Showing posts with label Daily Menu. Show all posts
Showing posts with label Daily Menu. Show all posts

Tuesday, March 22, 2016

NUGGET AYAM WORTEL (CHICKEN NUGGET WITH CARROT)





Bismillah.

Sudah lama sekali ingin posting resep chicken nugget yang biasa saya pakai, baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual. Saat tinggal di Korea, saya juga berjualan frozen food, salah satunya chicken nugget. Karena tentu saja disana sulit bahkan langka untuk mendapatkan chicken nugget yang halal. Jadi ada teman-teman yang biasanya ingin punya stock chicken nugget untuk lauk praktis lalu order ke saya. Resepnya memang bisa dibilang nugget berkualitas ya, karena bahan yang paling banyak jumlahnya ya daging ayam, bahan lainnya hanya bersifat sebagai bahan pengikat dan bumbu-bumbu saja.

Nugget ini memakai tambahan sayuran di dalamnya yaitu wortel, selain menambah nilai gizi dan serat, juga bisa untuk mensiasati anak-anak yang suka makan nugget tapi tidak suka makan sayuran, hehehe. Bisa juga memakai sayuran lainnya semisal brokoli, buncis, dll. Nugget ini jika disimpan dalam suhu beku di freezer (suhu minus paling maksimal, bila punya chest freezer lebih baik) tahan maksimal 2 bulan dengan catatan kemasan tidak dibuka tutup dan tidak keluar masuk freezer. Jadi sebaiknya jika ingin dibuat stok, pisahkan nugget dalam kemasan sekali pakai habis. Ada banyak versi membuat nugget ayam, ada yang menggunakan roti tawar, menggunakan tepung terigu, menggunakan tambahan cairan, dll. Yang mau mencoba membuat nugget ayam versi saya, yuk silahkan dicoba ya. Semoga cocok ;)





NUGGET AYAM WORTEL
by Ricke Indriani

Bahan:
500 gram fillet ayam (dada atau paha), giling halus dengan chooper/food processor
1 buah wortel ukuran besar, diserut kasar
50 gram tepung panir, jika terlalu kasar bisa dihaluskan dengan blender bumbu
25 gram maizena
4 butir telur, kocok lepas
6 siung bawang putih, haluskan
1/2 buah bawang bombay, cincang halus (optional, tapi saya suka pakai)
1,5 sdt garam (atau sesuai selera)
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica bubuk

Bahan pelapis:
Putih telur, kocok lepas (atau bisa juga memakai telur utuh, kocok lepas)
Tepung maizena
Tepung panir kasar

Minyak goreng untuk menggoreng nugget

Loyang persegi (bisa menggunakan 2 buah loyang persegi ukuran 18x18x4 cm, atau 2 buah loyang brownies ukuran 10x30x4 cm)

Cara membuat:
1. Panaskan kukusan. Alasi loyang dengan plastik food grade tahan panas, olesi minyak goreng tipis-tipis. Sisihkan.
2. Dalam sebuah wadah, campur semua bahan nugget menjadi satu dan aduk rata menggunakan tangan bersih atau sendok kayu.
3. Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya. Adonan awal tidak perlu terlalu tebal, cukup tebal sekitar 1 cm saja.
4. Kukus hingga matang sekitar 20-30 menit. Test tusuk dan jika disentuh sudah tidak lembek.
5. Angkat dari kukusan dan dinginkan. Potong-potong sesuai selera atau bisa juga dicetak menggunakan cookies cutter.
6. Balur nugget dengan maizena, gulingkan ke putih telur/telur utuh yang sudah dikocok lepas, balur dengan tepung panir kasar. Lakukan hingga habis.
7. Sebaiknya simpan dahulu di lemari es agar bahan pelapis lebih merekat. Goreng dalam minyak panas dengan api sedang hingga permukaan kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
8. Jika akan disimpan. Tata nugget dalam plastik food grade atau zipper bag (bisa juga wadah kedap udara). Simpan dalam freezer dengan suhu dingin maksimal.


(Daging ayam dan wortel)

(Adonan nugget siap dituang ke loyang dan dikukus)

(Selesai dilapis panir dan siap digoreng atau disimpan)


Note:
- Bila hanya mempunyai loyang satu buah atau kukusan tidak muat 2 loyang, bisa dikukus bergantian karena adonan tidak masalah mengantri. Atau bisa juga adonan dikukus sekaligus jadi adonan lebih tebal dan waktu mengukus jadi lebih lama. Setelah matang dan dingin, iris nugget dengan ketebalan sekitar 1-1,5 cm saja lalu dipanir.
- Takaran garam, gula pasir dan merica bubuk bisa disesuaikan dengan selera
- Jika ingin menambahkan keju, bisa ditambahkan sekitar 50-75 gram keju parut ke dalam adonan.

Selamat mencoba ya ^_^



Monday, November 24, 2014

BIBIMBAP (NASI CAMPUR SAYURAN ALA KOREA)




Kali ini posting menu masakan Korea ya, namanya Bibimbap. Fotonya sudah setahun yang lalu (2013) tapi baru diedit tahun 2014, hahahaa... Iya, ngendon setahun di folder laptop :P . Kalau penggemar segala sesuatu yang berbau-bau Korea mungkin sudah tidak asing lagi ya mendengar kata 'Bibimbap' baik yang pernah makan maupun yang belum pernah. Bibimbap ini bisa diartikan nasi campur atau nasi yang dicampur aduk. Bibim artinya mengaduk/mencampur, bap artinya nasi. Toppingnya aneka sayuran, ada yang direbus atau ditumis sebentar hingga agak layu. Kalau full sayuran biasanya disebut 'Yache Bibimbap' alias Bibimbap Sayuran. Ada juga yang diberi tambahan topping hewani seperti daging atau seafood (udang/cumi/gurita) diberi nama sesuai dengan tambahan toppingnya, misalnya diberi tambahan topping udang diberi nama 'Saewu Bibimbap' alias Bibimbap Udang. Tidak lupa diberi telur ceplok (biasanya setengah matang) untuk pelengkap topping.

Bibimbap ini kalau di Indonesia ya mungkin seperti nasi pecel gitu kali ya, hehee... Tapi tanpa tambahan bumbu kacang ^^ . Sayuran untuk topping Bibimbap sudah diberi bumbu (garam dan atau bawang putih) jadi sudah ada rasa gurih dari sayurannya. Topping di tata rapi di atas nasi panas, kemudian saat disajikan dicampur aduk terlebih dahulu, baru dimakan. Itulah mengapa disebut Bibimbap :)
Bibimbap biasanya disajikan dengan tambahan saus cabai dari gochujang untuk sensasi rasa agak pedas, tapi bila tidak ingin atau ragu untuk mengkonsumsi gochujang tidak perlu memakai sausnya, jangan tanya saya soal resep gochujang ya karena saya belum pernah membuatnya. Gochujang asli prosesnya lama sekali bisa berbulan-bulan (contohnya bisa dilihat di website Maangchi ini). Alternatif bila ingin tambahan rasa pedas pada Bibimbap-nya, bisa membuat sausnya dari cabai bubuk yang dicampur dengan sedikit air untuk mengentalkan, sedikit bawang putih halus/bubuk, gula pasir, sedikit garam dan sedikit perasan air jeruk nipis/cuka makan. Cicipi rasanya sesuai selera. Aduk rata.

Bibimbap disajikan dalam mangkuk, jadi bisa disebut rice bowl ala Korea. Bisa dalam mangkuk biasa, atau dalam mangkuk hot pot (disebut Dolsot Bibimbap). Bila menggunakan hot pot, panaskan terlebih dahulu lalu permukaan bagian dalam diolesi minyak wijen. Sayurannya bisa suka-suka saja, namun umumnya yang dipakai adalah wortel, bayam/daun lobak, toge, jamur, timun/zucchini dan pakis muda/gosari. Bisa juga ditambahkan kim/nori kering yang sudah dipotong halus tipis-tipis. Intinya campur-campur deh. Yang saya buat ini menggunakan topping wortel, jamur, zucchini, pokchoy, toge, timun, ayam dan telur ceplok. Jadi inilah, Bibimbap suka-suka ala emaknya Nadhifa :D




BIBIMBAP
by Ricke Indriani
(Cukup untuk 3 porsi)

Bahan:
2 cup beras (menggunakan cup takaran rice cooker)

Topping:
1 buah fillet dada ayam, iris tipis
1 buah wortel, potong bentuk stick tipis/korek api
4-5 buah jamur shitake/8-10 buah jamur kancing, iris tipis
1/2 buah zucchini (saya pakai ukuran besar), potong bentuk stick/korek api
1 ikat bayam/daun lobak/sawi/pokchoy
Segenggam munjung toge
1 buah timun, belah dua dan iris tipis
3 butir telur
Bisa juga ditambah kim/nori kering yang dipotong halus.
Minyak goreng secukupnya

Bumbu:
Garam
Gula pasir
Merica bubuk
Bawang putih halus
Minyak wijen
Cabai bubuk
Wijen sangrai




Cara membuat:
1. Masak nasi seperti biasa dengan takaran air yang disesuaikan dengan jenis beras yang dipakai masing-masing. Nasi yang dihasilkan tidak terlalu kering dan tidak terlalu lembek. Jadi pulen sedang saja.
2. Topping:
- Ayam: Lumuri ayam yang telah diiris tipis dengan 1 sdt bawang putih halus, 1/2 sdt garam, 1/4 sdt merica bubuk, 1 sdt gula pasir, 1/2 sdt minyak wijen, 1 sdt cabai bubuk (skip bila tidak ingin pedas). Aduk rata. Diamkan/marinasi selama 15-30 menit. Tumis dengan sedikit minyak hingga matang. Sisihkan. Ayam bisa diganti dengan daging sapi atau seafood.
- Wortel: Tumis wortel dalam wajan yang diolesi sedikit minyak goreng hingga agak layu (tidak perlu lama), beri sedikit garam dan merica. Sisihkan.
- Jamur: Cara sama dengan wortel.
- Zucchini: Taburi zucchini dengan sedikit garam, aduk rata. Diamkan 10 menit hingga keluar air dari zucchini dan zucchini jadi agak lemas. Buang airnya, peras perlahan (tidak perlu diperas kencang) zucchini. Beri sedikit bawang putih halus. Tumis dalam wajan yang diolesi sedikit minyak goreng hingga agak layu. Sisihkan.
- Timun: cara sama dengan zucchini, tetapi tidak perlu ditumis.
- Bayam/daun lobak/sawi/pokchoy: Didihkan air dalam panci. Matikan api. Masukkan sayuran dalam air panas sebentar saja hingga terlihat agak layu dan warnanya berubah menjadi hijau tua cerah. Segera angkat dan siram dengan air dingin biasa. Tiriskan dan peras perlahan. Beri sedikit bawang putih halus, garam, merica dan minyak wijen. Aduk rata. Sisihkan.
- Toge: Cara sama dengan bayam/daun lobak/sawi/pokchoy. Tapi kali ini saya tambahkan sedikit cabai bubuk.
- Telur: Goreng telur (diceplok) hingga tingkat kematangan sesuai selera (bisa setengah matang atau full matang).

Cara penyajian:
- Masukkan nasi panas secukupnya dalam mangkok. Apabila menggunakan mangkok hot pot, panaskan dahulu mangkuk hot pot. Setelah panas olesi bagian dalamnya dengan minyak wijen, masukkan nasi.
- Tata sayuran, daging (bila pakai), kim/nori (bila pakai) dan telur ceplok di atas nasi. Beri sedikit minyak wijen di atasnya dan taburi dengan wijen sangrai.
- Bibimbap siap disajikan panas-panas.
- Saat akan disantap, aduk dan campur jadi satu nasi dengan toppingnya.

Note: Saat menumis sayuran, saya hanya mengolesi wajan dengan minyak goreng menggunakan kuas silicon, jadi tidak perlu menumis dengan minyak goreng berlebihan agar hasil sayurannya tidak berminyak. Bisa juga sayurannya hanya direbus sebentar (blanch/blansir) saja.




Yuk bikin, semua pasti bisa kok bikin Bibimbap. Selamat mencoba ;)

Saturday, October 26, 2013

KIMBAP/김밥 (KOREAN DRIED SEAWEED RICE ROLLS)



Foto lama, baru sempat diposting di blog. Ini bukan masakan Korea yang pertama kali saya buat, sebenarnya sudah ada beberapa macam masakan khas Korea yang saya buat di rumah tapi belum saya posting di blog. Makanan Indonesia memang selalu di hati dan paling enak sedunia (kata orang Indonesia), hehee... Tapi saat diberikan Allah kesempatan untuk tinggal di nagara lain seperti saya sekarang tidak ada salahnya untuk mencoba membuat makanan khasnya, sekalian menambah wawasan kuliner dari negara lain :)

Buat teman-teman yang belum familiar dengan Korean food (yang sudah familiar pasti sudah tau banget, hehee...), kim (dried seaweed paper/nori), bap (rice/nasi). Isinya sebagian besar sayuran yang bisa dikombinasi dengan daging, crab stick, sosis/ham, tuna, ayam, odeng/eomuk, telur, etc. Ada juga yang cuma isi sayuran saja. Resep kimbap ini akan hampir selalu ditemui di buku-buku masakan tradisional Korea. Melihat dari sejarah Korea yang dulunya pernah dijajah oleh Jepang dan kedekatan geografis antara kedua negara tersebut, kimbap bisa jadi dulunya diadaptasi dari kuliner Jepang tetapi menjadi makanan khas tersendiri yang berbeda dari versi Japanese sushi (futomaki sushi). Semoga apa yang saya sampaikan tidak salah ya :)

Kimbap nasinya sudah diberi seasoning (minyak wijen dan garam) jadi sudah gurih, kalau Japanese sushi biasanya nasinya diberi seasoning menggunakan cuka/vinegar (citarasa asam) dan juga mirin (citarasa manis) atau bisa juga diganti dengan gula. Kimbab ini seluruh isinya juga sudah diberi seasoning, jadi siap disantap tanpa harus memakai saus pendamping lagi. Versi Japanese sushi juga biasanya disajikan dengan dipping sauce.
Kimbap ini populer sebagai bekal bepergian atau piknik. Di Korea tentu sangat mudah mendapatkan kimbap ini dijual dimana-mana, dari mulai pedagang kaki lima di pasar hingga restauran. Jadi kimbap bukanlah makanan fancy di Korea, semua orang bisa membuatnya dan bisa juga dibilang street food karena banyak dijual di pasar atau kaki lima.
Jika membeli kimbap di luar, yang perlu diperhatikan terutama adalah isinya, apakah full sayuran, atau menggunakan daging/olahan daging (ham), isi tuna pun terkadang suka ada yang diberi ham juga, ada juga yang diisi sayuran dan crabstick.

Waktu saya membuat kimbap yang ada di foto ini, saya membuatnya untuk bekal sekolah Nadhifa yang menu utama hari itu adalah kimbap dan ada isian yang tidak boleh dimakan oleh Muslim. Saya ada stok ayam di rumah, jadilah isinya dikombinasikan dengan ayam selain sayuran dan telur dadar.
Gunakan beras yang pulen ya, jangan yang pera karena akan 'bubar' saat diroll dan dipotong. Saya pakai beras Korea yg memang dari tekstur pulen dan agak lengket. Kurangi sedikit jumlah pemakaian air dari biasanya. Paling bagus gunakan nasi yang baru matang.

Bagi yang mau mencoba membuat, ini resepnya. Untuk isi bisa disesuaikan dengan selera dan bahan yang ada.



Kimbap (김밥)
by Ricke Indriani
Hasil 5-6 rolls (tergantung ketebalan nasi)

Bahan rice roll:
450 gram nasi
1,5 sdm minyak wijen
1 sdt garam
5-6 lembar kim/nori ukuran sekitar 18x21 cm
Minyak wijen untuk olesan
Wijen sangrai untuk taburan
Bamboo mat (penggulung sushi) untuk membantu menggulung dan mengencangkan gulungan.

Bahan isi:
250 gram daging ayam fillet atau daging sapi, potong-potong memanjang (bisa juga pakai tuna kalengan atau crabstick)
1 siung bawang putih, haluskan
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap asin
1 sdt minyak wijen
1 sdt gula pasir
Garam dan merica secukupnya
---> campur daging ayam/daging sapi dengan semua bumbu, aduk rata dan marinade selama 15 menit. Tumis dengan sedikit minyak goreng hingga matang.

3 butir telur, kocok lepas
sedikit garam
---> didadar hingga matang kedua sisinya tapi jangan sampai coklat.

1 buah wortel ukuran besar, potong korek api
sedikit garam
---> tumis dengan sedikit minyak goreng sampai agak layu. Beri garam.

Pokcoy/bayam
Blansir (blanch) pokcoy/bayam di air panas hingga layu dan warnanya cerah. Angkat, bilas dengan air dingin. Beri sedikit garam dan minyak wijen.

Manisan lobak kuning bentuk strip, tiriskan
Gosari/pakis (bila menggunakan yg segar diblansir dulu, bila menggunakan yg kering direndam dulu, bila menggunakan yg pikel bilas dengan air dan peras).





Cara membuat:
1. Siapkan bahan isian selagi nasi dimasak.
2. Masak nasi dengan menggunakan air yang lebih sedikit jumlahnya dari memasak normal. Jangan lupa untuk memakai jenis beras yang pulen, bukan yang pera. Saya menggunakan beras Korea.
3. Setelah matang, angkat dan pindahkan ke wadah, aduk-aduk. Beri garam dan minyak wijen. Aduk sampai merata. Cicipi rasanya, sesuaikan dengan selera.
4. ambil bamboo mat, letakkan selembar kim/nori di atasnya (bagian yang mengkilat di bawah) dengan sisi yang lebih panjang searah gulungan.
5. Ratakan nasi di atas kim/nori dengan menggunakan sendok sambil sedikit ditekan-tekan.
6. Tata isian di atasnya, sisakan space di bagian yang dekat dengan kita untuk menutup isian saat pertama melipat gulungan. Tata isian bertumpuk agar tidak terlalu menghabiskan space.
7. Gulung dan kencangkan dengan bamboo mat agar nasi padat dan menempel dengan baik. Lakukan sampai semua bahan habis.
8. Poles permukaan kim/nori dengan minyak wijen, beri wijen sangrai sambil sedikit ditekan agar menempel. Potong-potong dengan pisau tajam yang dioles sedikit minyak/minyak wijen agar tidak lengket.
9. Siap disajikan atau dibawa untuk bekal.




Note:
- Gunakan beras yang pulen, jangan yang pera karena akan 'bubar' saat diroll dan dipotong. Saya pakai beras Korea yg memang dari tekstur pulen dan agak lengket. Kurangi sedikit jumlah pemakaian air dari biasanya. Paling bagus gunakan nasi yang baru matang.
- Isian bisa disesuaikan dengan selera dan ketersediaan bahan yang ada. Tidak perlu terpatok dengan resep ini.

Happy cooking ^_^

Thursday, June 27, 2013

HOMEMADE MEAT BALL (BAKSO SAPI HOMEMADE)



Bismillah, tetap seperti biasa, mengumpulkan semangat dan mencuri waktu untuk update blog kembali. Kali ini saya posting resep bakso sapi homemade. Bakso sapi memang barang langka di Korea ini, ada sebenarnya di Toko Asia bakso sapi frozen halal tetapi melihat dari tampilannya seperti kurang menarik, hihiii... Sebagai bakso lover alias penggemar bakso, tentu setelah beberapa bulan di Korea ini ingin sekali menikmati semangkok bakso yang nikmat dan halal. Akhirnya saya mencoba membuatnya dengan menggunakan peralatan seadanya (blender daging kecil, panci kecil, kompor cuma satu tungku, dan diselingi menemani Nadhifa main yang bolak balik nanya ini itu, hehee...). Alhamdulillah bakso sapinya jadi juga dan hasilnya cukup memuaskan bagi saya, walaupun saya hanya menggunakan daging sapi frozen yang dibeli di Toko Asia, karena daging sapi halal yang segar disini tidak bisa didapatkan di pasar biasa apalagi di kota kecil seperti tempat tinggal saya sekarang. Jadi ya tidak ada daging segar, daging frozen pun jadi :)

Hasilnya memang tidak akan sekenyal jika menggunakan daging sapi segar. Tapi buat saya bakso ini sudah cukup kenyal dan mulus juga tentu dagingnya terasa, bukan seperti makan bakso tepung, hihiii... Dan yang senang tentunya bisa makan bakso lagi di Korea, apalagi ketika Nadhifa komentar "Waaawwww... Baksooooo... Asyikkk makan bakso. Bunda kok pinter amat sih bikin baksonyaaa..." Hehehee, komentar polos dari seorang anak balita ketika melihat bulatan-bulatan mengambang di panci :D


(Bakso yang sudah selesai direbus dan mengambang, menggoda selera sekali bukan, hihiii...)


Sekilas berbagi sedikit pengetahuan yang saya tau tentang bakso. Dalam pembuatan bakso memang faktor kekenyalan menjadi nomor satu yang diinginkan. Jika ingin membuat bakso yang kenyal, ada 2 macam cara yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah menggunakan daging sapi segar yang baru saja dipotong dari penjagalan, kita harus ke pasar subuh-subuh untuk mendapatkannya kemudian langsung menggilingnya ke tempat penggilingan bakso di pasar dengan menambahkan bahan-bahan lain sesuai resep yang kita punya. Jika menggunakan daging sapi yang segar ini, bakso akan kenyal walaupun tanpa penambahan bahan pengenyal.
Yang kedua adalah dengan menggunakan bahan pengenyal bakso, bubuk pengenyal ini biasanya sudah disediakan oleh tukang jasa penggilingan bakso di pasar bentuknya serbuk berwarna putih (tukang jasa penggilingan bakso biasanya menyediakan bubuk pengenyal dan bubuk penyedap). Bubuk pengenyal ini macam-macam jenisnya, ada yang food grade dan ada juga yang non-food grade (seperti contohnya borax). Setahu saya bubuk pengenyal yang sangat banyak dipakai adalah jenis STP (Sodium Tripoly Phospat) atau di pasar sering disebut 'obat bakso' (poly powder) karena harganya yang murah dibanding pengenyal lainnya, kita bisa dapatkan di toko bahan kimia. STP ini termasuk yang food grade dan diizinkan dengan takaran tertentu (hanya sedikit saja dari total berat adonan), jika penggunaannya tidak sesuai takaran juga bisa berakibat tidak baik untuk tubuh. Ada juga bubuk pengenyal bakso yang alami dari bahan karagenan hanya saja harganya mahal jadi kurang diminati oleh para produsen bakso :)
Di antara 2 cara tersebut, sepertinya lebih banyak tukang bakso yang memilih memakai bahan pengenyal ketimbang harus menggunakan daging super segar yang harus diburu subuh atau dini hari. Walaupun ada juga yang memilih tidak memakai pengenyal dengan rela membeli daging segar subuh hari. Semuanya pilihan masing-masing.

Sewaktu masih di Indonesia, jika saya sedang ke pasar pernah beberapa kali memperhatikan kegiatan di tukang jasa penggilingan bakso. Bahan-bahan yang dimasukkan ke mesin penggilingan berbeda-beda sesuai permintaan dan 'resep' dari masing-masing pedagang baksonya. Kualitas bakso yang dihasilkan pun berbeda-beda, dari yang super sampai yang ekonomis (dengan menambahkan bahan tambahan lainnya ke dalam adonan) dan tidak lupa kedua jenis 'bubuk putih' (bubuk pengenyal dan bubuk penyedap) pun hampir selalu dimasukkan. Berharap semoga saja tidak ada yang menggunakan borax ke dalam baksonya ya, soalnya saya penggemar bakso, hehee...

Membuat bakso sebenarnya tidak begitu sulit, yang sulit itu cari uang buat beli dagingnya secara daging mahal, hahahaaa... (becanda yaa... hehee). Bahan-bahan yang digunakan pun tidak banyak dan mudah didapat. Hanya saja untuk saya yang sedang merantau ke Korea ini, menggunakan daging frozen halal adalah yang bisa saya pilih untuk membuat bakso dan juga saya hanya punya blender daging ukuran kecil yang ternyata tidak mampu menggiling daging dengan basis 500 gram, akhirnya saya harus sabar membagi adonan menjadi 2 bagian dan menggilingnya 2x supaya blender saya tidak rusak dan cepat panas. Hitung-hitung melatih kesabaran lah ya, tapi setelah baksonya jadi alhamdulillah puas dan terbayarkan deh ^_^

Selalu pilih daging yang tidak ada bagian lemak putihnya atau jikapun ada sedikit saja dan usahakan menyisihkan lemak tersebut sebelum dipakai. Jika daging yang digunakan berlemak banyak, hasil baksonya tidak bagus karena lemak akan mencair ketika adonan bakso dimasak yang menyebabkan tekstur baksonya jadi tidak bagus.
Usahakan menggiling daging sehalus mungkin, semaksimal blender atau food processor (FP) yang Anda miliki di rumah, jadi jangan asal tergiling saja tapi juga sampai benar-benar halus (terutama untuk bakso polos) walaupun tetap tergantung kinerja masing-masing alat yang kita punya. Oleh karena itu memang menggiling di rumah tidak akan sampai sehalus mulus adonan bakso yang digiling di pasar menggunakan mesin penggilingan khusus adonan bakso.
Jika dirasa blender atau FP sudah panas, hentikan menggiling dan lanjutkan kembali setelah agak dingin. Panas dari blender atau FP akan merusak tekstur daging yang akan tambah mengurangi kekenyalan daging. Itulah kenapa dalam membuat bakso kerap kali ditambahkan es batu, tujuannya untuk menjaga kekenyalan daging.
Jika kita pernah melihat adonan bakso yang digiling di tukang penggilingan bakso di pasar, hasil akhir adonannya mulus seperti bubur/paste, tapi jika kita membuatnya di rumah mungkin tidak bisa terlalu mulus seperti itu tapi yang penting enak dan sehat lah yaaa karena kita tau bahan-bahan yang digunakan :)

Setiap orang pasti punya resep bakso yang berbeda-beda dengan tekstur bakso yang dihasilkan sesuai selera masing-masing juga. Yang pasti home cooking is always the best lah yaaa (pembelaan diri karena gak bisa jajan bakso di Korea, hahaaa...). Ya, jangankan kita, tukang bakso aja pasti resep baksonya beda-beda kan, hehehee...
Buat yang mau mencoba bikin bakso sendiri di rumah, di bawah ini resep bakso homemade yang saya buat, benar-benar homemade karena menggiling dagingnya di rumah ^^



BAKSO SAPI
by Ricke Indriani

Bahan:
500 gram daging sapi tanpa lemak (jika memungkinkan pilih yang segar, tapi kasus saya pakai yang frozen)
150 gram es batu, hancurkan (bisa juga menggunakan air es super dingin)
50 ml putih telur
3 siung bawang putih, iris tipis, digoreng
3-5 siung bawang putih, haluskan
2 sdt garam (15 gram)
1/2 sdt soda kue (bisa juga baking powder)
100 gram tepung sagu tani/tapioka (ukuran tepung terkadang berbeda-beda sesuai selera masing-masing saja)

Air dalam panci untuk merebus bakso.

Cara membuat:
1. Potong-potong daging agar lebih mudah dihaluskan. Masukkan dalam blender daging atau food processor (FP) beri setengah bagian es batu. Giling hingga halus. Masukkan putih telur, bawang putih goreng, bawang putih halus, garam dan sisa es batu. Giling lagi hingga benar-benar halus.
2. Masukkan tepung sagu tani/tapioka dan soda kue (atau baking powder), giling lagi hingga menjadi adonan pasta yang lembut dan mulus.
3. Didihkan air dalam panci untuk merebus. Setelah mendidih, matikan api (atau pakai api yang kecil sekali agar air jangan bergolak mendidih cukup hanya panas saja).
4. Ambil segenggam adonan bakso kemudian kepalkan tangan dan tekan jemari hingga adonan menyembul keluar dari sela ibu jari dan telunjuk, celupkan sendok ke air dingin (tujuannya agar sendok tidak lengket ke adonan) kemudian angkat bulatan adonan dengan sendok dan masukkan ke dalam air panas dalam panci. Bisa juga dibulatkan dengan bantuan 2 buah sendok teh. Lakukan hingga adonan habis. Biarkan bakso sampai mengambang, kemudian nyalakan/besarkan sedikit apinya dan masak kembali dengan air mendidih kecil selama 5 menit agar bakso matang sempurna.
5. Siapkan air dingin dalam wadah/baskom, angkat bakso yang sudah matang dari panci dan masukkan ke dalam air dingin. Biarkan hingga dingin. Tiriskan dan bakso siap dipakai.
6. Bakso fresh tanpa pengawet hanya tahan seharian saja di suhu ruang, tahan seminggu dalam suhu kulkas/chiller dan tahan hingga 2-3 bulan dalam suhu beku/freezer.


(Bahan-bahan baksonya, tepungnya lupa difoto karena belum ditimbang, hihiii... Yang di talenan itu bagian lemak dan tetelan yang saya pisahkan dari dagingnya)


(Daging yang saya gunakan setelah di-thawing hingga lemas kembali)


(Hasil maksimal daging yang digiling dengan blender daging kecil yang saya punya)


(Hasil akhir adonan bakso, pengennya lebih halus lagi tapi blender sudah gak kuat, hehee...)


Tips:
- Soda kue (atau baking powder) fungsinya untuk membantu bakso mempunyai pori halus di dalamnya. Adanya pori ini membantu bakso menyerap bumbu-bumbu dan kaldu dalam kuahnya sehingga rasanya lebih enak.
- Jika menginginkan bakso dengan tekstur yang lebih renyah, bisa juga dicampur dengan sedikit fillet dada ayam. Misalnya 400 gram daging sapi dan 100 gram fillet dada ayam. Tapi saya hanya menggunakan full daging sapi saja.
- Pada saat membulatkan adonan, telapak tangan bisa dioles dengan sedikit minyak goreng agar adonan tidak terlalu lengket di tangan. Kepal-kepal dulu dengan tangan agar permukaan adonan mulus sebelum digenggam dan ditekan keluar.
- Jangan memasukkan bakso langsung ke dalam air yang bergolak mendidih karena air yang sedang bergolak akan merusak permukaan bakso sehingga hasilnya jadi tidak mulus. Bakso yang matang secara perlahan juga teksturnya jadi lebih baik. Ketika bakso sudah mengambang semua baru didihkan.
- Jumlah bulatan bakso yang dihasilkan tergantung ukuran bakso yang dibuat, semakin kecil bulatannya semakin banyak jumlahnya, hehee...
- Jika akan menyimpan bakso dalam kulkas atau freezer, simpan dalam plastik atau zipper bag yang tertutup rapat agar bakso tidak menjadi kering.




Untuk kuah baksonya, saya dapat tips dari kenalan dan tetangga di Indonesia yang punya usaha bakso. Paling nikmat memang kuahnya dibuat dari kaldu tulang kaki sapi dan juga ditambah dengan daging tetelan sapi. Bumbunya standar saja bawang putih, bawang merah, garam, gula pasir, merica bubuk, pala bubuk (saya suka pakai ini) atau ditambah kaldu bubuk bila suka. Karena di kota saya ini tidak ada tulang kaki sapi halal (di kota lain yang lebih besar mungkin ada), kemarin saya membuat kuah baksonya hanya menggunakan daging tetelan sapi saja yang saya dapatkan dari bagian yang disisihkan dari daging yang dipakai untuk membuat baksonya.

Selamat nge-bakso yaaa... Salam hangat dari South Korea ^_^

Friday, March 9, 2012

TUMIS PEDA CABE HIJAU BUMBU TERASI

Sudah semingguan ini saya kurang berselera makan. Entah terlalu capek jadinya malah malas makan, ditambah lagi suami tercinta sedang bertugas keluar kota, jadinya bawaan malas masak karena di rumah yang makan cuma berdua dengan Nadhifa, seringnya bersisa.
Tiba-tiba kepengen makan tumis peda seperti yang sering ibu saya buat. Ya sudah berangkaaaattt beli ikan peda merah, hehehee...

Alhamdulillah, maknyussssss banget. Saya makan sampe nambah lho nasinya. Asli! ^___^. Sayurnya cuma bikin capcay goreng saja buat makan Nadhifa juga. Eh, ternyata Nadhifa juga suka lho sama tumis peda-nya, hihihihiiii.... Karena di rumah cuma berdua, jadi bikinnya cukup 2 ekor saja ikan peda-nya. Bumbunya dibanyakin, bumbu yang berpadu dengan nasi panas ini yang bikin selera makan meningkat :D
Bumbunya simple, cuma bawang merah, bawang putih dan cabe hijau ;)
Oya, saya lebih suka memakai peda merah ketimbang yang putih. Karena dagingnya lebih tebal, lembut dan empuk :)


Tumis Peda Cabe Hijau Bumbu Terasi
by Ricke Indriani

Bahan:
2 ekor ikan peda merah, rendam air panas, tiriskan
5 butir bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
3 buah cabe hijau, iris serong
1 potong terasi udang (sekitar 1 sdt)
1 buah tomat, potong-potong (kemarin tidak pakai karena sedang tidak ada stok)
Minyak goreng
1/4 sdt merica bubuk

Cara membuat:
1. Goreng ikan peda sampai matang. Tiriskan. Sisihkan.
2. Tumis bawang merah, bawang putih sampai harum. Masukkan terasi. Tumis hingga harum. Masukkan cabe hijau dan tomat. Aduk-aduk sebentar. Beri merica bubuk.
3. Masukkan ikan peda. Masak sebentar sambil dibalik hingga terbalut bumbu. Matikan api. Sajikan dengan nasi panas.

Note: - Gunakan minyak goreng yang sedikit lebih banyak dibanding ketika menumis bumbu biasa. Minyak bumbunya ini bila berpadu dengan nasi panas, wuuuiiihhhhhh... nikmeh syekaliiiii.... :D

And this is my cute little assistant :D

Selamat mencoba! ^__^

Tuesday, March 6, 2012

CUMI MASAK HITAM (CUMI MASAK TINTA)


Cumi masak hitam ini kegemaran suamiku, dia paling doyan deh klo cumi dimasak seperti ini. Walaupun dimasak yang lain juga doyan sih, hehehee...
Memang betul si tinta hitam dari cumi ini memberikan sensasi gurih yang berbeda. Jangankan cuminya, kuah bumbunya aja dimakan dengan nasi panas udah endaaaang bambang gulindang... *ngetik sambil ngencesss... :D

Ibu saya klo masak cumi seringnya ya dimasak hitam gini. Tapi saya sendiri agak jarang, seringnya dimasak kare atau jadi calamari ring alias cumi goreng tepung, heuheuheuu...
Agar tinta hitam si cumi tidak terbuang, hati-hati saat mencuci si cumi. Keluarkan kepala cumi dengan perlahan agar kantong tinta tidak pecah. Ini kemarin saya kemarin ada beberapa yang pecah akhirnya si tinta hanyut bersama aliran air keran, huhuuuu...

Saya lebih suka menggunakan cumi ukuran sedang, tidak terlalu kecil. Karena saat dimasak ukurannya akan mengecil dari ukuran awal.
Untuk memasak cumi agar dagingnya tidak keras alternatifnya ada 2, yaitu dimasak secara singkat sekali atau lama sekali.
Klo mau singkat, gunakan api yang besar, sambil sesekali diaduk agar tidak gosong. Klo mau lama, gunakan api kecil saja dan biarkan hingga air berkurang dan bumbu meresap.

Resepnya asal cemplung aja, nyontek dari pengalaman melihat Ibu masak di dapur, hehehee... Bumbunya cuma iris-iris dan geprek-geprek aja. Praktis ;)

Cumi Masak Hitam (Cumi Masak Tinta)
by Ricke Indriani

Bahan:
500 gram cumi ukuran sedang
Air jeruk nipis sedikit
Garam sedikit (1/4 sdt)

6 butir bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
1 cm lengkuas, digeprek
1 cm jahe, digeprek
1 batang serai, digeprek
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk, sobek sobek
Cabai hijau secukupnya, iris serong (saya gak pakai soalnya biar Dhifa bisa ikutan makan juga), ibu saya biasanya pakai

3/4 sdt garam
3/4 sdt kaldu bubuk
1/4 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir

Sedikit air untuk meresapkan bumbu, sekitar 100 ml
Minyak goreng untuk menumis

Cara membuat:
1. Cumi dicuci bersih. Hati-hati jaga agar kantong tinta jangan pecah. Keluarkan kepala cumi dengan perlahan. Buang tulang rawan di bagian punggung cumi. Tiriskan. Lumuri air jeruk nipis dan garam. Sisihkan dan diamkan 15 menit.
2. Panaskan minyak goreng. Tumis bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, serai, daun salam dan daun jeruk hingga harum. Masukkan cabai hijau, tumis sebentar.
3. Masukkan cumi. Aduk rata hingga cumi agak mengkerut. Tambahkan air, garam, kaldu bubuk, merica bubuk dan gula pasir. Masak hingga kuah berkurang dan mengental. Cicipi. Angkat dan sajikan.

Selamat mencoba ^___^

SUP JAMUR TIRAM (OYSTER MUSHROOM SOUP)


Salah satu menu yang saya masak kemarin setelah hampir seminggu off di dapur karena kurang sehat.
Memilih menu yang simple saja, bersama udang goreng tepung dan kerang rebus kesukaan Nadhifa.

Saya rasa teman-teman semua sudah bisa membuatnya ya.. Bahan utamanya jamur tiram (oyster mushroom), dengan tambahan bakso sapi yang diiris, daun bawang dan daun seledri. Bumbunya hanya bawang putih, garam, merica bubuk, sedikit gula pasir dan kaldu bubuk.

Walaupun bumbu minimalis, tapi segar sekali. Saya seringkali menyantapnya begitu saja. Saya memang suka olahan si jamur tiram ini, dibikin sup seperti ini, dipepes, crispy jamur, sate jamur. Semuanya suka... ^___^

Thursday, January 12, 2012

AYAM GORENG MENTEGA


Rasanya sudah lama gak posting daily menu. Saking malesnya motret-motret masakan. Habis masak langsung lanjut ngerjain pesanan dan beres-beres, laper, dan langsung makan deh :D

Kebetulan kemarin juragan di rumah lagi ambil cuti dari kantor 2 hari. So luangkan waktu tanpa mengurusi pesanan tapi mengurusi juragan dulu, heheheheee...
Abi minta dibuatin ayam goreng mentega. Kebetulan saya juga suka banget sama olahan dengan saus mentega ini, mau udang, ayam, cumi, ikan, dsb semua suka. Masaknya juga pake bumbu minimalis (bukan meni males lho ya, xixixixiiiiii....)

Seperti biasa klo masak jarang banget pake takaran pasti, lebih mengandalkan feeling aja takarannya, cemplung-cemplung, icip-icip, done :D

Ayam Goreng Mentega
by Ricke Indriani

Bahan:
500 gram ayam, cuci bersih dan potong-potong sesuai selera (ukurannya jangan terlalu besar)
2 siung bawang putih, haluskan
Sejumput garam
Merica bubuk secukupnya
Air 1 gelas
Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng ayam

Bahan saus mentega:
2 siung bawang putih, cincang halus
1 buah bawang bombay, iris memanjang
2-3 sdm saus tiram
1 sdm kecap inggris (worchestersire sauce)
2 sdm kecap manis
3 sdm munjung margarin/salted butter
2 sdm minyak goreng
Merica bubuk secukupnya

Cara membuat:
1. Taruh ayam dalam panci, beri 1 gelas air, bawang putih halus, garam dan merica. Masak dengan api sedang hingga airnya berkurang dan ayam matang. Angkat dan tiriskan.
2. Goreng ayam sebentar saja hingga berkulit agak kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sisihkan.
3. Panaskan margarin/salted butter dan minyak goreng. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan agak layu. Masukkan saus tiram dan kecap inggris. Aduk rata. Masukkan ayam. Beri kecap manis dan merica bubuk. Aduk rata hingga ayam terbalut rata oleh bumbu saus. Angkat. Sajikan.

Note: Saya sengaja merebus ayam terlebih dahulu agar ayam matang sempurna dan bumbu meresap. Tetapi jika potongan ayam dibuat kecil-kecil ayam bisa langsung digoreng dengan minyak banyak hingga matang. Sebelumnya ayam dimarinade dulu dengan bumbu sekitar 15 menit.
Bila suka dengan aroma kecap ingrris yang lebih kuat, bisa memakai 2 sdm kecap inggris.

Selamat mencoba :)

Monday, May 16, 2011

SAMBAL UDANG TELUR PUYUH


Ahhhh... Saya memang suka banget sama masakan yang satu ini. Bisa lupa diri klo sudah makan ini bersama nasi panas, bisa nambah dan nambah lagi. Buat yang lagi diet tentu akan merusak diet Anda, xixixiixiiiii....
Sebagai teman makan nasi tanpa lauk atau sayur lainnya sudah cukup buat saya, hehehee...

Ibu saya termasuk yang sering membuat sambal udang telur puyuh ini. Dan saya memang sudah jarang masak yang pedas-pedas sejak Nadhifa sudah bisa makan nasi, soalnya suka malas bikin masakan jadi banyak macem pedas dan tidak pedas, hihihiii... Pemalas :p
Selain itu juga karena suami saya sekarang sedang tidak bisa makan makanan yang terlalu pedas, tenggorokannya tidak kuat.
Tapi boleh lah sekali-kali memanjakan lidah sendiri. Hari Minggu kemarin saya sengaja memasak ini saat di warung sayur melihat sekeranjang telur puyuh, langsung deh beli seperempat kilo khusus untuk dimasak sambal udang telur puyuh ini ^__^
Untuk Nadhifa dan Abinya saya juga memasak gurame goreng dan tumis kangkung gak pake pedas ;)

Resepnya pakai resep Bu Fatmah NCC, tapi dimodifikasi sesuai dengan bahan yang ada dan selera. Memang benar kata Bu Fat, it's miroso! :D
Resep asli bisa dilihat disini.

Sambal Udang Telur Puyuh
Adapted from Fatmah Bahalwan NCC, modified by Ricke

Bahan:
250 gram udang, kupas
1/2 buah jeruk nipis
Sedikit garam dan merica bubuk untuk seasoning
250 gram telur puyuh, rebus sampai matang dan kupas
1 papan petai, iris memanjang ~ skip saja bila tak suka :)

1 batang sereh, geprek
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 ruas lenguas, geprek
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk

Bumbu halus:
6 buah cabai merah besar
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih

Minyak goreng untuk menumis

Cara membuat:
1. Lumuri udang dengan air jeruk nipis, garam dan merica bubuk. Sisihkan.
2 Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus, sereh, daun salam, daun jeruk dan lengkuas sampai harum. Masukkan udang. Aduk rata dan masak hingga berubah warna. Beri garam, gula pasir dan merica bubuk. Masak terus hingga bumbu tanak/matang.
3. Masukkan telur puyuh. Aduk hingga rata. Angkat dan sajikan.

Simply delicious! ^__^

Wednesday, May 4, 2011

CUMI ISI MASAK KARE PETE


Ini menu makanku kemarin. Suka banget sama cumi yg dimasak begini. Ibuku sering banget bikin cumi dimasak seperti ini. Jadi ya terinspirasi dari beliau cerita awalnya ^_^

Tapi seperti biasa, klo masak jarang pake resep pasti alias seringnya pake resep cemplang cemplung yg penting tau bumbu dasarnya :D
Tapi soal rasa alhamdulillah juragan di rumah selalu bilang "Alhamdulillah enak Bunda." ;)
Itulah yg paling membahagiakan ^_^

Dulu aku bilangnya cumi yg diisi kayak gini dg sebutan 'cumi gendut' :D, kan cuminya jadi montok karena dikasih isian, qiqiqiqiiii...
Dimakan pakai nasi panas, disiram kuah karenya yg kental, wuuiihhhh... Nikmehhh ^_^

Oya, saya tambahkan pete karena memang ibu saya suka membuatnya dg pete, sebenarnya saya jarang sekali makan pete, paling buat nasi goreng atau sambal goreng kentang/udang saja. Makanya kemarin pas lihat ada pete di warung dan beli agak kaget juga ternyata harga pete lumayan juga yaaa... Saya beli 2500/papan, tapi memang petenya lumayan besar dan panjang sih... Belinya juga cuma 1 papan aja, hihihiiii...
Kok jadi curhat soal pete ya? :D

Yang mau mencoba silahkan ini resepnya... Buat yg gak suka pete silahkan diskip aja :)


Cumi Isi Masak Kare Pete

Bahan:
500 gram cumi ukuran sedang, pisahkan kepalanya dan bersihkan tintanya, kuliti kulit arinya yg berwarna ungu hingga cumi menjadi putih bersih
1 sdm air jeruk nipis
1 papan pete, kupas dan belah 2 biji petenya
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk purut, sobek-sobek
1 batang serai, geprek
2 sdm air asam jawa (dari 2 sdt asam jawa dicampur 2 sdm air, ambil airnya dan buang ampas+bijinya)
500 ml santan kental
1 sdm munjung bubuk kare (curry powder)
1 buah cabai merah, diiris serong (optional saja), atau bisa juga pakai cabai rawit utuh
Garam, merica bubuk, kaldu bubuk dan gula pasir secukupnya (tergantung selera)
Minyak goreng untuk menumis

Bahan isi:
1/2 buah tahu putih, haluskan
1 butir telur, kocok lepas
1 buah wortel, diserut kasar
1 batang daun bawang, diiris halus
1 genggam daun kemangi
Garam dan merica bubuk secukupnya

Bumbu halus:
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
3 cm kunyit, dibakar
2 cm lengkuas
3 butir kemiri, sangrai
1 sdm ketumbar
1 sdt peres jintan

Cara membuat:
1. Lumuri cumi dengan air jeruk nipis, beri sedikit garam dan merica bubuk. Diamkan dalam kulkas minimal 15 menit.
2. Campur semua bahan isi. Ambil satu buah cumi, isikan bahan isi sambil dipadatkan, sematkan dengan lidi/tusuk gigi. Lakukan sampai habis. Kepala cumi tetap dimasak.
3. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk purut, serai hingga harum. Masukkan pete, tumis sebentar. Masukkan air asam jawa. Aduk rata. Masukkan santan dan didihkan.
4. Masukkan cumi (berikut kepalanya). Beri garam, merica bubuk, kaldu bubuk dan gula pasir. Masak hingga bumbu meresap. Masukkan cabe merah. Aduk rata. Angkat. Hidangkan.

Selamat mencoba ^__^

Friday, April 15, 2011

EMPEK EMPEK (PEMPEK) PALEMBANG


Alhamdulillah akhirnya bisa posting resep pempek. Saya cocok dengan resep ini karena empek-empeknya cukup lembut dalamnya, tidak terlalu kenyal atau keras. Sudah cukup lama saya pakai resep ini.

Kebetulan dulu waktu masih sekolah suka bantuin tetangga yang orang Palembang bikin empek-empek walau dulu mana kepikiran mau bikin empek-empek sendiri. Bantuin karena ada maunya, soalnya pulangnya pasti dikasih 'upah' beberapa biji empek-empek, wkwkwkwkkkk... Segitu aja udah seneng bangettt, xixixixiiiiii....

Resep ini awalnya dulu saya lihat sempat beredar di milis NCC, tapi bahannya saya modifikasi sesuai kebutuhan dan selera. Saya tidak pakai tepung tangmien, karena ingat dulu tetangga saya yang orang Palembang hanya membuat bahan biangnya dari terigu. Juga dari cara pembuatannya sudah saya sesuaikan dg pengetahuan saya. Alhamdulillah hasilnya memuaskan, kenyal lembut di dalam tapi garing diluar.

Ini dia resepnya…

Pempek Palembang
by Ricke Indriani

Bahan A:
50 gram terigu
200 ml air
2 sdm garam
2 sdt gula pasir
4 siung bawang putih, haluskan
2 sdm minyak goreng

Bahan B:
1 kg daging ikan tenggiri (berat bersih dagingnya saja/fillet), haluskan ~ lebih bagus setelah dihaluskan daging ikannya dibekukan di freezer dahulu, ketika akan dipakai baru dithawing di suhu ruang
200 ml air
2 butir telur, kocok lepas ~ optional jika menginkan pempek yang teksturnya lebih lembut dalamnya

Bahan C:
1 kg tepung sagu tani ~ biasanya tidak akan terpakai semuanya, kadang hanya 700-800 gram saja yang terpakai. Penambahan tepung sagunya bertahap sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dg tangan sampai dirasa sudah cukup dan bisa dibentuk.

Air yang banyak untuk merebus pempek
Minyak untuk menggoreng
Telur untuk isian pempek kapal selam

Pelengkap:
Cuko pempek (kuah pempek) ~ resepnya di bawah ya
Timun, potong kotak kecil-kecil
Ebi yang dihaluskan
Mie kuning atau sohun
Sambal rawit klo mau lebih pedas


Cara membuat:
1. Bahan A: Campur terigu, air, garam, gula pasir dan bawang putih halus. Aduk rata. Masak di atas api kecil sambil diaduk-aduk hingga mengental. Angkat. Masukkan minyak goreng, aduk rata dan dinginkan. Simpan di lemari es/kulkas sekitar 30 menit. Sisihkan.
2. Keluarkan ikan tenggiri yang sudah dihaluskan dari freezer, biarkan mencair dan dagingnya lemas kembali. Dalam keadaan masih dingin, campurkan air dan telur. Aduk rata dengan tangan hingga homogen.
3. Keluarkan bahan A dari kulkas, campurkan dengan bahan B, aduk dengan tangan hingga rata.
4. Masukkan bahan C (sagu tani) sebagian dulu, kemudian aduk dengan tangan (ujung jari) asal rata saja, jangan diuleni terlalu lama. Tambahkan lagi sebagian, aduk lagi dengan ujung jari asal rata. Hentikan penambahan sagu jika dirasa adonan sudah cukup dan bisa dipulung.
5. Adonan siap dibentuk sesuai selera (kapal selam, lenjer, bulat, dll).
6. Rebus pempek yang sudah dibentuk dalam air mendidih yang diberi sedikit minyak goreng (agar tidak lengket satu sama lain) hingga pempek mengambang. Angkat dan tiriskan . Dinginkan. Pempek siap digoreng.

Pempek kapal selam:
1. Pecahkan 1 butir telur ke cangkir kecil, bila perlu buang putih telurnya sedikit agar isian pempek tidak terlalu penuh sehingga mempersulit dan membuat cepat bocor. Tergantung ukuran telurnya juga. Telur tidak perlu dikocok. Sisihkan.
2. Lumuri kedua telapak tangan dengan sagu. Ambil adonan pempek, sekitar 150 gram atau sesuai selera besarnya. Bulatkan dengan telapak tangan. Tekan tengahnya dengan jari, kemudian perlahan buat lubang hingga berbentuk seperti kantung. Bagian bawah harus lebih tebal dari bagian atas agar adonan tidak bocor saat diisi. Pipihkan pinggiran bibir mangkuk adonan. Setelah lubang dirasa cukup, tuang perlahan telur dari cangkirnya. Jangan terlalu penuh, sisakan space untuk merekatkan.
3. Rekatkan bibir adonan dengan cara dijepit-jepit dengan jari sampai benar-benar menyatu. Cemplungkan ke dalam air mendidih perlahan-lahan jangan dibanting! Masak hingga mengapung. Angkat dan tiriskan.

Cuko pempek (kuah pempek):
Nah ini nih yg susah, karena saya bikinnya gak pernah pakai takaran, jadi pakai feeling so strong aja, heheheheee…. Maaf ya ^__^
Yang pasti klo mau cukonya pekat, gunakan gula aren asli yang berwarna pekat. Soal kekentalan tergantung selera saja, klo saya suka cuko yang kental :)
Bahannya:
Gula aren yang berwarna pekat (saya pakai gula aren bubuk)
Asam jawa
Cuka makan (optional)
Air
Bawang putih, haluskan
Ebi sangrai, haluskan
Cabai rawit hijau dan merah (klo mau pedas pakai yang merah), haluskan
Tongcai (saya jarang pakai karena keseringan gak ada di rumah, tapi ini salah satu kunci membuat cuko pempek yg enak)
Garam

Caranya:
Rebus air, gula aren, asam jawa sampai gula larut. Angkat dan saring. Buang ampasnya.
Masukkan bawang putih dan garam. Rebus kembali hingga mendidih. Masukkan ebi, tongcai dan cabai rawit. Masak sebentar. Cicipi. Siap dipakai.

Sajikan pempek bersama pelengkapnya.

Selamat mencoba. Semoga cocok dengan selera :)

Note:
Jumlah sagu yang ditambahkan akan sangat berpengaruh kepada hasil akhir pempek. Semakin banyak sagu yang ditambahkan pempek akan semakin kenyal dan agak keras.
Bila menggunakan ikan gabus, hasilnya akan lebih lembut dibanding menggunakan tenggiri.
Bila menggunakan ikan lain pilih yang dagingnya berwarna putih dan tidak gelap agar hasil pempeknya tidak berwarna kusam atau gelap.

SOTO UDANG


Ini adalah soto yang aku buat beberapa hari kemarin. Kebetulan di freezer masih ada udang yang sudah aku buang kepalanya dan dicuci bersih.
Cuaca lagi hujan terus, enaknya makan yang berkuah anget-anget. Akhirnya bikinlah soto udang ini :)
Resepnya saya adaptasi dari resep soto medan yang ada di Tabloid Saji, tapi sudah saya modifikasi baik bumbu maupun bahan-bahannya.

Soto Udang
by Ricke 'Bunda Nadhifa'

Bahan:
500 gram udang ukuran sedang/besar (berat ini saya dapatkan dari udang tanpa kepala ya...), mau lebih banyak juga lebih mantap ^_^
1500 ml air
500 ml santan kental (saya bikin pakai 400 ml Kara+100 ml air)
1 1/2 sdm garam (atau sesuai selera)
2 sdt kaldu bubuk
2 sdt gula pasir
1 sdt merica bubuk
3 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
2 batang serai, memarkan
3 cm lengkuas, memarkan
Minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus:
10 butir bawang merah
6 siung bawang putih
1 sdm ketumbar
3 cm kunyit, bakar
2 cm jahe
1 sdm ebi

Pelengkap:
Tauge, siangi dan rendam air panas sebentar saja
Daun bawang dan seledri, iris tipis
Tomat merah, belah atau potong-potong
Telur rebus, masingmasing belah 4 bagian
Kentang, digoreng, dipotong-potong
Emping goreng
Bawang goreng
Jeruk nipis
Sambal merah
*Sesuaikan saja sesuai selera dan bahan yang ada ya :)

Cara membuat:
1. Cuci bersih udang, buang kepalanya, kerat punggungnya dan buang kotorannya.
2. Didihkan air. Masukkan santan kental. Kecilkan api.
3. Tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk, serai dan lengkuas hingga harum. Masukkan udang, aduk hingga berubah warna. Masukkan ke dalam rebusan santan. Aduk-aduk hingga mendidih.
4. Beri garam, kaldu bubuk, gula pasir dan merica bubuk. Aduk rata dan cicipi.
5. Sajikan soto bersama bahan pelengkapnya.

Selamat mencoba ^__^

Note: Jumlah bumbu silahkan disesuaikan dengan selera ya. Jangan lupa cicipi dulu setelah dibumbui.
Klo mau ganti udang dengan ayam atau daging juga nikmeh ;)

Monday, February 14, 2011

TEKWAN FOR BU AGUS



Yang ini juga pesanan udah sekitar 2 minggu yang lalu, tapi baru ketemu fotonya sekarang, hihihihiiii...
Tekwan ini dipesan dalam jumlah besar oleh Bu Agus. Untuk porsi sekitar 30 orang lebih. Mau dijadikan hidangan acara arisan keluarga besarnya. Jadinya 2 panci ukuran besar.

Biji tekwan dan teman-temannya gak kelihatan ya, ada dalam panci tapi sedang sembunyi alias tenggelam, heheheee...
Pokoknya lengkap deh isinya: Biji tekwan, udang cincang, jamur kuping, sedap malam kering (bunga pisang kering), bengkuang iris, plus pelengkapnya yaitu sohun, daun bawang+seledri, bawang goreng dan sambel ijo cabe rawit nan pedaaazzzz... Padahal waktu ini dibuat harga cabe rawit lagi melambung tinggi, heheheee... Gak ketinggalan kuah supnya yang gurih pake kaldu udang dan bumbu ebi ^_^

Alhamdulillah semuanya suka katanya. Ada tersisa karena ternyata ada keluarga yang tidak bisa hadir dan akhirnya besoknya dibawa ke kantor buat dibagi ke teman-teman kantornya.

Terima kasih sudah memesan ya Bu. Semoga diberikan kelancaran rizki dan barokah terus buat Ibu. Amiiin... ^_^

FRIED CHICKEN ala KFC



Masih punya ayam di freezer. Sebenernya hari ini aku gak pengen masak (nah lho?!), hehehee... Soalnya nenk Nadhifa lagi susah makan, jadi tadi aku cuma buatin sup bening pake bakso ikan aja buat dia.
Tapi berhubung juragan dan nyonya di rumah juga harus makan, ya udah tadi sore aku bikin fried chicken ini aja buat lauk makan malam nanti.

Resep ini awalnya aku lihat dari website NCC by Bu Fatmah. Cuma kadang2 aku bikinnya gak pake takaran, dikira-kira aja banyak terigunya berapa, bumbunya berapa, heheheee... Klo masak emang suka pake ilmu kira-kira :D

Penampakan dan renyahnya alhamdulillah sudah mirip sama yg di resto. Tapi klo bumbu mungkin berbeda ya, kan katanya klo KFC itu pake 11 (atau 12 ya??) bumbu rahasia, weewww... Klo resep yg ini bumbunya gak sampe belasan kok, hihihihihiiii...

Aku pake basis ayamnya cuma 1/2 ekor atau sekitar 500 gram. Soalnya keluarga kecil sih, hehehee... Klo mau 1 ekor tinggal bikin 2x resep aja.
Resep asli NCC bisa dilihat disini.

Fried Chicken ala KFC
(Adapted from NCC-Bu Fatmah, modified by Ricke)

Bahan:
1/2 ekor ayam (sekitar 500 gram), potong-potong imut juga monggo :P ~ Aku tadi jadinya 6 potong
1 sdt air jeruk nipis
1/2 sdt garam
1 sdt kaldu ayam bubuk (aku pake yg non MSG)
1/4 sdt merica bubuk

Tepung bumbu pelapis:
300 gram terigu protein sedang/all purpose
1 sdm tepung sagu
1/2 sdt soda kue
1/2 sdt garam
1 sdt kaldu ayam bubuk
1/2 sdt merica bubuk
1/4 sdt pala bubuk

Bahan pencelup:
1 butir putih telur
1 sdt kaldu ayam bubuk
250 ml air

Minyak goreng yang banyak untuk menggoreng 'deep frying'.

Cara membuat:
1. Taruh ayam pada wadah, lumuri air jeruk nipis, garam, kaldu ayam bubuk dan merica bubuk. Simpan dalam lemari es selama 1 jam agar bumbu meresap (klo buru-buru bisa minimal 15 menit).
2. Campur semua bahan tepung bumbu. Aduk rata. Sisihkan.
3. Kocok putih telur hingga encer dengan garpu/whisk, beri kaldu ayam bubuk. Aduk rata. Tuang air. Aduk rata. Sisihkan.
4. Panaskan minyak dengan api sedang. Jangan menggunakan api besar agar lapisan tepung tidak cepat gosong sedangkan bagian dalam ayamnya belum matang.
5. Ambil sepotong ayam, gulingkan ke tepung bumbu pelapis sebentar saja (cukup tipis saja), kemudian celupkan ke bahan pencelup sebentar saja, angkat dan gulingkan ke tepung bumbu lagi. Gulingkan sambil dipadatkan agar tepung melekat dengan baik pada ayam. Kemudian cubit-cubit ayam dengan ujung jari kita untuk membuat efek 'kriwil' pada tepungnya ketika digoreng ^__^
6. Goreng ayam dalam minyak yg sudah dipanaskan sambil sesekali disiram jika ada bagian yang tidak terendam minyak dengan sempurna. Bolak balikkan ayam jika dibutuhkan. Goreng hingga kecoklatan an kering. Angkat dan tiriskan.
7. Sajikan dengan saus sambal atau saus tomat.

Tips:
- Gunakan minyak dalam jumlah banyak untuk menggoreng 'deep frying', ini salah satu faktor yang akan membuat ayam menjadi renyah kriuk kriuk.
- Panaskan minyak dengan api sedang, jangan gunakan api besar untuk menghindari tepungnya cepat gosong sedangkan bagian dalam masih belum matang sempurna. Alhamdulillah aku klo bikin selalu matang sampai ke bagian dalam.
- Saat membalut ayam dengan tepung bumbu, balut sambil dipadatkan tepungnya agar menempel dengan baik pada ayam. Kemudian cubit-cubit dengan menggunakan ujung jari-jari kita untuk mendapatkan efek 'kriwil' pada tepungnya saat digoreng.
- Kita tidak bisa mengharapkan ayam setelah digoreng dan didiamkan di suhu ruang akan dapat bertahan terlalu lama renyahnya.
Jika kita membeli ayam dari resto fried chicken terkenal sekalipun, jika kita bawa pulang dan didiamkan agak lama juga pasti akan tidak renyah lagi.
Ayam yg disimpan di rak display di resto akan lebih tahan lama renyahnya karena rak displaynya mempunyai penghangat (display warmer/display heater) untuk menjaga ayam yg telah digoreng tetap renyah dan fresh ^__^
Alhamdulillah ayam yang aku buat tadi sore digoreng pas mau dimakan malamnya masih renyah kok ;)
- Jika ingin membuat versi pedas atau versi lada hitam, tinggal ditambahkan cabe bubuk atau lada hitam yg kasar (jangan pake yg terlalu halus lada hitamnya karena bisa bercampur dengan tepung nanti tepungnya malah jadi ikut berwarna gelap).
- Minyak bekas menggoreng ayam memang akan menjadi keruh karena bercampur dengan tepung. Tapi selama minyaknya tidak mengalami oksidasi berlebihan sampai berwarna kehitaman minyak masih bisa dipakai kembali. Setelah selesai menggoreng, dinginkan minyak dan diamkan beberapa jam (atau semalaman), nanti tepungnya mengendap di bagian bawah dan minyaknya memisah di bagian atas. Saring perlahan minyaknya, buang endapan tepungnya.

Selamat mencoba ya, semoga cocok ^_^

VEGIES CREAM SOUP (TANPA SUSU)



Mumpung Nadhifa bobo, upload foto dulu sebentar. Foto ini saya ambil kemarin sambil nunggu Nadhifa bangun dan mau disuapin makan siang.

Ini cream soup yang saya buat kemarin untuk Nadhifa (tapi ujung-ujugnya saya juga ikut makan, hehehee...). Sengaja gak pakai susu karena pencernaan Nadhifa lagi kurang bagus.
Klo diingat-ingat, modelnya kayak chicken mushroom cream soup yg ada di resto Pizza itu, soupnya kental dan creamy tapi gak putih dan gak berasa susu, cenderung agak bening tapi kental. Perkiraan saya sih memang gak pake susu kali ya? :)

Nadhifa gak mau makan pake nasi, jadi memanfaatkan roti tawar saja yang dipotong-potong dan di-toast dulu sebentar di fry pan sampe agak kering dan kecoklatan.
Alhamdulillah Nadhifa mau makan supnya, bahkan dengan senangnya mencemplungkan potongan roti ke mangkuk supnya ^_^

Resepnya hampir sama dengan resep cream soup yang ada di resep Zuppa Soup yang pernah saya posting disini.

Bedanya kali ini gak pakai susu, jadi kuahnya hanya pakai air saja semuanya. Trus isinya cuma sayuran aja: jagung manis dipipil, wortel dipotong kotak kecil-kecil, dan jamur kancing diincang kasar. Gak pake ayam atau sosis seperti pada resep zuppa soup. Makanya saya kasih judul 'Vegies Cream Soup' :)

Yang mau nyobain silahkan yaaa... Mungkin bisa buat alternatif buat yang gak begitu suka sama susu tapi pengen makan cream soup ^_^

AYAM GORENG BUMBU MANIS



Nadhifa suka banget sama ayam goreng yang satu ini. Bisa minta digadoin terus sampe kenyang deh, hehehee... Klo aku makannya pakai sambel terasi ^_^
Bumbu dasarnya hampir sama dengan ayam goreng biasa, hanya saja diungkep bersama santan dan ditambahkan gula aren/gula merah yang memberikan sensasi rasa 'manis' dan gurih.

Yang mau coba ini resepnya, saya adaptasi dari Tabloid Saji...

Bahan:
500 gram ayam, potong-potong sesuai selera
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk, sobek-sobek
2 batang serai, memarkan
300 ml santan sedang
3 sendok makan gula merah sisir (saya pakai gula aren bubuk)
1 sdm air asam jawa (dari 1/2 sdt asam jawa dan 2 sendok makan air)
Minyak untuk menggoreng

Bumbu halus:
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 cm lengkuas (bila suka bisa dilebihkan, sebagian diparut untuk bumbu serundeng lengkuas)
1 sdm ketumbar
3 butir kemiri, disangrai/dibakar
1/4 sdt jintan
1 1/2 sdt garam (atau sesuai selera)
1/2 sdt merica

Cara membuat:
1. Rebus ayam bersama santan, bumbu halus, daun salam daun jeruk, serai, gula merah/aren dan air asam jawa sampai meresap dan airnya kering. Sambil sesekali diaduk agar bagian bawang tidak cepat gosong/berkerak.
2. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang kecoklatan. Sajikan.

Saturday, January 8, 2011

BEEF AND EGG PIE



Sarapanku tadi pagi. Niat awal mau shaum, tapi pagi-pagi badan lemes banget dan ada 3 pesanan yang harus aku kerjakan. Badan lagi gak fit hari ini.

Bikinnya gampang banget, pakai kulit puff pastry siap pakai. Resepnya adaptasi dari Joy of Baking. Bisa dilihat disini.

Resep asli pakai ham, tentu saja aku gak pakai itu :) Aku ganti pakai daging beef burger dan sosis. Aku juga hanya pakai loyang pie diameter 18 cm (resep asli 23 cm) dan pakai 4 butir telur (resep asli 7 butir telur).

Ini bisa jadi salah satu alternatif menu sarapan atau bekal sehat untuk si kecil atau teman-teman yang mau bawa bekal ke kantor ^_^
Nadhifa juga suka banget: "Bua, agih agih..." (Bunda, lagi lagi... - red) ^_^



Beef and Egg Pie
(Adapted from Joy of Baking, modified by Ricke 'Bunda Nadhifa')

Bahan:
2 lembar kulit puff pastry siap pakai (frozen puff pastry sheet), dithawing di suhu ruang sekitar 15-20 menit
5 buah daging beef burger/smoked beef, iris-iris
3 buah sosis sapi, iris bulat
4 butir telur
1 batang daun bawang, iris halus
Keju cheddar/quick mel/mozarella (sesuai selera), parut

Bahan olesan:
1 butir kuning telur+1 sdm susu cair, aduk rata
Sedikit oregano kering untuk taburan (optional)

1. Panaskan oven 200'C. Siapkan loyang pie loose base ukuran diameter 18 cm, olesi margarin tipis.
2. Siapkan selembar kulit puff pastry yang sudah dithawing, perlahan letakkan ke dalam loyang pie, tekan-tekan lembut hingga fit dengan dasar loyang dan pinggiran loyang. Potong kelebihannya.
3. Tata setengah bagian daging beef burger/smoked beef dan setengah bagian sosis.
4. Pecahkan telur satu persatu langsung di atas daging dan sosis yang telah ditata (seperti memecahkan telur ceplok), pecahkan di empat tempat. Kemudian tusuk kuning telurnya dengan garpu cukup sampai kuning telurnya pecah tapi jangan diaduk.
5. Tata kembali sisa daging beef burger/smoked beef diatasnya. Beri daun bawang dan terakhir beri keju parut merata.
6. Tutup bagian atas dengan selembar kulit puff pastry. Tekan-tekan pinggirannya agar menyatu dengan kulit puff pastry di bawahnya. Potong kelebihannya.
7. Olesi permukaannya dengan campuran kuning telur dan susu cair. Taburi oregano kering.
8. Panggang dalam oven hingga matang dan kulit puff pastry mejadi kecoklatan permukaannya. 20-30 menit. Angkat. Diamkan sebentar dalam loyang, keluarkan dan sajikan panas dengan saus sambal dan saus tomat botolan.

Note: Kulit pastry bagian dalamnya memang tidak akan renyah banget karena adanya bahan isi yg 'basah'. Jadi hanya kering dan renyah permukaan kulitnya saja.

MIE KOCOK BANDUNG



Hari ini hujan terussss... Paling enak makan yang berkuah panas-panas, segeeerrrrrrr.... Apalagi ditambah sambel yang hot. Sluuurrrrpppppp... ^_^

Weekend kemarin sempat beli kikil kaki sapi, tapi masih tentram dan damai aja di freezer, blum diolah. Ya sudah, hari ini dibikin mie kocok bandung aja deh. Kebetulan masih punya stok mie gepeng rebonding alias mie lurus, xixixixixiiiiii....

Ini resepnya asal cemplung aja yah. Bumbunya pake ilmu kira-kira (kira-kira bener, atau kira-kira salah ya? kekekekekkkk...). Ahhh, yang penting mah jadi juga makan mie kocok Bandung hari ini. Dan yang paling menyenangkan kata suamiku lebih enak dari mie kocok Bandung yang biasa kami beli disini. Uhuuuyyyy... Senangnya pake ilmu kira-kira :D

Mie Kocok Bandung
by Ricke 'Bunda Nadhifa'

Bahan:
200 gram mie telor gepeng lurus (1 bungkus), rebus hingga matang. Tiriskan.

Kuah kaldu:
500 gram kaki sapi (pilih yang kikilnya banyak yah) ~ aku beli di supermarket sudah dalam keadaan putih bersih ^_^
2,5 liter air
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk

Bumbu halus:
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1 butir kemiri, bakar sebentar

10 buah ebi (udang kering), haluskan

2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk, sobek-sobek
1 batang serai, memarkan
2 cm jahe, digeprek
Minyak untuk menumis

Garam, merica bubuk, gula pasir, kaldu sapi bubuk secukupnya ~ tergantung selera aja

Bahan pelengkap:
15 butir bakso sapi kecil (atau terserah selera aja banyaknya)
100 gram tauge panjang, siangi, rendam air panas hingga agak layu sebentar saja. Tiriskan.
1 batang daun bawang, iris tipis
1 batang seledri, iris halus
Bawang goreng
Jeruk nipis
Sambal ulek merah
Emping atau kerupuk
Kecap manis (klo suka)

Cara membuat:
1. Kuah kaldu: Didihkan air, beri garam dan merica bubuk. Rebus kaki sapi hingga empuk.
2. Tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk, serai dan jahe hingga harum. Masukkan ebi, umis sebentar.
3. Masukkan tumisan ke dalam kuah kaldu, masak terus hingga kaki sapi benar-benar empuk dan bumbu meresap. Tambahkan garam, merica bubuk, gula pasir dan kaldu sapi bubuk. Cicipi rasanya.
4. Masukkan bakso sapi, masak hingga bakso mengapung dan matang.

Cara penyajian:
Tata dalam mangkuk saji: Mie, tauge, kikil kaki sapi yg sudah dipotong-potong, bakso sapi, daun bawang, dan daun seledri. Siram dengan kuah kaldu panas. Taburi bawang goreng. Sajikan dengan jeruk nipis, sambal ulek merah, kerupuk/emping dan kecap manis.

Note: Klo ada yang heran, kok ga ada kocok mengocoknya ya? Heheheee....
Karena ini homemade ya bikinnya gak pake acara mengocok. Nah, klo di penjual mie kocok Bandung memang dibuat dengan cara dikocok, yaitu mie dan taugenya dimasukkan kedalam saringan berbentuk seperti cup tapi bolong-bolong, trus dicelupkan ke dalam panci berisi air panas dan digerakkan naik turun (diangkat dan dicelup kembali) seperti mengocok. Baru ditiriskan dan ditaruh ke dalam mangkuk ^_^

Saturday, December 25, 2010

ZUPPA SOUP



Long weekend ini kami gak kemana-mana. Just enjoying our times together aja. Makan ga makan asal kumpul, halah! kok ya ga nyambung??? Kekekekekkkk...
Sebenernya hari ini lagi males banget masak. Badan masih berasa 'remuk' karena beberapa malam sebelumnya begadang terus ngerjain pesanan yang pada diambil nyubuh. Hasilnya banyak yg 'bablas' gak terdokumentasikan, hiiikkkkzzzz.... Tapi gak apa-apa deh yang penting duit kumpul, xiixixixiixixiiii... :D

Setelah sarapan eh tiba-tiba suami punya ide (baca: minta) bikin zuppa soup. Kebetulan di freezer masih ada sisa kulit puff pastry siap pakai. Tapi bahan buat soup-nya gak ada, kulkasnya 'sekarat', hihihihiiii... Ya sudah sekalian suamiku mu beli pot bunga untuk tanamannya, sekalian juga belanja bahan-bahannya dan ngajak Nadhifa main.

Alhamdulillah, akhirnya jadi juga hari ini kami menikmati zuppa soup yang uenaaakkkkk... Cream soup-nya hasil cemplung-cemplung aja, biasa pake ilmu kira-kira, heheheee... Klo masak emang suka begitu, beda sama baking yang mesti ada takaran akuratnya, hihihihiiii...

Cream soup-nya teuteup donk pake susu. Tapi cuma pake setengah kaleng susu evaporated (skitar 125 ml), biar gak terlalu susu banget. Tadinya malah mau bikin gak pake susu aja, kayak cream soup yang ada di resto Pizza ternama itu lhooo... Soupnya cuma kental tapi cenderung bening, perkiraanku ya pasti gak pake susu. Tapi karena suamiku request bikin yang 'creamy' jadi ya pake susu deh! ^_^

Senangnyaaaa... Nadhifa doyan bangettttt, sampe nambah dan nagih terussss, heheheee... Dia emang suka sama cream soup. Ahhhh... Itulah kepuasan memasak untuk keluarga!



Zuppa Soup
by Ricke 'Bunda Nadhifa'

Bahan:
Kulit puff pastry siap pakai, potong-potong sesuai ukuran mangkuk yang dipakai

250 gram fillet ayam, potong dadu kecil-kecil
5 buah sosis ayam, potong dadu kecil-kecil
100 gram jamur kancing kalengan, iris tipis (aku pake 1/2 kaleng dengan kemasan berat bersih skitar 200 gram)
2 siung bawang putih, geprek dan cincang halus
1 buah bawang bombay ukuran sedang, cincang kasar
1 liter air
125 ml susu evaporated
1 1/2 sdt garam
1 sdt kaldu ayam bubuk
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
3 sdm margarin
5 sdm terigu

Kuning telur, kocok lepas untuk bahan olesan
Oregano kering bubuk untuk taburan (optional, aku iseng aja ditaburin, heheheee...)

Cara membuat:
1. Panaskan margarin, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan layu. Kecilkan api. Masukkan terigu, aduk rata hingga terigu bercamur dengan tumisan. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk hingga air habis.
2. Masukkan ayam, masak hingga mendidih dan mengental dengan api sedang. Masukkan jamur dan sosis. Beri garam, kaldu ayam bubuk, merica bubuk dan gula pasir. Masak sebentar hingga jamur dan sosis matang.
3.Masukkan susu evaporated. Masak sambil diaduk-aduk agar susu tidak pecah hingga mendidih pertama kali. Matikan api. Cicipi dan sesuaikan dengan selera.
4. Panaskan oven 200'C. Siapkan mangkuk keramik tahan panas, tuang sup ke dalam mangkuk (jangan terlalu penuh). Tutup dengan kulit puff pastry. Oles kuning telur, taburi oregano. Panggang dalam oven hingga puff pastry mengembang, kecoklatan dan renyah. Angkat. Sajikan.

Tips:
- Untuk variasi, bisa juga ditambahkan jagung manis pipil dan wortel yang dipotong dadu kecil-kecil.
- Jangan mengisi mangkuk terlalu penuh karena ketika dipanggang sup akan mendidih. Klo terlalu penuh nanti meluap keluar atau menyebabkan kulit pastry basah.
- Jika menginginkan zuppa puff pastry yang menggelembung tinggi (high dome), masukkan sup ke dalam mangkuk dalam keadaan panas/hangat. Ketika sup dipanngang akan cepat menghasilkan uap panas dan menekan kulit puff pastry sebelum sempat mengembang berlapis-lapis, hingga menghasilkan zuppa yang menggelembung membulat ke atas.
- Jika menginginkan zuppa yang mengembang berlapis-lapis dan tebal, masukkan sup ke dalam mangkuk dalam keadaan dingin. Saat dioven, kulit puff pastry akan mempunyai cukup waktu untuk mengembang lapisan-lapisannya sebelum sup mendidih.

Terserah deh mau yang mana, yang penting enyaaaakkkk.... Heheheee...

Selamat mencoba ^_^

Thursday, December 9, 2010

GURAME GORENG ASEM MANIS



Ini menu makan kami sekeluarga kemarin. Kebetulan tukang sayur lagi bawa ikan gurame 2 ekor walaupun ukurannya gak begitu besar.

Suamiku suka banget sama yang namanya gurame goreng asem manis. Dulu waktu masih suka wiskul alias wisata kuliner klo ke resto seafood suka pesan gurame asem manis ini, tapi ya gak sering-sering soalnya harganya bikin kantong jeboooolllll, hehehheeee...

Biasanya klo guramenya ukuran besar, dagingnya aku fillet trus dibalut tepung maizena dan digoreng, sisa badannya yang masih utuh juga dibalut tepung maizena dan digoreng sampe garing. Daging fillet yang sudah digoreng kemudian diletakkan kembali di atas badan ikan. Tapi berhubung kemarin guramenya berukuran kecil jadi ga difillet lagi, langsung digoreng utuh aja.

Paling suka klo saus asem manisnya pake potongan nanas, lebih segar dan harum! Seneng banget lihat suamiku makannya lahap banget. Nadhifa juga suka lhooo... ^_^

Gurame Goreng Asem Manis
by Ricke 'Bunda Nadhifa'

Bahan:
2 ekor ikan gurame ukuran sedang
1 buah jeruk nipis, peras airnya
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
4 sdm tepung maizena
Minyak yang banyak untuk menggoreng

Bumbu halus:
3 siung bawang putih
2 siung bawang merah
1 sdt ketumbar
1 cm lengkuas

Saus asem manis:
2 siung bawang putih, cincang halus
1/2 buah bawang bombay, iris memanjang
1 cm jahe, iris korek api
1 buah wortel, iris korek api
Nanas secukupnya, buang bagian bonggol tengahnya, potong-potong
2 batang daun bawang, iris panjang 2 cm
8 sdm saus tomat
200 ml (1 gelas) air
2 sdm gula pasir
Garam, merica bubuk dan kaldu bubuk secukupnya
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Cara membuat:
1. Bersihkan ikan gurame, kerat-kerat badannya, lumuri dengan air jeruk nipis. Beri garam dan merica bubuk. Lumuri dengan bumbu halus sampai rata. Diamkan dalam kulkas sekitar 15-30 menit agar bumbu meresap.
2. Taburi seluruh badan ikan dengan 2 sdm maizena, balik dan taburi lagi sisi yang satunya dengan 2 sdm maizena. Goreng dalam minyak panas hingga matang dan kering. Tingkat kekeringan sesuai selera aja yah. Angkat. Tiriskan. Sisihkan.
3. Panaskan 2 sdm minyak goreng, tumis bawang putih, bawang bombay dan jahe hingga harum. Masukkan wortel. Tumis hingga agak layu. Masukkan saus tomat. Aduk rata. Tambahkan air. Aduk rata. Masukkan nanas dan daun bawang. Didihkan sebentar. Masukkan gula pasir, garam, merica bubuk dan kaldu bubuk. Aduk rata. Masukkan larutan maizena sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga mengental. Klo sudah dirasa cukup kekentalannya hentikan penambahan larutan maizenanya. Angkat.
4. Taruh ikan di piring saji. Siram atasnya dengan saus asem manis. Sajikan hangat.

Selamat mencoba ^_^