Showing posts with label Dessert. Show all posts
Showing posts with label Dessert. Show all posts
Wednesday, December 21, 2016
FIRST BAKE IN THE NEW PLACE: MINI APPLE PIES
Bismillah.
Assalamu'alaikum semuanya. Here I am, back in routine activities as a wife, a mother, and mmmm... a blogger? Walaupun sudah lamaaa sekali rasanya nggak update blog, hiks! Banyak teman-teman yang bolak-balik tanya kapan ngeblog lagi, kapan blognya di-update, dll. Sekarang dicoba untuk mulai ngeblog lagi, semoga bisa rajin posting seperti dulu (ffiiuuhhh).
Ohya, setelah satu tahunan back for good ke Indonesia dari negeri ginseng, sekarang saya dan keluarga ditakdirkan Allah untuk merantau kembali. Kali ini kami merantau ke negeri Ratu Elizabeth. Mohon doanya ya, semoga segala urusan kami disini diberi kemudahan. Aamiin. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit sudah mulai settle di tempat yang baru, walau masih dengan perkakas yang terbatas.
Setelah menempati rumah yang baru, selanjutnya urusan di dapur adalah mengenali oven yang ada di rumah. Di UK, hampir setiap rumah memiliki oven di dapurnya. Oven sudah seperti rice cooker lah kalau di Indonesia, karena kuliner orang sini banyak yang diolah dengan menggunakan oven. Nah, oven yang ada di rumah yang saya tempati ini kalau kata saya agak 'ajaib', hihihii... Kenapa ajaib, karena pintu ovennya nggak ada kacanya, jadi nggak bisa ngintip progress kue yang sedang dipanggang di dalam oven (iya, bikin kepo). Selain itu, ovennya juga nggak ada settingan api bawah saja atau api atas saja, jadi jika oven dinyalakan otomatis api atas dan bawah menyala bersamaan. Harus bisa mengatur suhu oven, mengatur letak loyang dan posisi rak oven, juga harus bisa mengira-ngira kapan bisa membuka pintu oven untuk mengecek kue. Oh, oven semoga bisa berdamai denganku ya :D
Saat membuat apple pies ini, disini masih late autumn atau akhir musim gugur. Daun-daun sudah full berubah warna menjadi merah, kuning, oranye atau coklat sesuai jenis pohonnya dan daunnya sudah berguguran. Ohya, saat membuat mini apple pies ini, saya belum mempunyai mixer. Saya memang bisa dibilang saat pindahan ke UK nggak bawa perkakas baking, jadi berasa semua mulai dari nol lagi disini. Nah, membuat pie kan bisa dikerjakan manual tanpa mixer. So, jadilah baking pertama saya kencan dengan si oven membuat mini apple pies ini. Lalu karena isian pienya berlebih, esok harinya saya bikin adonan shortcrust lagi lalu dibikin pie versi rustic alias galette yang isiannya dicampur dengan blueberries dan raspberries. Fruits galette akan saya posting di postingan selanjutnya ya.
Resep apple pies yang saya gunakan masih sama dengan yang dulu pernah saya posting disini. Hanya saja cetakan mini pies-nya menggunakan ukuran yang lebih kecil. Resepnya saya copykan lagi disini ya. Silahkan yang mau mencoba.
APPLE PIE
by Ricke Indriani
Bahan Pie Crust:
500 gram terigu protein sedang
300 gram butter/margarin, dingin
3 kuning telur
2 sdm gula halus
½ sdt garam
1 sdt vanilla
Bahan isi:
6 buah apel (sebaiknya pilih apel bertekstur renyah dengan rasa asam manis)
1 sdm air jeruk lemon
100 gram gula pasir (bisa juga menggunakan brown sugar)
2 sdm gula aren bubuk (skip bila menggunakan brown sugar)
¼ sdt garam
1-2 sdt kayu manis bubuk (sesuaikan dengan selera)
2 sdm maizena
50 gram butter/margarin
50 gram kismis/mixed fruits, rendam air panas, tiriskan dan cincang kasar
Olesan:
2 kuning telur, kocok lepas
Cara membuat:
1. Isi: Kupas apel, buang bagian bijinya dan potong-potong dadu kecil kemudian tempatkan dalam wadah. Beri air jeruk lemon, aduk rata. Masukkan gula pasir, gula aren bubuk/gula merah, garam dan kayu manis bubuk. Aduk rata. Simpan dalam lemari es selama 30 menit hingga apel keluar airnya (juicenya).
2. Taburi dengan maizena, aduk rata. Panaskan apel bersama airnya di atas api sambil diaduk-aduk hingga mengental dan apel agak lunak. Matikan api. Panas-panas masukkan margarin dan aduk rata hingga seluruh margarin meleleh. Masukkan kismis. Aduk rata. Dinginkan.
3. Kulit: Campur butter/margarin, kuning telur, gula halus, garam dan vanilla. Aduk rata. Masukkan terigu, aduk kembali menggunakan pisau pastry atau dua buah garpu hingga adonan berbutir-butir (seperti pasir kasar) dan tercampur rata. Satukan dan padatkan adonan dengan tangan kemudian bulatkan agar mudah dipulung. Bungkus dengan plastik wrap dan simpan di kulkas 30 menit hingga 1 jam.
4. Olesi cetakan pie mini dengan margarin tipis-tipis, ambil adonan secukupnya dan cetak dalam cetakan pie sambil ditekan-tekan atau bisa juga adonan digilas tipis dan cetak sesuai ukuran cetakan. Sisakan sedikit adonan untuk membuat anyaman tutup pie.
5. Isi kulit pie dengan bahan isi. Lakukan hingga habis.
6. Gilas tipis sisa adonan kulit pie, potong-potong memanjang sesuai ukuran cetakan. Buat motif anyaman di atas pie atau sesuai keinginan. Olesi permukaannya dengan kuning telur. Tata cetakan di loyang datar.
7. Panggang dalam oven dengan suhu 170’C-180'C selama 30-50 menit (tergantung ukuran pie) hingga matang permukaannya kecoklatan dan fillingnya terlihat mendidih.
8. Angkat. Diamkan 15 menit dalam cetakan hingga agak hangat kemudian keluarkan dari cetakan dan dinginkan.
(Aduk adonan sampai berbutir-butir seperti pasir, biarkan beberapa butiran agak besar)
(Satukan adonan dengan tangan lalu padatkan dan bulatkan)
(Cetak adonan ke dalam cetakan pie)
Happy baking dan selamat menikmati liburan akhir tahun bersama keluarga tercinta ^_^
Friday, April 22, 2016
DONAT JADUL/DONAT BALUT GULA (SUGAR COATED DONUTS)
Assalamu'alaikum.
New blogpost again, yeay! Alhamdulillah, ada mood dan kesempatan buat update blog lagi, hihihii... Ngomongin soal donat, kalau throwback ke kenangan masa kecil dulu, makan donat ya pakai balutan gula halus. Donatnya dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi gula halus/gula tepung dan lalu dikocok beberapa kali dan voila donat balut gula halus pun siap dinikmati. Nah kadang ada juga anak yang gula halusnya saja dijilatin sampai bersih, tapi donatnya nggak dimakan atau cuma digigit sedikit. Siapa yang mengalami kenangan yang sama? ^_^
Jaman saya kecil dulu, ada seorang pedagang kue yang masih bisa dibilang tetangga. Beliau seorang bapak yang berjualan kue keliling dan kuenya semua dibikin sendiri. Aneka kue yang dijual seperti onde-onde, kue ku/kue thok, dadar gulung dan juga donat gula halus. Semua kuenya enak dan karena masih tetangga jadi cukup tahu kalau tempat produksinya bersih. Donatnya enak deh, empuk dan montok, lumayan bikin kenyang, hihihiii. Suka pokoknya. Sampai saat ini, saya kalau bikin donat memang paling sering dinikmati hanya dengan gula halus saja. Praktis (euh, atau males yak). Tapi sesekali suka juga pakai topping yang lain seperti keju cheddar parut, cokelat meisses, atau dicelup coklat cair.
Donat jadoel ini adonannya tidak memakai kentang dan saya menggorengnya hanya dengan minyak goreng biasa (bukan minyak padat) tapi menggunakan minyak goreng baru ya, jangan minyak jelantah apalagi minyak bekas menggoreng ikan asin :D . Adonan diuleni sampai kalis (tidak lengket) dan mulus permukaannya. Adonan jangan terlalu lembek tapi jangan juga terlalu padat/kering, jadi pakai perasaan ya saat menambahkan airnya sampai adonan dirasa pas. Setelah adonan dicetak, adonan jangan didiamkan terlalu lama sampai over proofing atau terlalu mengembang besar. Adonan yang over proofing atau kelewat mengembang jika digoreng akan menyerap banyak minyak dan juga biasanya setelah diangkat dari penggorengan donat akan mudah kempes tidak menul-menul lagi. Selain itu adonan juga menjadi lebih susah untuk dipindahkan ke penggorengan.
Menggoreng donat harus dengan api yang pas dan juga panas minyak yang pas. Panaskan minyak dengan api sedang, ketika sudah cukup panas (jangan terlalu panas) lalu kecilkan apinya. Minyak yang terlalu panas akan membuat adonan cepat menjadi coklat permukaannya tapi bagian dalamnya belum matang sempurna. Minyak yang terlalu panas juga menyebabkan donat tidak ada kesempatan mengembang dengan baik saat digoreng. Agar donat bisa mempunyai 'cincin putih' selain adonan mengembangnya harus pas, juga minyaknya pas panasnya. Cincin putih terbentuk karena donat mengambang di permukaan minyak saat digoreng, lalu perlahan mengembang. Jadi ada 'gap' antara dua permukaan donat yang mencoklat karena bersentuhan dengan minyak saat digoreng.
DONAT JADUL/DONAT BALUT GULA
Bahan:
500 gram terigu protein tinggi
50 gram susu bubuk
50 gram gula pasir
11 gram ragi instant
1 sdt vanilla
4 kuning telur
200 ml air (bisa dikurangi atau ditambah sesuai kondisi adonan)
1/2 sdt garam
80 gram butter (atau margarine)
Minyak goreng untuk menggoreng
Gula halus/gula tepung untuk coating
Cara membuat:
1. Campur dalam wadah/bowl bahan kering (terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant). Campur dan aduk rata.
2. Masukkan kuning telur dan vanilla. Campur dan aduk rata sambil dituangi air (perhatikan konsistensi adonan saat menambahkan air). Uleni hingga semua menjadi satu, tercampur rata dan setengah kalis.
3. Masukkan garam dan butter (atau margarine). Campur rata dan uleni lagi hingga adonan mulus, licin dan lentur (elastis). Bila menguleni manual, setelah adonan kalis (tidak lengket lagi di wadah), pindahkan ke meja kerja yang ditaburi terigu tipis dan uleni hingga mulus, licin dan lentur (elastis).
4. Taruh adonan dalam wadah yang dilolesi minyak, tutup wadah dan diamkan 30 menit.
5. Kempeskan adonan, uleni lagi sebentar hingga adonan lentur kembali. Adonan siap dicetak. Saya timbang adonan masing-masing 40-45 gram, bulatkan (rounding), letakkan dalam loyang/nampan bertabur terigu tipis dan diamkan sebentar sampai terlihat adonan menjadi lebih montok (kira-kira 10 menit). Lalu pipihkan sedikit. Lubangi adonan (bisa pakai tutup botol, lubang spuit besar atau cookies cutter bulat). Diamkan lagi sebentar.
6. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, bila sudah cukup panas (jangan terlalu panas) lalu kecilkan api. Goreng donat, biarkan mengembang dan kecoklatan di satu bagian sisinya (jangan dibolak balik). Setelah satu sisi kecoklatan, lalu balik dan lanjutkan menggoreng hingga sisi yang satunya lagi kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
7. Balut donat dengan gula halus/gula tepung. Sajikan.
(Adonan sudah dicetak dan siap digoreng)
(Proses menggoreng donat, biarkan hingga satu sisinya kecoklatan)
(Balik donat dan lanjutkan menggoreng sampai sisi satunya lagi kecoklatan)
(Setelah minyak cukup panas, apinya saya kecilkan seperti ini)
(Alhamdulillah, donatnya sudah matang)
Note:
- Bila menguleni manual dengan tangan, setelah adonan kalis (tidak menempel lagi di wadah/bowl) lalu pindahkan adonan ke meja kerja atau meja dapur bersih yang ditaburi terigu tipis dan uleni adonan hingga mulus, licin dan lentur elastis.
- Bila menggunakan standing mixer, gunakan dough hook dan campur bahan kering terlebih dahulu lalu masukkan bahan basah dan uleni hingga kalis, licin, mulus dan lentur elastis.
- Bila menggunakan mesin bread maker, ikuti petunjuk mesin (bahan basah dahulu lalu bahan kering) dan pilih menu dough.
- Selagi mencetak, minyak goreng bisa mulai dipanaskan. Setelah cukup panasnya, kecilkan api. Minyak jangan terlalu panas dan jangan juga kurang panas.
- Jangan mendiamkan adonan yang telah dicetak terlalu lama hingga over proofing dan kelewat mengembang karena donat akan lebih sulit dipindahkan ke penggorengan, biasanya akan lebih banyak menyerap minyak saat digoreng dan mudah kempes/keriput kembali setelah diangkat. Jika adonan sudah terlihat montok dan mengembang bisa langsung digoreng.
- Saat menggoreng donat cukup satu kali dibalik. Biarkan satu sisi kecoklatan dan donatnya terlihat mengembang di penggorengan agar 'cincin puti'-nya terbentuk, lalu balik dan lanjutkan menggoreng hingga sisi satunya lagi kecoklatan.
(Yang ini versi pakai balutan cinnamon sugar, enak!)
Selamat mencoba ^_^
Labels:
Dessert,
Donut,
Jajanan Pasar
Wednesday, March 30, 2016
MINI PARIS BREST
Assalamu'alaikum ^_^
Alhamdulillah ada kesempatan buat ngisi blog lagi hari ini. Fotonya stok foto-foto lama, jadi fotonya ngendon lama di laptop tapi belum di-edit maupun diposting ke blog, heuheuu... Banyak sekali foto makanan yang belum terjamah, hanya sesekali sempat diupload ke akun facebook saya saja itupun nggak semua. Nah, foto mini paris brest ini saya ambil 2 tahun yang lalu, tahun 2014 :D . Yah, seperti kata pepatah lah ya, it's better too late than never, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Halah, ngeles ajaaa, hihihiii...
Paris Brest ini salah satu dessert dari Perancis yang merupakan varian dari choux pastry/pate a choux atau saudaraan gitu deh dengan kue soes. Bentuknya bulat dengan lubang di tengah seperti donat atau roda. Ada yang ukurannya besar (diameter 20 cm ke atas), ketika akan disantap dipotong-potong dulu ke ukuran personal. Ada juga yang berukuran mini atau ukuran personal, seperti yang saya buat kali ini. Paris brest ini adonannya sama dengan kue soes, hanya beda bentuk. setelah dibentuk seperti bentuk roda, kemudian bagian atasnya diberi taburan aneka kacang seperti almond, pistachio, walnut, hazelnut atau peanut/kacang tanah juga bisa. Bisa menggunakan satu jenis kacang atau kombinasi. Setelah matang dibelah 2, lalu diberi filling yang bisa berupa butter cream, whipped cream, chantilly cream, pastry cream atau ganache aneka rasa. Bisa juga fillingnya dipadukan dengan buah seperti strawberry, orange, peach, raspberry, dll. Kemudian permukaannya diberi dusting gula halus.
Paris Brest sendiri konon katanya punya sejarah sendiri. Jadi kue ini dulunya dibuat untuk memperingati perlombaan balap sepeda fenomenal dengan rute kota Paris ke kota Brest lalu kembali lagi ke kota Paris. Bentuk kue yang menyerupai roda melambangkan roda sepeda. Kue ini akhirnya menjadi terkenal sampai sekarang. Dalam postingan ini saya memakai filling peanut butter whipped cream (whipped cream rasa selai kacang), kebetulan saat membuat kue ini saya sedang punya selai kacang di rumah. Tapi di lain waktu saya juga pernah memakai filling ganache yang tersisa dari pembuatan cake dan juga pernah menggunakan diplomat cream (campuran pastry cream dan whipped cream). Yummy!
Saya sertakan juga step by step cara membentuk adonannya menjadi lingkaran ya, saya memakai cara adonan ditumpuk 2 lapis. Ada juga yang hanya membuat lingkaran 1 kali putaran (1 lapis) saja. Tapi kalau adonannya ditumpuk begini, hasilnya lebih montok dan cakep deh kalo menurut saya, hihihiii. Untuk filling-nya silahkan dipilih sesuai selera dan bisa menggunakan resep filling andalan masing-masing. Yang saya gunakan dalam foto Paris Brest ini adalah whipped cream yang dicampur selai kacang halus (smooth peanut butter). Saya akan sertakan resep filling diplomat cream yang bisa juga digunakan untuk fillingnya.
MINI PARIS BREST
by Ricke Indriani
Bahan Choux:
200 ml air
100 gram butter/margarin
1/4 sdt garam
1 sdm gula pasir
125 gram terigu protein sedang (pakai protein tinggi juga bisa)
3 butir telur ukuran besar (jika telurnya kecil bisa siapkan 4 butir), kocok lepas
Topping:
Almond slice (atau aneka kacang lainnya)
Dusting:
Gula halus
Filling (pilih salah satu sesuai selera):
Buttercream
Whipped cream
Chantilly cream
Pastry cream (vla)
Diplomat cream (campuran pastry cream dan whipped cream)
Mousse cream
Ganache
Bisa juga dipadukan dengan potongan buah (strawberry, raspberry, peach, orange, dll)
Cara membuat:
1. Campur air, margarin/butter, garam dan gula pasir. Masak di atas api hingga mendidih dan seluruh margarin/butter meleleh (harus mendidih).
2. Matikan api, masukkan terigu yang sudah diayak. Aduk rata dengan cepat menggunakan sendok kayu/spatula hingga tercampur rata. Nyalakan kembali api kecil saja, masak adonan sambil diaduk-aduk hingga kalis (adonan sudah tidak menempel lagi di panci). Angkat dan dinginkan (hingga agak hangat).
3. Masukkan telur yang sudah dikocok lepas sedikit demi sedikit secara bertahap sambil adonan dimixer dengan kecepatan rendah. Jika dirasa adonan sudah cukup lembut untuk dispuit dan telur masih bersisa, hentikan penambahan telur. Adonan jangan terlalu cair.
4. Masukkan adonan ke dalam kantong segitiga dan gunting ujungnya. Spuitkan membentuk lingkaran (cara menyepuit lihat foto) ke loyang yang telah dioles margarin tipis (atau alasi dengan kertas roti). Beri jarak satu sama lain karena adonan akan mengembang.
5. Beri taburan kacang almond (atau kacang yang lain) slice/cincang.
5. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan dengan suhu 200'C selama kurang lebih 20 menit hingga adonan naik mengembang, turunkan suhu ke 180'C dan teruskan memanggang selama 15 menit lagi atau hingga matang dan permukaan kuning kecoklatan. Sesuaikan dengan oven masing-masing. Jika terlihat adonan sudah mengembang kokoh, kuning kecoklatan dan busa yang terdapat pada adonan sudah hilang berarti kue sudah matang dan siap dikeluarkan.
6. Keluarkan dari oven. Diamkan 10 menit. Belah choux di tengah-tengah. Dinginkan di rak kawat.
Penyelesaian:
Ambil bagian bawah choux, beri filling. Tutup/tumpuk dengan bagian atas choux. Beri dusting gula halus.
(Adonan choux pastry)
(Cara membentuk lingkaran adonan)
(Adonan siap dipanggang)
(Choux pastry siap diberi filling)
(Belah menjadi 2 bagian, terlihat tekstur bagian dalam khas choux pastry)
Ohya, jika ada yang ingin membuat filling diplomat cream, ini saya sertakan resepnya ya. Diplomat cream ini campuran antara pastry cream (vla) dengan whipped cream. Enak dan lebih ringan rasanya dibanding pastry cream saja, jadi tidak eneg. Bisa dibuat dengan perbandingan pastry cream dan whipped cream 2:1 atau komposisi whipped cream bisa ditambah sesuai keinginan semisal 1:1.
DIPLOMAT CREAM
by Ricke Indriani
250 ml susu cair
75 gram gula pasir
1/4 sdt garam
30 gram maizena, larutkan dengan sedikit air
1 kuning telur, kocok lepas
1 sdm margarin/butter
1/2 sdt vanilla
150 ml whipping cream sangat dingin
Cara membuat:
1. Panaskan susu cair, gula pasir, garam di atas api kecil sampai mulai mendidih halus (jangan sampai mendidih lama karena susu rawan pecah). Masukkan larutan tepung maizena. Aduk-aduk hingga mengental dan meletup-letup. Aduk terus beberapa saat. Matikan api.
2. Masukkan kuning telur yang sudah dikocok lepas. Aduk sampai benar-benar rata. Nyalakan kembali api kecil. Masak sambil diaduk-aduk hingga meletup-letup kembali. Angkat dan matikan api. Panas-panas masukkan margarin/butter dan vanilla. Aduk-aduk hingga licin. Selagi didinginkan, vla/pastry cream harus sering diaduk-aduk agar tidak berkulit.
3. Setelah dingin, tutup dengan plastic wrap (plastik menyentuh permukaan vla/pastry cream). Simpan dan dinginkan dalam kulkas. Vla/pastry cream harus dalam keadaan dingin ketika akan dicampur dengan whipped cream agar tidak merusak whipped cream.
4. Kocok whipped cream dalam kondisi sangat dingin hingga mengembang dan kaku. Sisihkan.
5. Keluarkan vla/pastry cream dari kulkas. Aduk-aduk dengan spatula atau hand whisk hingga halus dan licin kembali. Masukkan setengah bagian whipped cream ke dalam vla/pastry cream, aduk rata. Masukkan kembali sisa whipped cream, aduk rata kembali. Simpan dalam kulkas hingga akan digunakan.
Selamat mencoba ^_^
Labels:
Choux pastry,
Dessert
Thursday, March 17, 2016
HELLO! IT'S CLASSIC MARBLE BUTTERCAKE
Assalamu'alaikum semuanyaaa. Fiiuuhhh... setelah sekitar setahunan vakum nge-blog karena berbagai sebab, akhirnya hari ini I'm back! Alhamdulillah ^_^
Banyak sekali teman-teman pembaca blog ini yang bertanya kepada saya kenapa blog saya sudah lama tidak di-update lagi. Ya di facebook, di instagram, email dan juga komentar dalam blog ini ada yang menanyakan kapan update blog lagi. Maaf yaaaa... semoga bisa aktif lagi nge-blog deh. Doakan segala urusan kami dipermudah ya teman-teman. Aamiin.
Dan kali ini saya memulai dengan posting resep classic marble buttercake. Teman-teman pasti sudah tidak asing dengan yang namanya marble cake alias cake marmer, ada yang dibuat dari jenis buttercake dan ada juga yang dibuat dari jenis spongecake. Nah, yang ini adalah jenis buttercake. Teksturnya padat tetapi lembut dan empuk, agak crumbly, aroma dan rasanya buttery. Gunakan real butter yang berkualitas agar hasilnya maksimal. Bisa juga di-mix dengan margarin berkualitas atau full margarin juga boleh. Jadi hasilnya tentu berbeda ya dengan marble cake yang dibuat dengan metode spongecake atau all in one yang hasilnya spongy.
Resep ini bisa dijadikan resep dasar buttercake, kita bisa memodifikasinya untuk membuat aneka varian buttercake.
CLASSIC MARBLE BUTTER CAKE
by Ricke Indriani
Bahan:
250 gram butter berkualitas (bisa mix dengan margarin/full margarin berkualitas)
200 gram gula pasir halus/gula kastor
4 butir telur ukuran besar (jika ukuran sedang/kecil pakai 5 butir)
1 sdt vanilla
225 gram terigu protein sedang/all purpose flour
2 sdt baking powder
1/2 sdt garam
50 ml susu cair, suhu ruang
2 sdm coklat bubuk, larutkan dengan sedikit air panas hingga menjadi pasta kental, dinginkan
Gula halus untuk taburan (optional)
Cara membuat:
1. Panaskan oven suhu 160'C tergantung oven masing-masing. Siapkan loyang loaf (saya pakai ukuran 22x10x10 cm), olesi margarin tipis, taburi dengan terigu tipis. Sisihkan.
2. Ayak terigu bersama baking powder. Sisihkan.
3. Kocok butter/margarin hingga lembut sekitar 3 menit, masukkan gula pasir halus kocok kembali hingga creamy dan pucat. Masukkan telur satu per satu, kocok asal rata setiap setelah memasukkan telur. Lakukan hingga telur habis. Masukkan garam dan vanilla. Kocok rata.
4. Masukkan campuran terigu dan baking powder dalam 3 tahap, berselang seling dengan susu cair dalam 2 tahap. Awali dengan terigu, akhiri dengan terigu.
5. Ambil sebagian adonan, beri campuran coklat bubuk. Aduk rata. Sisanya biarkan putih.
6. Masukkan adonan putih dan coklat berselang seling secara acak ke dalam loyang. Buat motif marble/marmer dengan bantuan tusuk sate/pisau.
7. Panggang dalam oven yg telah dipanaskan sampai matang dan permukaannya kecoklatan, sekitar 45 menit. Test tusuk sudah bersih.
8. Keluarkan dari loyang dan dinginkan. Taburi gula halus jika suka. Potong-potong dan sajikan dengan secangkir kopi atau teh panas dan ditemani orang tercinta.
(Kocok butter/margarin sampai pucat dan creamy seperti ini)
(Sebelum dipanggang)
Note: Resep ini bisa juga dibuat untuk varian lain. Semisal untuk orange butter cake, ganti susu cair dengan orange juice dan beri parutan kulit orange (orange zest). Bila ingin diberi kismis, rendam 75-100 gram kismis dalam air panas beberapa saat dan peras kemudian taburi dengan terigu. Masukkan paling akhir ke dalam adonan dan aduk rata.
Selamat mencoba dan semoga suka ya ;)
Sunday, December 21, 2014
RAINBOW EGG WHITES CAKE (CAKE PUTIH TELUR PELANGI)
Sebenarnya disebut rainbow juga enggak sih ya, soalnya warnanya enggak memenuhi warna rainbow, cuma hijau, coklat, merah dan putih, hehehe... Tapi karena warna warni, masih masuk lah ya disebut rainbow (teuteup maksa :p). Kalau mau dibikin lebih colorful silahkan saja ya, suka-suka ;)
Foto ini saya ambil bulan Maret yang lalu (iya, postingan telat lagi memang), saat membuat cake ini saya sedang punya stok putih telur cukup banyak di kulkas sisa membuat pesanan-pesanan kue yang banyak menggunakan kuning telur. Putih telur bisa awet disimpan di kulkas asal wadahnya bersih dan tertutup rapat dan tetap bisa bagus ketika dikocok.
Alhamdulillah cakenya mengembang dengan bagus, hasilnya juga empuk dan lembut. Saya menggunakan pasta perisa untuk mewarnai adonannya (pasta pandan, pasta strawberry, dan pasta cokelat), jadi ada rasanya selain warna. Cake ini mirip dengan angel cake (cake putih yang hanya menggunakan putih telur dalam adonannya), tetapi tidak perlu menggunakan loyang khusus seperti loyang chiffon yang alasnya bisa dilepas. Cake ini bisa menggunakan loyang biasa (saya menggunakan loyang tulban/bundt pan) tanpa khawatir cake akan kempes ketika keluar oven dan loyang tidak perlu dibalik hingga cake dingin. Pengocokan putih telur harus sampai mengembang kental, mulus dan creamy tanpa ada busa lagi. Baru masukkan bahan lain. Pembuatannya sama dengan sponge cake, hanya telurnya menggunakan putihnya saja.
Punya stok putih telur nganggur di rumah? Cake ini bisa jadi salah satu alternatif. Putih telurnya ditimbang ya, karena saya langsung pakai putih telur yang sudah di-stok, bukan sengaja memecahkan dari telur baru. Yuk dicoba :)
RAINBOW EGG WHITES CAKE
by Ricke Indriani
Bahan:
500 gram putih telur (ditimbang ya), suhu ruang
250 gram gula pasir
1 sdm cake emulsifier
1/2 sdt garam
250 gram terigu protein sedang
50 gram maizena
200 gram butter/margarin, lelehkan
1 sdt vanilla
Pasta perisa masing-masing 1 sdt (saya pakai pandan, strawberry, cokelat), sesuai selera
Gula halus untuk taburan (optional)
Cara membuat:
1. Panaskan oven 160-170'C. Olesi loyang tulban/bundt pan ukuran 26 cm dengan margarin, lalu taburi dengan terigu tipis-tipis. Sisihkan.
2. Ayak tepung terigu dan maizena. Sisihkan.
3. Kocok putih telur, garam dan emulsifier dengan mixer kecepatan sedang sampai berbusa, masukkan gula pasir dalam 3 tahapan sambil dikocok terus hingga gula habis. Kocok dengan kecepatan tinggi hingga adonan mengembang, kental dan berjejak (saya sertakan foto adonan putih telur setelah dikocok).
4. Masukkan tepung dalam beberapa tahapan (saya biasanya 3 tahap) dan aduk balik dengan spatula hingga rata (saya lakukan dengan mixer kecepatan paling rendah).
5. Masukkan butter/margarin cair dan vanilla. Aduk balik dengan spatula hingga benar-benar rata dan homogen. Tidak ada lagi butter/margarin cair yang belum tercampur dalam adonan.
6. Bagi adonan sesuai jumlah warna yang diinginkan, tambahkan pasta perisa pada masing-masing adonan. Aduk rata.
7. Tuang adonan ke dalam loyang (bisa per lapisan warna atau dibentuk acak motif marble) dan panggang sampai matang, permukaannya sudah kecoklatan dan membal bila disentuh. Test tusuk sudah bersih. Sekitar 50 menit, tergantung oven masing-masing.
8. Keluarkan dari loyang dan dinginkan. Taburi dengan gula halus dan potong-potong.
(Hasil adonan putih telur setelah selesai dikocok, siap dimasukkan bahan lain)
Note:
- Pengocokan putih telur harus sampai mengembang kental, mulus dan creamy tanpa ada busa lagi. Baru masukkan bahan lain.
- Bila tidak memiliki loyang ukuran seperti dalam resep, resep bisa dikonversi sesuai ukuran loyang yang dipakai.
Selamat mencoba ^_^
Labels:
Cake,
Dessert,
Rainbow Cake
Tuesday, November 25, 2014
SIMPLE STEAMED CHOCOLATE CAKE
Cake ini saya kasih embel-embel kata 'simple' karena memang cara membuatnya sangat mudah dan sederhana. Tidak perlu oven karena dikukus, dan tidak perlu mixer karena hanya dicampur aduk menggunakan hand whisk/baloon whisk saja. Bahan-bahan yang digunakan pun mudah sekali didapat. In sya Allah teman-teman pasti bisa membuatnya, ikuti saja instruksi resep dengan baik.
Resep ini dulu saya adaptasi dari Cooking Crave, seringkali jika ingin cemilan kue berbau coklat di rumah dan sedang malas memakai mixer saya membuat cake ini. Cukup aduk-aduk dan kukus 45 menit, bisa sambil ditinggal mengerjakan yang lain. Jadilah cake cokelat yang lembut dan empuk. Dalam resep ini, ukuran cake yang dihasilkan tidak terlalu besar ya. Cukup lah untuk cemilan keluarga kecil. Dalam foto ini saya menggunakan loyang tulban (loyang bulat yang bolong di bagian tengah) diameter 20 cm, atau bisa juga menggunakan loyang bulat biasa ukuran 18 cm.
SIMPLE STEAMED CHOCOLATE CAKE
Modified by Ricke Indriani
Cake:
100 gram margarine/butter
100 gram minyak goreng
200 gram gula pasir
200 ml susu cair
2 butir telur, kocok lepas hingga berbuih dengan garpu
100 gram terigu protein sedang
50 gram coklat bubuk
½ sdt baking powder
½ sdt soda kue/baking soda
¼ sdt garam
1 sdt vanilla powder
Ganache siram (optional):
100 gram dark cooking chocolate, cincang kecil
80 ml whipping cream cair
3 sdm madu/corn syrup
1 sdm minyak goreng
Panaskan whipping cream cair hingga panas dan pinggirannya mulai berbuih kecil. Matikan api. Masukkan coklat cincang. Diamkan hingga terlihat coklat meleleh. Aduk rata hingga coklat tercampur rata dan licin. Masukkan madu/corn syrup dan minyak goreng. Aduk rata.
Gula halus untuk taburan
Cara membuat:
1. Siapkan kukusan, didihkan air hingga cukup beruap. Bungkus tutup kukusan dengan handuk atau lap bersih. Olesi loyang tulban 20 cm atau loyang bulat 18 cm dengan margarine tipis dan alasi bagian bawahnya dengan kertas roti/baking paper. Olesi margarine lagi dan taburi terigu tipis-tipis. Sisihkan.
2. Campur dalam panci margarine/butter, minyak goreng, gula pasir dan susu cair. Panaskan di atas api sambil diaduk hingga gula larut. Angkat dan biarkan hingga agak hangat/dingin.
3. Masukkan telur dan garam ke dalam campuran susu tadi. Aduk rata menggunakan hand whisk.
4. Masukkan terigu, coklat bubuk, baking powder dan soda kue yang sudah diayak. Aduk rata dengan hand whisk. Masukkan vanilla, aduk rata.
5. Tuang ke dalam loyang. Kukus 45 menit. Angkat. Keluarkan dari loyang dan diamkan hingga benar-benar dingin.
6. Buat ganache siram: Panaskan whipping cream cair hingga panas dan pinggirannya mulai berbuih kecil. Matikan api. Masukkan coklat cincang. Diamkan hingga terlihat coklat meleleh. Aduk rata hingga coklat tercampur rata dan licin. Masukkan madu/corn syrup dan minyak goreng. Aduk rata.
7. Siram cake yang sudah dingin dengan ganache. Dinginkan di kulkas agar ganache lebih set. Taburi gula halus.
8. Potong-potong dan sajikan.
9. Cake ini juga bisa disajikan dengan atau tanpa ganache, sesuai selera.
Source: Cooking Crave.
Yuk, bikin! And, happy steaming ;)
Thursday, October 30, 2014
BANANA SPONGE CAKE
Bulan Juni yang lalu, terjadi tragedi (halah!) lupa kalau menyimpan pisang. Jadi, karena Nadhifa adalah penggemar pisang dimakan begitu saja (Abinya juga sih sebenarnya) kalau mau bikin kue berbahan pisang harus menyembunyikan pisang yang dibeli agar aman dari jangkauan Nadhifa jika pisangnya belum over ripe atau matang sekali. Nah, ternyata malah kelupaan alias bablas kalau menyimpan satu sisir pisang, sampai pisangnya hampir bonyok yang bagian bawah. Beberapa buah pisang yang bagian bawah sudah hitam kulitnya dan lembek sekali. Tapi ketika dikupas alhamdulillah dalamnya bagus tidak busuk, wangiiii pisang sekali (ya iyalah masa wangi duren?)... Langsung saja hari itu juga dieksekusi jadi banana cake. Karena pisang yang bonyok alias kelewat matang (barisan bawah) ada 5 buah, jadi didahulukan menggunakan pisang yang 5 buah tersebut. Sisanya yang barisan atas masih bagus hanya sudah ada bintik-bintik hitam saja kulitnya. Pisangnya saya timbang berat kurang lebih 500 gram (tanpa kulit ya).
Banana cake bisa dibuat dengan metode butter cake, quick bread/metode muffin, atau sponge cake. Kali ini saya buat menggunakan metode sponge cake, untuk metode quick bread atau muffin yang dibuat tanpa mixer, silahkan ubek-ubek saja blog ini ya, hehee... Saya juga menggunakan brown sugar dalam cake ini, tambah wangi dan warna cakenya jadi semu kecoklatan. Tapi jika tidak ada brown sugar, teman-teman bisa menggunakan full gula pasir putih saja. Jadi untuk 500 gram pisang tadi, ini komposisi resep yang saya pakai.
BANANA SPONGE CAKE
by Ricke Indriani
500 gram pisang matang, tanpa kulit (jenis cavendish atau ambon)
50 ml susu cair, suhu ruang
4 butir telur (pakai ukuran sedang/besar)
100 gram gula pasir
100 gram brown sugar
1/4 sdt garam
300 gram terigu protein sedang
25 gram maizena
1 sdt baking powder
1 sdt soda kue
1 sdt vanilla
200 gram mentega/margarin, lelehkan
Gula halus dicampur dengan sedikit kayu manis bubuk untuk taburan (opsional)
Cara membuat:
1. Panaskan oven 160'C. Siapkan loyang tulban (loyang bolong di tengah) diameter 23 cm. Olesi dengan mentega/margarin dan taburi terigu tipis-tipis. Sisihkan.
2. Hancurkan pisang hingga lumat dan lembut (karena sudah matang sekali jadi saya hancurkan pakai garpu saja). Campur dengan susu cair. Sisihkan.
3. Ayak terigu, maizena, baking powder dan soda kue. Sisihkan.
4. Kocok telur, gula pasir, brown sugar dan garam hingga mengembang, putih dan kental sekali (ini penting karena adonan akan diberi pisang yang berat).
5. Masukkan campuran pisang dan susu cair dalam 2 tahap, aduk perlahan secara merata dengan spatula.
6. Masukkan campuran tepung (terigu, maizena, baking powder dan soda kue) dalam 3 tahap, aduk merata dengan teknik aduk balik.
7. Masukkan vanilla dan mentega/margarin leleh. Aduk merata dengan teknik aduk balik hingga adonan benar-benar homogen. Jangan ada mentega/margarin leleh yang belum tercampur rata.
8. Tuang ke dalam loyang. Ratakan permukaannya. Hentakkan loyang dengan lembut ke meja 2x (untuk mengeluarkan jika ada gelembung udara yang terperangkap saat menuang adonan).
9. Panggang selama 45-50 menit hingga cake matang kecoklatan dan kokoh (sesuaikan dengan oven masing-masing). Test tusuk dan test sentuh permukaannya sudah membal.
10. Keluarkan dari oven, balikkan loyang untuk mengeluarkan cake. Dinginkan. Taburi permukaannya dengan gula halus yang dicampur sedikit kayu manis bubuk (opsional). Potong-potong dan sajikan.
Note:
- Gunakan pisang yang sudah benar-benar matang agar lebih lembut, manis dan aromanya maksimal. Kulit pisang sudah banyak bintik-bintik hitam/tidak mulus lagi.
- Bila tidak ada brown sugar, bisa menggunakan full gula pasir. Silahkan menyesuaikan jumlah gulanya dengan selera manis masing-masing ya.
- Telur dan gula harus dikocok sampai benar-benar kental sekali, agar stabil saat ditambahkan pisang yang cenderung berat.
- Pastikan saat mengaduk mentega/margarin cair adonan sudah benar-benar homogen agar cake tidak bantat.
- Adonan cake cukup tinggi, jadi panggang dengan suhu rendah saja agar matang sempurna tetapi tidak cepat gosong. Lama memanggang sesuaikan dengan oven masing-masing.
Selamat mencoba. Good luck! ^_^



















































