Showing posts with label Jajanan Pasar. Show all posts
Showing posts with label Jajanan Pasar. Show all posts

Friday, April 22, 2016

DONAT JADUL/DONAT BALUT GULA (SUGAR COATED DONUTS)





Assalamu'alaikum.

New blogpost again, yeay! Alhamdulillah, ada mood dan kesempatan buat update blog lagi, hihihii... Ngomongin soal donat, kalau throwback ke kenangan masa kecil dulu, makan donat ya pakai balutan gula halus. Donatnya dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi gula halus/gula tepung dan lalu dikocok beberapa kali dan voila donat balut gula halus pun siap dinikmati. Nah kadang ada juga anak yang gula halusnya saja dijilatin sampai bersih, tapi donatnya nggak dimakan atau cuma digigit sedikit. Siapa yang mengalami kenangan yang sama? ^_^

Jaman saya kecil dulu, ada seorang pedagang kue yang masih bisa dibilang tetangga. Beliau seorang bapak yang berjualan kue keliling dan kuenya semua dibikin sendiri. Aneka kue yang dijual seperti onde-onde, kue ku/kue thok, dadar gulung dan juga donat gula halus. Semua kuenya enak dan karena masih tetangga jadi cukup tahu kalau tempat produksinya bersih. Donatnya enak deh, empuk dan montok, lumayan bikin kenyang, hihihiii. Suka pokoknya. Sampai saat ini, saya kalau bikin donat memang paling sering dinikmati hanya dengan gula halus saja. Praktis (euh, atau males yak). Tapi sesekali suka juga pakai topping yang lain seperti keju cheddar parut, cokelat meisses, atau dicelup coklat cair.

Donat jadoel ini adonannya tidak memakai kentang dan saya menggorengnya hanya dengan minyak goreng biasa (bukan minyak padat) tapi menggunakan minyak goreng baru ya, jangan minyak jelantah apalagi minyak bekas menggoreng ikan asin :D . Adonan diuleni sampai kalis (tidak lengket) dan mulus permukaannya. Adonan jangan terlalu lembek tapi jangan juga terlalu padat/kering, jadi pakai perasaan ya saat menambahkan airnya sampai adonan dirasa pas. Setelah adonan dicetak, adonan jangan didiamkan terlalu lama sampai over proofing atau terlalu mengembang besar. Adonan yang over proofing atau kelewat mengembang jika digoreng akan menyerap banyak minyak dan juga biasanya setelah diangkat dari penggorengan donat akan mudah kempes tidak menul-menul lagi. Selain itu adonan juga menjadi lebih susah untuk dipindahkan ke penggorengan.

Menggoreng donat harus dengan api yang pas dan juga panas minyak yang pas. Panaskan minyak dengan api sedang, ketika sudah cukup panas (jangan terlalu panas) lalu kecilkan apinya. Minyak yang terlalu panas akan membuat adonan cepat menjadi coklat permukaannya tapi bagian dalamnya belum matang sempurna. Minyak yang terlalu panas juga menyebabkan donat tidak ada kesempatan mengembang dengan baik saat digoreng. Agar donat bisa mempunyai 'cincin putih' selain adonan mengembangnya harus pas, juga minyaknya pas panasnya. Cincin putih terbentuk karena donat mengambang di permukaan minyak saat digoreng, lalu perlahan mengembang. Jadi ada 'gap' antara dua permukaan donat yang mencoklat karena bersentuhan dengan minyak saat digoreng.







DONAT JADUL/DONAT BALUT GULA

Bahan:
500 gram terigu protein tinggi
50 gram susu bubuk
50 gram gula pasir
11 gram ragi instant
1 sdt vanilla
4 kuning telur
200 ml air (bisa dikurangi atau ditambah sesuai kondisi adonan)
1/2 sdt garam
80 gram butter (atau margarine)

Minyak goreng untuk menggoreng

Gula halus/gula tepung untuk coating

Cara membuat:
1. Campur dalam wadah/bowl bahan kering (terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant). Campur dan aduk rata.
2. Masukkan kuning telur dan vanilla. Campur dan aduk rata sambil dituangi air (perhatikan konsistensi adonan saat menambahkan air). Uleni hingga semua menjadi satu, tercampur rata dan setengah kalis.
3. Masukkan garam dan butter (atau margarine). Campur rata dan uleni lagi hingga adonan mulus, licin dan lentur (elastis). Bila menguleni manual, setelah adonan kalis (tidak lengket lagi di wadah), pindahkan ke meja kerja yang ditaburi terigu tipis dan uleni hingga mulus, licin dan lentur (elastis).
4. Taruh adonan dalam wadah yang dilolesi minyak, tutup wadah dan diamkan 30 menit.
5. Kempeskan adonan, uleni lagi sebentar hingga adonan lentur kembali. Adonan siap dicetak. Saya timbang adonan masing-masing 40-45 gram, bulatkan (rounding), letakkan dalam loyang/nampan bertabur terigu tipis dan diamkan sebentar sampai terlihat adonan menjadi lebih montok (kira-kira 10 menit). Lalu pipihkan sedikit. Lubangi adonan (bisa pakai tutup botol, lubang spuit besar atau cookies cutter bulat). Diamkan lagi sebentar.
6. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, bila sudah cukup panas (jangan terlalu panas) lalu kecilkan api. Goreng donat, biarkan mengembang dan kecoklatan di satu bagian sisinya (jangan dibolak balik). Setelah satu sisi kecoklatan, lalu balik dan lanjutkan menggoreng hingga sisi yang satunya lagi kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
7. Balut donat dengan gula halus/gula tepung. Sajikan.

(Adonan sudah dicetak dan siap digoreng)


(Proses menggoreng donat, biarkan hingga satu sisinya kecoklatan)

(Balik donat dan lanjutkan menggoreng sampai sisi satunya lagi kecoklatan)

(Setelah minyak cukup panas, apinya saya kecilkan seperti ini)

(Alhamdulillah, donatnya sudah matang)



Note:
- Bila menguleni manual dengan tangan, setelah adonan kalis (tidak menempel lagi di wadah/bowl) lalu pindahkan adonan ke meja kerja atau meja dapur bersih yang ditaburi terigu tipis dan uleni adonan hingga mulus, licin dan lentur elastis.
- Bila menggunakan standing mixer, gunakan dough hook dan campur bahan kering terlebih dahulu lalu masukkan bahan basah dan uleni hingga kalis, licin, mulus dan lentur elastis.
- Bila menggunakan mesin bread maker, ikuti petunjuk mesin (bahan basah dahulu lalu bahan kering) dan pilih menu dough.
- Selagi mencetak, minyak goreng bisa mulai dipanaskan. Setelah cukup panasnya, kecilkan api. Minyak jangan terlalu panas dan jangan juga kurang panas.
- Jangan mendiamkan adonan yang telah dicetak terlalu lama hingga over proofing dan kelewat mengembang karena donat akan lebih sulit dipindahkan ke penggorengan, biasanya akan lebih banyak menyerap minyak saat digoreng dan mudah kempes/keriput kembali setelah diangkat. Jika adonan sudah terlihat montok dan mengembang bisa langsung digoreng.
- Saat menggoreng donat cukup satu kali dibalik. Biarkan satu sisi kecoklatan dan donatnya terlihat mengembang di penggorengan agar 'cincin puti'-nya terbentuk, lalu balik dan lanjutkan menggoreng hingga sisi satunya lagi kecoklatan.



(Yang ini versi pakai balutan cinnamon sugar, enak!)


Selamat mencoba ^_^

Thursday, October 16, 2014

DADAR GULUNG




Bismillah... setelah beberapa bulan tidak update blog, disempatkan lagi untuk menengok blog yang sudah berdebu ini (*sambil nyapuin debu). Kali ini mau sharing resep dadar gulung yang biasa saya pakai. Disingkat darlung alias dadar gulung, kalau disingkat darling nanti jadinya dadar guling (halah!). Dadar gulung ini biasanya saya gunakan untuk salah satu isian snack box atau pesanan kue nampan/tampah. Buat teman ngeteh sore hari, why not?

Kali ini saya share dadar gulung original ya, yaitu dadar gulung dengan kulit yang hijau, isi unti kelapa dan gula merah (atau kalau mau putih pakai gula pasir saja). Kulit dadar gulungnya bisa dimodifikasi misalnya menjadi coklat, pink, bermotif, dan lain-lain. Isinya juga bisa diganti, misalnya pisang keju/coklat, vla keju, vla buah, cream cheese, atau yang lainnya. Tapi kali ini khusus share yang original dulu yaaa.. ini juga fotonya sudah lama (6 bulan yang lalu saya motretnya, lebihan pesanan).

Trik khusus untuk membuat kulit dadar gulung yang berpori dan bopeng-bopeng khas dadar gulung adalah pada panas wajan/pan yang dipakai untuk membuat dadar kulitnya. Wajan/pan harus sudah dalam keadaan panas, jadi begitu adonan dituang langsung 'cessssss' adonan bagian bawahnya akan bergejolak dan membentuk gelembung-gelembung pori yang akhirnya membuat kulit jadi bopeng-bopeng. Kalau wajan/pan yang digunakan kurang panas, maka kulit dadar gulung akan mulus saja tanpa bopeng (kalau wajah sih pasti pada pengennya mulus ya, hehee..). Hmmmm... jajanan pasar Indonesia itu kayaknya sebagian besar kalau dilihat dari bahan-bahannya memang mudah, tapi proses membuatnya itu yang agak tricky ya.

By the way, dadar gulung ini kalau membuatnya di Korea sini (dan juga di negara lain yang tidak familiar dengan bahan-bahannya) jadinya mahal modalnya bow! Ya iya, santannya mahal, kelapa parutnya mahal, gula merahnya mahal, pandannya mahal, yuhuuuu... So precious deh pokoknya itu bahan-bahannya, hehee... Bersyukur masih bisa makan si darlung ini ^^




DADAR GULUNG
(Indonesian Green Pancake Roll Stuffed with Grated Coconut and Palm Sugar)
by Ricke Indriani

Bahan kulit dadar:
250 gram terigu protein sedang
1/2 sdt garam
2 butir telur, kocok lepas
700 ml santan encer matang
1-2 sdt pasta pandan (sesuaikan dengan keinginan warna hijaunya)
Margarin secukupnya untuk olesan wajan dadar

Bahan unti kelapa:
200 gram kelapa parut kasar (jika menggunakan kelapa parut segar, pilih yang setengah tua)
100 gram gula merah
50 gram gula pasir (jika ingin unti berwarna putih, skip gula merah dan pakai 100 gram gula pasir semua)
1/2 sdt garam
100 ml air
1 lembar daun pandan, sobek-sobek
1/4 sdt vanili bubuk

Cara membuat:
Kulit Dadar:
1. Campur terigu dan garam, buat lubang di tengahnya lalu tuang telur dan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata menggunakan hand whisker hingga adonan licin. Saring. Tambahkan pasta pandan. Aduk rata.
2. Panaskan wajan/pan datar diameter 18-20 cm (saya menggunakan wajan teflon). Setelah benar-benar panas, olesi wajan/pan dengan margarin tipis (gunakan kuas silikon ya). Tuang 1 sendok sayur ukuran sedang (sesuaikan dengan ukuran wajan/pan agar hasilnya tidak terlalu tebal). Masak hingga matang dan permukaannya tidak lengket bila disentuh. Angkat. Lakukan hingga adonan habis. Dinginkan.

Unti Kelapa:
1. Panaskan air, gula merah, gula pasir, garam dan daun pandan. Masak dan aduk-aduk hingga gula larut. Masukkan kelapa parut. Aduk-aduk hingga airnya menyerap semua (kelapa jangan terlalu kering dan jangan terlalu basah). Tambahkan vanili bubuk. Aduk rata. Angkat dan dinginkan.

Penyelesaian:
Ambil selembar kulit dadar, beri isi unti kelapa. Lipat dan gulung. Lakukan hingga habis.


Tips:
- Jika ingin menggunakan pewarna hijau alami, bisa membuat dari juice daun suji dan daun pandan yang diblender bersama air dan disaring. Ambil 50-100 ml juice-nya dan kurangi jumlah santan yang dipakai sesuai dengan jumlah juice yang ditambahkan.
- Pastikan adonan yang dibuat licin tanpa bergerindil (disarankan disaring)
- Pastikan wajan/pan sudah benar-benar panas saat adonan dituang agar kulit dadar yang dihasilkan berpori/bopeng-bopeng khas dadar gulung.
- Sesuaikan takaran adonan saat dituang dengan ukuran wajan/pan yang digunakan agar kulit tidak terlalu tebal (susah digulung).
- Jangan memasak kulit dadar terlalu lama agar kulit tidak kering dan warnanya tetap hijau cantik.
- Setelah jadi, sebaiknya simpan dadar gulung dalam wadah tertutup atau bungkus satu persatu dengan plastik bening agar kulitnya tidak cepat kering terkena udara terbuka

Selamat mencoba ^_^

Friday, April 11, 2014

TAHU ACI KHAS TEGAL



Tahu aci ini adalah salah satu makanan khas Tegal, Jawa Tengah, masih saudaraan sama cireng deh ya, soalnya sama-sama judulnya aci yang digoreng, bedanya tahu aci pakai tahu. Adonan acinya juga berbeda dengan cireng, kalau cireng adonannya lebih kering dan mudah dibentuk, sedangkan tahu aci adonannya lebih lembek dan mudah disendoki. Selain tahu aci, di Tegal juga ada yang namanya tahu pletok, mirip dengan tahu aci ini tapi teksturnya lebih renyah. Pada tahu pletok, tahu dibelah tipis lalu dibentangkan, kemudian adonan acinya ditempelkan di salah satu sisi permukaan tahunya dan digoreng.

Aslinya tahu aci ini menggunakan tahu kuning ukuran satuan kecil yang dibelah melintang diagonal jadi bentuk segitiga, lalu ditempeli adonan aci dan digoreng. Tapi yang saya bikin ini menggunakan tahu kulit karena yang lagi ada stok di rumah itu, ada tahu putih cuma 1 bungkus (yang ukuran besar standar) dan tidak cukup untuk dipakai seluruh adonan. Jadi tahu putihnya saya pakai untuk campuran adonan saja, sedangkan untuk menempelkan adonan acinya saya pakai tahu kulit. Terinspirasi juga dari Mba Citra di Kumamoto, Jepang yang membuat tahu aci ini memakai tahu kulit juga. Hasilnya tahunya jadi lebih renyah. Terima kasih inspirasinya ya Mba :)

Buat penggemar gorengan dari aci seperti saya, makan tahu ini gak kerasa bisa habis banyak, hehehe... cocol terus pokoknya :D . Tahu aci ini bisa disajikan dengan cabai rawit atau sambal kecap untuk cocolan. Next time mau bikin lagi pakai tahu putih yang biasa saya pakai untuk bikin siomay dan batagor disini. Tahu aci ini lebih enak dinikmati fresh selagi masih hangat karena teksturnya masih ada renyahnya, setelah dingin memang jadi tidak serenyah saat masih fresh tapi tenang saja acinya (cirengnya) tidak menjadi keras walau sudah dingin lho, tetap kenyal dan empuk digigitnya ^_^

Yang mau mencoba untuk membuatnya, berikut resepnya ya... Inshaa Allah mudah untuk dipraktekkan dan yang terpenting tahu aci ini saat digoreng tidak perlu takut akan meletus atau loncat dari penggorengan kok, hehehee...







TAHU ACI KHAS TEGAL

15-20 buah tahu kuning ukuran kecil satuan, dibelah melintang diagonal membentuk segitiga (hasil jadi 30-40 buah) ~ saya pakai tahu kulit
*bila tahunya tawar, bisa diberi sedikit garam dan merica bubuk lalu diamkan sebentar agar meresap, siap dipakai
2 buah tahu kuning/putih kecil ukuran kecil, haluskan ~ saya pakai setengah bagian tahu putih ukuran besar standar
150 gram aci/tapioka/sagu tani
50 gram terigu protein sedang/all purpose
5 siung bawang putih, haluskan
1,5 sdt garam (kalau suka lebih asin bisa pakai 2 sdt)
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
50 ml air
4 batang daun bawang kecil atau daun kucai, iris halus
Minyak goreng yang banyak untuk menggoreng

Cara membuat:
1. Campur tahu kuning/putih yang dihaluskan, tepung aci/tapioka/sagu tani dan terigu. Aduk hingga tercampur rata. Sisihkan.
2. Campur air, bawang putih halus, garam, merica bubuk dan gula pasir. Panaskan di atas kompor hingga mendidih pertama kali.
3. Tuang campuran air mendidih ini ke campuran tahu dan tepung tadi. Aduk rata dengan sendok hingga membentuk adonan yang lembek. Adonan bertekstur lembek dan mudah disendokkan, tapi tidak terlalu cair/runny dan juga tidak kering seperti adonan cireng. Bila dirasa masih terlalu kering, bisa ditambahkan air sedikit demi sedikit karena kelembekan adonan juga tergantung kadar air dari tahu yang dipakai.
4. Tambahkan daun bawang atau daun kucai, aduk rata.
5. Tempelkan adonan aci pada tahu yang telah disiapkan. Lakukan hingga adonan habis.
6. Panaskan minyak goreng yang banyak dengan api sedang, goreng tahu aci hingga matang dan kecoklatan. Angkat dan sajikan dengan cabai rawit atau sambal kecap.

Sambal kecap:
5 sdm kecap manis
1 sdm saus sambal
1 siung bawang putih, haluskan/parut
Cabai rawit merah sesuai selera pedasnya, diiris dan digerus kasar dengan sendok agar keluar pedasnya
3 buah bawang merah, dipotong-potong
Sedikit perasan air jeruk nipis atau cuka makan
Bila terlalu kental bisa ditambahkan 1 sdm air matang
---> Campur semua bahan jadi satu dan siap menjadi sambal cocolan tahu aci






Tahu aci ini juga bisa disajikan dengan saus sambal kacang, jadinya batagor aci deh. Tahu acinya bedol desa dari Jawa Tengah ke Jawa Barat donk soalnya jadi batagor, hehee... Enak juga lho. Selamat mencoba! ^_^

Wednesday, November 27, 2013

PEMPEK, BATAGOR DAN SIOMAY

Ini juga pempek, siomay dan batagor pesanan beberapa orang teman yang dikirim keluar kota dalam keadaan beku siap digoreng atau dihangatkan kembali sebelum dikonsumsi.





Terima kasih sudah memesan ya teman-teman ^_^

PEMPEK PALEMBANG, BATAGOR DAN RISOLES

Ini adalah pesanan beberapa orang teman di beberapa Kota. Jadi semuanya saya kirim keluar kota dalam keadaan beku. Alhamdulillah sampai dengan kondisi baik semuanya. Di Korea ini pengiriman ke Kota manapun hanya sehari sampai dan penanganan paketnya cukup baik.
Pernah beberapa kali mengirimkan kue-kue keluar kota pun sampai dengan selamat, hanya untuk decorated cake saja yang tidak bisa karena memerlukan penanganan khusus khawatir akan merusak dekorasinya.

(Pempek Palembang siap goreng)



(Batagor frozen siap goreng)



(Risoles ragout sayuran dan risoles chicken mayo frozen siap goreng)

Terima kasih buat teman-teman yang sudah memesan ya... ^_^

Monday, October 21, 2013

EGG TART (PIE SUSU) WIJEN



Egg tart ini untuk acara gathering di rumah Mba Vina di Seoul yang mengundang makan-makan di rumah beliau, kumpul-kumpul sekalian dalam rangka ulang tahunnya. Egg tart seperti biasa yang pernah saya posting resepnya dulu, tapi ditaburi dengan wijen jadi tambah maknyusss deh rasanya, hehee...
Alhamdulillah egg tart-nya laris manis dan semua suka ^_^

BATAGOR DAN PEMPEK FOR MBA ZANTIA



Mba Zanti teman yang tinggal di kota tetangga Pyeongtaek mengundang untuk acara makan-makan barbeque di rumahnya beberapa waktu yang lalu, sekalian pesan batagor dan pempek kapal selam+pempek kulit ukuran besar, masing-masing 4 paket. Tapi ternyata persediaan ikan tenggiri saya hanya cukup untuk membuat masing-masing untuk 3 paket saja. Alhamdulillah yang pesan oke saja pesanannya dikurangi kuotanya, hihiii... Terima kasih pesanannya ya Mba ^_^

Monday, September 30, 2013

CILOK (ACI DICOLOK)



Teman-teman di Korea banyak yang lagi pada terkena virus cilok, gara-gara beberapa waktu yang lalu saya upload foto cilok fresh from the steamer di Facebook, hihihiii... Waktu ada Muslimah Taklim Seoul bulanan yang bulan September ini diadakan di Anseong, saya pun menyuguhkan cilok ini sebagai salah satu hidangan untuk menjamu teman-teman yang datang ke Taklim, hehehe...
Cilok yang dibikin 3 minggu yang lalu sekitar minggu pertama September, tapi baru mejeng sekarang. Tiba-tiba saja pengen makan cilok. Bahan-bahan ada semua jadi langsung eksekusi.
Kata Abinya Nadhifa ini namanya K-Lok alias Korean Cilok, karena isinya pake odeng (korean fish cake) :D
Cilok bisa plain saja tanpa isi, atau mau diisi sesuai selera, bisa daging ayam cincang, lemak/gajih, telur rebus yang dipotong-potong, abon, tempe, omcom, suka-suka lah ya.

Bagi mungkin yang belum tau, cilok ini salah satu jajanan tradisional dari Jawa Barat yang terbuat dari aci (kanji/tapioka). Mengingatkan kita akan masa kecil karena suka sekali beli cilok ini. Yah masih saudara sama cireng dan cimol, hihiii... Biar gak dibilang cuma makan aci, jadi cilok ini bisa diberi isian juga sesuka hati ^^

Resep dulu banget sudah pernah saya posting di blog. Yang mau bikin silahkan ini resepnya ya...




CILOK
by Ricke Indriani

Bahan:
200 gram tepung sagu tani atau tapioka
200 gram terigu protein sedang
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk (optional)
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
400 ml air (bila ingin lebih gurih bisa pakai air kaldu ayam)
2 batang daun bawang, iris halus

Isi sesuai selera, atau tanpa isi

Air di panci untuk merebus cilok

Cara membuat:
1. Campurkan tepung sagu tani/tapioka dan terigu. Tambahkan daun bawang. Aduk rata dan sisihkan.
2. Campurkan air, bawang putih halus, garam, kaldu bubuk, merica bubuk dan gula pasir. Masak hingga mendidih.
3. Panas-panas tuangkan air rebusan tadi bertahap ke dalam campuran tepung, sambil diaduk rata menggunakan sendok kayu (jangan pake tangan yaaa, ntar kepanasan, hihihiii...). Bila dirasa adonan sudah kalis dan bisa dipulung dan air masih bersisa, hentikan penambahan air.
4. Biarkan sampai agak hangat. Ambil sedikit adonan, beri isi dan bulatkan sebesar bakso. Lakukan hingga adonan habis.
5. Didihkan air yang banyak dalam panci, rebus cilok hingga mengambang dan biarkan sekitar 10-15 menit mengambang. Angkat. Kemudian kukus cilok hingga empuk dan matang.




Bumbu saus kacang:
100 gram kacang tanah, digoreng, dihaluskan
3 siung bawang putih utuh, goreng sebentar
5 buah cabai merah (atau sesuai selera)
2 lembar daun jeruk
Garam, merica bubuk dan gula pasir secukupnya (cicipi saja sesuai selera)
500 ml air
Perasan air jeruk nipis/lemon (bila suka)

Pelengkap: Saus sambal botolan dan kecap manis

Cara membuat:
Campur kacang tanah halus, bawang putih, cabai merah dan air. Blender hingga bumbu halus merata. Tambahkan daun jeruk dan masak di atas api sampai mendidih, mengental dan keluar minyaknya. Beri garam, merica bubuk dan gula pasir. Cicipi. Beri sedikit perasan air jeruk nipis/lemon. Angkat.

Sajikan cilok dengan bumbu saus kacang dan pelengkapnya. Nikmati cilok sambil dicolok :D

Selamat mencoba ^_^

Wednesday, September 18, 2013

KUE TALAM LABU KUNING



Kue talam labu kuning ini saya buat beberapa hari yang lalu, menjelang sore. Jadilah kue talam ini sebagai teman ngeteh sore hari, bersama segelas teh hangat tawar di tengah cuaca yang sudah mulai berangin dingin. Alhamdulillah nikmat ^_^

Punya labu kuning perasaan sudah lama, beli karena lagi murah di sebuah supermarket dekat rumah. Trus ditaruh saja di pojokan dan terlupakan, hihihihhh... Setelah dieksekusi jadi kue talam ini alhamdulillah laris manis deh di rumah. Semuanya suka. Nadhifa pulang sekolah langsung melahap 3 biji, hehee...

Kue talam ini bermacam-macam. Biasanya terdiri minimal 2 lapis atau ada juga yang tiga lapis. Lapisan atas umumnya berwarna putih dengan rasa gurih santan atau ada juga yang berwarna coklat karena memakai gula merah. Di Indonesia lebih terkenal yang dibuat di cetakan mangkuk kecil-kecil ini (cetakan cucing), sedangkan di Malaysia kue talamnya dibuat di loyang dan dipotong-potong sebelum disajikan. Yang ini jenis talam manis, ada juga talam gurih seperti talam ebi.

Kue talam manis ada yang menggunakan umbi-umbian (ubi, talas, kentang, labu kuning, singkong, dsb) dan ada juga yang tanpa umbi. Bila membuat talam yang tanpa umbi biasanya saya menggunakan campuran tepung beras dan tepung sagu. Tepung beras untuk membuat kue menjadi lembut dan tepung sagu untuk efek agak kenyal.
Tapi untuk kue talam yang menggunakan umbi saya hanya menggunakan tepung sagu atau tapioka saja, karena umbi yang ditambahkan ke adonan sudah membuat kue menjadi lembut. Kemarin saat membuat saya sedang tidak punya tapioka, jadi saya subtitusi dengan tepung pati kentang/aci kentang (potato starch powder). Hasilnya hampir sama, hanya saja menurut saya lebih pas kenyalnya jika pakai tepung sagu/tapioka.
Kue talam ini biasanya menjadi salah satu jenis kue yang suka dipesan untuk isi snackbox. Di Indonesia biasanya jika membuat yang memakai umbi, saya pakai ubi kuning. Ini resep yang saya pakai ya... Saya kemarin hanya bikin setengah resep di bawah ini ya, karena yang makan cuma bertiga saja :)





Kue Talam Labu Kuning
by Ricke Indriani

Lapisan Kuning (Bawah):
500 gram labu kuning, dikukus
300 ml santan sedang, matang (lebihkan sedikit saat membuat santan mentah, setelah matang ditakar menjadi 300 ml)
1/2 sdt garam
150 gram tepung sagu/tapioka
175 gram gula pasir (silahkan ditambah jika suka lebih manis)
1/2 sdt vanili bubuk

Lapisan Putih (Atas):
400 ml santan kental matang
1/2 sdt garam
60 gram tepung beras
40 gram tepung sagu/tapioka
2 sdm gula pasir
1/4 sdt vanili bubuk






Cara membuat:
1. Panaskan dandang kukusan/klakat. Jika memakai dandang biasa, lapisi tutupnya dengan serbet bersih.
2. Lapisan bawah (kuning): Blender labu kuning dan setengah bagian santan sampai benar-benar halus. Tuang ke dalam wadah/baskom. Masukkan tepung sagu/tapioka, garam, gula pasir dan vanili bubuk. Aduk rata dengan hand whisk. Masukkan sisa santan sambil diaduk rata hingga adonan licin. Tuang ke dalam cetakan yang sudah diolesi sedikit minyak goreng. Isi sampai 2/3 tinggi cetakan. Kukus 10 menit.
2. Lapisan atas (putih): Campur dan aduk rata semua bahan. Tuang ke atas lapisan bawah (kuning) tadi. Kukus kembali 10 menit atau hingga lapisan atas 'set' (memadat). Angkat. Biarkan sampai agak hangat dalam cetakan lalu keluarkan.

Note: Kadar air dalam labu kuning yang digunakan bisa berbeda-beda. Kebetulan saya menggunakan labu kuning yang kadar airnya sudah cukup banyak dan lembek setelah dikukus (labu kuning yang kecil, kulit luarnya hijau). Tapi ada juga jenis labu kuning yang kadar airnya lebih sedikit dan setelah dikukus bertekstur legit. Jumlah santan pada lapisan kuning bisa disesuaikan, adonan akhir cukup kentalnya, tidak terlalu encer dan juga tidak terlalu berat.

Selamat mencoba :)

BRONKETEM, BOLU GULUNG PANDAN KEJU, KUE LUMPUR KENTANG DAN PUDDING MOSAIC FOR MBA ANGGI

Pesanan ini dipesan oleh Mba Anggi untuk acara farewell-nya karena Mba Anggi dan keluarga mau back for good ke Indonesia dan selanjutnya in sya Allah akan lanjut ke Australia. Semoga dimudahkan segala urusannya dan sukses di tempat yang baru ya untuk Mba Anggi dan keluarga. Aamiin... Kebetulan saya dan keluarga juga diundang ke rumah Mba Anggi di Incheon jadi kuenya sekalian saya bawa.





Terima kasih sudah memesan ya Mba and see you again someday in sya Allah ^_^

Tuesday, September 3, 2013

KUE LUMPUR LABU KUNING FOR PESANTREN RAMADHAN KMI


Kue lumpur labu kuning yang foto di atas ini adalah kue lumpur yang saya bawa ke Mushalla Nurul Hidayah untuk ikut memberi tambahan takjil berbuka bersama di Mushalla Ramadhan yang lalu. Ingin membawa sesuatu dan teringat labu kuning yang masih ada belum dieksekusi, akhirnya saya buat kue lumpur labu kuning ini. Resepnya saya gunakan resep yang sama seperti kue lumpur kentang yang sebelumnya pernah saya posting di blog ini. Hanya saja saya ganti kentang dengan labu kuning dan menggunakan susu cair bukan santan karena sedang tidak punya stok santan di rumah. Jumlah cairannya saya kurangi karena labu kuning yang saya pakai yang jenis kecil (kulitnya berwarna hijau), bila sudah dikukus hasilnya lebih basah dan lembek daripada kentang atau labu kuning yang jenis besar yang legit.
Ternyata saat akan pulang, pengurus Mushalla kemudian memesan kue lumpur ini untuk acara Pesantren Ramadhan KMI (Komunitas Muslim Indonesia) Korea Selatan yang diadakan di Anseong. Pesan sekitar 60 biji. Subhanallah, saya memberi kue lumpur sekitar 25 biji malah berbuah order sebanyak 2x lipatnya lebih. Rejeki dari Allah yang nyata di bulan-Nya yang mulia :)



Kue lumpurnya saya bikin 2 macam dari adonan yang sama, setengah bagian saya beri pasta pandan jadi berwarna hijau ^_^