ketan, tepung sagu dan air kapur sirih. Masukkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis. Hentikan penambahan air bila adonan dirasa sudah cukup kalis dan bisa dipulung. Bentuk bola-bola sebesar kelereng. Didihkan air, masak candil ke dalam air mendidih hingga mengapung dan matang. Angkat, tiriskan. Masukkan dan rendam ke dalam saus gula merah agar warnanya mengkilat kecoklatan.
Penyajian:
Tata dalam mangkuk saji: Puding hunkwe hijau (sendoki jadi lembaran tipis-tipis), sagu mutiara, dan candil. Beri es batu secukupnya. Siram dengan saus santan dan saus gula merah.
Selamat mencoba! ^_^
Sunday, July 18, 2010
ES RAMBUTAN IJO

Sebenernya ini resep jadi-jadian alias asal jadi, hehee... Berhubung di kota kami ini cuaca sedang panas banget dan bikin gerah. Jadi pengen bikin yg segar-segar, apalagi kemarin bikinnya pas weekend jadi lebih seru menyantapnya dg keluarga tercinta ^_^

Bahan:
- 1 kaleng buah rambutan kalengan (pakai yg segar juga bisa, tp skarang musimnya sudah lewat, hehee...), sisihkan airnya untuk kuah
- 1 bungkus cendol hijau, tiriskan airnya, cuci bersih
- 1 bungkus rumput laut hijau siap pakai
- 200-250 gram gula pasir
- 500 ml air
- Es batu secukupnya
Cara membuat:
- Masak air dan gula pasir sampai mendidih dan gula larut. Angkat.
- Masukkan air buah kalengan ke dalam air gula. Aduk rata. Biarkan sampai agak hangat.
- Masukkan rambutan, cendol, dan rumput laut. Aduk rata. Biarkan dingin.
- Sajikan dengan es batu.
*Untuk menambah kesegaran dapat ditambahkan perasan air jeruk nipis/lemon bila suka, bisa juga ditambahkan biji selasih.
Sluuurrrrpppp... ^_^
Sunday, August 16, 2009
JUICE STRAWBERRY

Bapakku datang dari Bandung, pulangnya mampir ke rumahku bawa sekotak molen Kartika Sari dan sekotak besar strawberry segar. Hmmm…kalo molen Kartika Sari sih enak tinggal dilahap aja, sekejap juga habis, suka banget sih! Hohohooo… Tapi kalo strawberrynya??? Aku gak sukaaa sama bau strawberry! Apalagi makan strawberry begitu aja, waduh bisa-bisa pusing kepalaku. Aku juga gak tau kenapa aku bisa gak suka sama strawberry, walaupun aku amazing banget sama bentuk buahnya, cantik, lucu dan menggairahkan! ^_^
Hmmm…Tapi Abi sih senang banget, wong dia doyan banget sama juice strawberry. Ya udah aku bikinin juice strawberry deh. Berhubung di rumah lagi gak ada susu kental manis atau susu cair, aku pakai susu bubuk yang aku larutkan dg air dan gula pasir. Menurut Abi sih rasanya pas banget, gak terlalu manis. Aku sih gak tau rasanya kayak apa, soale gak ikutan minum sih, heheheee…
Bahan:
- 6 buah strawberry segar, buang mahkota daunnya dan potong-potong
- 2 sdm gula pasir
- 50 ml air panas
- 2 sdm susu bubuk (atau bisa juga pakai 2 sdm susu kental manis)
- 1 gelas es batu yg sudah dihancurkan
Cara membuat:
- Larutkan gula pasir dengan air panas, beri susu bubuk. Aduk rata dan dinginkan.
- Blender strawberry, campuran susu dan es batu sampai rata. Sajikan.
Friday, August 14, 2009
ES LENGKENG MERAH PUTIH

Deuh, judulnya nuansa 17-an yak! Selain karena dibuatnya pas menjelang hari kemerdekaan ya emang karena warnanya merah dan putih ^_^
Lihat kulkas masih ada buah lengkeng dari Ibu yg dibawakan hari Senin kemarin. Lumayan banyak dan kulitnya udah hampir kering. Actually, aku ga begitu doyan amat sama buah lengkeng, habisnya agak males aja ngupasin satu-satu gitu, hihihiiii…. Walhasil itu lengkeng nganggur aja di kulkas, Abi juga lagi sering keluar kota jadinya gak ada bala bantuan buat menghabiskan makanan, heheheee…
Akhirnya aku bikin es lengkeng aja, airnya aku bikin dari sirup terong belanda yg emang lagi tersedia di rumah, so warnanya merah :)
Hmmm…manisnya lengkeng berpadu dengan sirup terong belanda yg agak asam, perfect! Jadinya gak giung kalo kata orang Sunda mah ^_^
Bikinnya gampang banget! Takarannya sesuai selera aja.
Bahan:
- Buah lengkeng, kupas dan buang bijinya (biar cantik usahakan lengkengnya tetap bulat)
- Sirup jus terong belanda
- Air secukupnya
- Es batu secukupnya
Cara membuat:
- Larutkan sirup terong belanda dengan air, aduk rata. Tambahkan buah lengkeng dan beri es batu.
Monday, June 1, 2009
ICE CHOCO CAPPUCHINO
Minuman yang satu ini favorit suamiku, tapi aku juga suka, heheee… Sebenarnya aku bukan penggemar dan penikmat kopi, mungkin bisa dibilang gak suka minum kopi malah. Tapi kalo disajikan dingin seperti ice choco cappuchino ini aku suka. Yang pasti bukan kopi hitam ya, tapi semacam coffee mix gitu.
Minuman ini simple banget bikinnya, tapi rasanya uenakkk deh!
Bisa juga klo di rumah lagi ada ice cream vanilla or coklat bisa ditambahin buat topping di atasnya, jadinya cappuchino float^_^
Tapi berhubung di rumah lagi gak punya ice cream yo weizz, pakai bahan yang ada ajah!

Bahan:
- 1 bungkus sachet cappuchino bubuk instan (pakai coffee mix juga bisa)
- 1 sdm gula pasir, larutkan dg sedikit air panas. Dinginkan.
- 1 gelas es batu yang sudah dihancurkan
Isi:
- Choco chips bulat secukupnya
- Agar-agar/jelly rasa coklat potong dadu kecil-kecil
- Coklat meisyes untuk taburan
Cara membuat:
- Blender jadi satu es batu, cappuchino bubuk, dan air gula sampai tercampur rata dan es batu menjadi halus.
- Siapkan gelas saji. Masukkan choco chips dan potongan agar-gar/jelly coklat. Tuang ice cappuchino, lalu beri taburan coklat meisyes di atasnya.
Sluuurrrrrppppp…^_^
Minuman ini simple banget bikinnya, tapi rasanya uenakkk deh!
Bisa juga klo di rumah lagi ada ice cream vanilla or coklat bisa ditambahin buat topping di atasnya, jadinya cappuchino float^_^
Tapi berhubung di rumah lagi gak punya ice cream yo weizz, pakai bahan yang ada ajah!

Bahan:
- 1 bungkus sachet cappuchino bubuk instan (pakai coffee mix juga bisa)
- 1 sdm gula pasir, larutkan dg sedikit air panas. Dinginkan.
- 1 gelas es batu yang sudah dihancurkan
Isi:
- Choco chips bulat secukupnya
- Agar-agar/jelly rasa coklat potong dadu kecil-kecil
- Coklat meisyes untuk taburan
Cara membuat:
- Blender jadi satu es batu, cappuchino bubuk, dan air gula sampai tercampur rata dan es batu menjadi halus.
- Siapkan gelas saji. Masukkan choco chips dan potongan agar-gar/jelly coklat. Tuang ice cappuchino, lalu beri taburan coklat meisyes di atasnya.
Sluuurrrrrppppp…^_^
ES AGAR-AGAR SERUT
Sebenernya es ini udah lumayan lama aku bikin. Tapi baru sempat posting sekarang. Es ini aku bikin waktu aku baru aja fit dari kondisi gak enak badan karena kecapean aktifitas di kantor. Biasa lah cuaca di Serang panas dan gerah banget. Pengen yang seger-seger tapi tetep bikinnya simple aja. Lihat bahan-bahan yg ada, ya udah bikin es dari agar-agar aja deh. Tadinya pengen bikin es sarang burung yg pake buah leci or lengkeng kalengan, tapi gak punya tuh! Akhirnya pake nata de coco aja deh, tetep seger kok^_^

Bahan:
- ½ bungkus agar-agar warna merah
- ½ bungkus agar-agar warna hijau
- 600 ml air (bagi dua untuk agar-agar merah dan hijau)
- 250 gram nata de coco (atau secukupnya aja)
- Minuman bersoda tawar
- Air gula (dari gula pasir dan air dengan perbandingan 1:1, masak sampai gula larut)
Cara membuat:
- Rebus terpisah agar-agar merah dan hijau dg air sampai mendidih. Tuang dalam wadah, bekukan. Setelah beku serut agar-agar, sisihkan. Aku marutnya pakai parutan yg lubangnya lebih besar dari parutan keju, biar gak gampang patah-patah agar-agarnya.
- Ambil gelas saji, masukkan berurutan agar-agar merah dan hijau, nata de coco, es batu (bongkahan atau serut), air gula secukupnya dan terakhir minuman bersoda. Sajikan.

Bahan:
- ½ bungkus agar-agar warna merah
- ½ bungkus agar-agar warna hijau
- 600 ml air (bagi dua untuk agar-agar merah dan hijau)
- 250 gram nata de coco (atau secukupnya aja)
- Minuman bersoda tawar
- Air gula (dari gula pasir dan air dengan perbandingan 1:1, masak sampai gula larut)
Cara membuat:
- Rebus terpisah agar-agar merah dan hijau dg air sampai mendidih. Tuang dalam wadah, bekukan. Setelah beku serut agar-agar, sisihkan. Aku marutnya pakai parutan yg lubangnya lebih besar dari parutan keju, biar gak gampang patah-patah agar-agarnya.
- Ambil gelas saji, masukkan berurutan agar-agar merah dan hijau, nata de coco, es batu (bongkahan atau serut), air gula secukupnya dan terakhir minuman bersoda. Sajikan.






















