Wednesday, May 18, 2011
ORDER: PUTU AYU KETAN ITEM
Ini dia pesanan putu ayu ketan item 100 pcs kemarin. Habis bikin ini kecapean, sambil nunggu kuenya dingin eh trus ketiduran. Tau-tau ada sms orangnya sudah on the way mau ambil kuenya, huwwaaa... Langsung deh grasak grusuk masukin kue satu-satu ke kotaknya. Jadi cuma sempat motret satu kotak ini aja. Habis itu langsung ngacir ganti baju secara cuma pake 'baju dinas' alias daster, qiqiqiiii.... :p
Labels:
Jajanan Pasar,
Jualan
PUTU AYU KETAN ITEM
Kebetulan kemarin ini dapat orderan 100 pcs putu ayu ketan item. Ada sisa beberapa biji ya sudah lumayan buat cemilan sore-sore. Resepnya pakai resep putu ayu biasa (pandan) cuma telurnya aku kurangi jadi hanya 3 butir saja. Rasanya? Enakkk deh, legit dan harum khas ketan item.
Klo putu ayu yang dari terigu bertekstur empuk, klo yang dari ketan item bertekstur legit. Kelapanya saya kukus dulu bersama daun pandan, garam dan vanili. Santannya juga saya masak dahulu bersama daun pandan dan vanili. Jadi lebih awet dan wangi ^__^
Yang mau coba silahkan, ini dia resepnya... Yang gak mau ribet silahkan, pesan saja pada saya ^__*
Putu Ayu Ketan Item
by Ricke 'Bunda Nadhifa' Indriani
Bahan:
250 gram tepung ketan hitam
3 butir telur ukuran besar
150 gram gula pasir (klo suka lebih manis bisa pakai 200 gram)
1 sdt emulsifier
1/8 sdt garam (sejumput saja)
200 ml santan sedang yang sudah dimasak bersama pandan dan vanili (lebihkan sedikit jumlah santannya sebelum dimasak karena setelah matang akan sedikit menyusut, takar 200 ml setelah matang), dinginkan
Bahan kelapa parut:
200 gram kelapa parut
2 lembar daun pandan, sobek-sobek
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili
---> Kukus semuanya selama 10 menit, dinginkan
Cara membuat:
1. Panaskan kukusan/klakat. Siapkan cetakan kue, olesi dengan minyak goreng tipis-tipis. Padatkan kelapa parut secukupnya di dasar cetakan. Sisihkan.
2. Kocok telur, gula pasir, emulsifier dan garam hingga putih, kental dan kaku dengan mixer kecepatan tinggi. Masukkan tepung ketan hitam sedikit demi sedikit sambil diaduk rata atau dikocok dg mixer kecepatan paling rendah.
3. Masukkan santan. Aduk rata. Tuang ke dalam cetakan sampai hampir penuh. Kukus selama 10 menit dengan api sedang. Keluarkan dari cetakan.
Selamat mencoba :)
Labels:
Cake,
Jajanan Pasar
Monday, May 16, 2011
SAMBAL UDANG TELUR PUYUH
Ahhhh... Saya memang suka banget sama masakan yang satu ini. Bisa lupa diri klo sudah makan ini bersama nasi panas, bisa nambah dan nambah lagi. Buat yang lagi diet tentu akan merusak diet Anda, xixixiixiiiii....
Sebagai teman makan nasi tanpa lauk atau sayur lainnya sudah cukup buat saya, hehehee...
Ibu saya termasuk yang sering membuat sambal udang telur puyuh ini. Dan saya memang sudah jarang masak yang pedas-pedas sejak Nadhifa sudah bisa makan nasi, soalnya suka malas bikin masakan jadi banyak macem pedas dan tidak pedas, hihihiii... Pemalas :p
Selain itu juga karena suami saya sekarang sedang tidak bisa makan makanan yang terlalu pedas, tenggorokannya tidak kuat.
Tapi boleh lah sekali-kali memanjakan lidah sendiri. Hari Minggu kemarin saya sengaja memasak ini saat di warung sayur melihat sekeranjang telur puyuh, langsung deh beli seperempat kilo khusus untuk dimasak sambal udang telur puyuh ini ^__^
Untuk Nadhifa dan Abinya saya juga memasak gurame goreng dan tumis kangkung gak pake pedas ;)
Resepnya pakai resep Bu Fatmah NCC, tapi dimodifikasi sesuai dengan bahan yang ada dan selera. Memang benar kata Bu Fat, it's miroso! :D
Resep asli bisa dilihat disini.
Sambal Udang Telur Puyuh
Adapted from Fatmah Bahalwan NCC, modified by Ricke
Bahan:
250 gram udang, kupas
1/2 buah jeruk nipis
Sedikit garam dan merica bubuk untuk seasoning
250 gram telur puyuh, rebus sampai matang dan kupas
1 papan petai, iris memanjang ~ skip saja bila tak suka :)
1 batang sereh, geprek
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 ruas lenguas, geprek
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk
Bumbu halus:
6 buah cabai merah besar
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
Minyak goreng untuk menumis
Cara membuat:
1. Lumuri udang dengan air jeruk nipis, garam dan merica bubuk. Sisihkan.
2 Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus, sereh, daun salam, daun jeruk dan lengkuas sampai harum. Masukkan udang. Aduk rata dan masak hingga berubah warna. Beri garam, gula pasir dan merica bubuk. Masak terus hingga bumbu tanak/matang.
3. Masukkan telur puyuh. Aduk hingga rata. Angkat dan sajikan.
Simply delicious! ^__^
Labels:
Daily Menu
Sunday, May 15, 2011
SNACK PENGAJIAN DAN KLAPPERTAART FOR MBA DIAN
Ini adalah pesanan Mba Dian di Cilegon, pesannya sudah lumayan lama tapi baru sempat saya upload sekarang fotonya. Maaf yaaa... Maklum akhir-akhir jadi agak malas buat edit-edit foto dan upload. Foto-foto pesanan menumpuk belum sempat diapa-apain :(
Mba Dian pesan lapis singkong dan kroket kentang ayam sayuran untuk menambah snack acara pengajian syukuran ruko mertuanya. Dan juga pesan klappertaart original dalam cup untuk dimakan bersama keluarga.
(Lapis singkong sebelum dibungkus satu persatu)
(Kroket kentang ayam sayuran)
(Klappertaart)
(Ready)
Alhamdulillah, besoknya dapat sms dari Mba Dian klo katanya kue-kuenya enak semua. Dan semuanya suka. Anak-anaknya Mba Dian suka banget dengan klappertaartnya.
Terima kasih atas orderannya ya Mba Dian. Semoga usaha mertua di tempat yang baru lebih maju dan barokah. Amiiin...
Mba Dian pesan lapis singkong dan kroket kentang ayam sayuran untuk menambah snack acara pengajian syukuran ruko mertuanya. Dan juga pesan klappertaart original dalam cup untuk dimakan bersama keluarga.
(Lapis singkong sebelum dibungkus satu persatu)
(Kroket kentang ayam sayuran)
(Klappertaart)
(Ready)
Alhamdulillah, besoknya dapat sms dari Mba Dian klo katanya kue-kuenya enak semua. Dan semuanya suka. Anak-anaknya Mba Dian suka banget dengan klappertaartnya.
Terima kasih atas orderannya ya Mba Dian. Semoga usaha mertua di tempat yang baru lebih maju dan barokah. Amiiin...
Labels:
Jajanan Pasar,
Jualan,
Klappertaart
KUE LUMPUR
Kue lumpur, salah satu jajanan pasar yang sudah sangat dikenal luas di Indonesia. Dari yang original sampai yang sudah dimodifikasi. Dari yang manis sampai yang gurih. Membuatnyapun cukup mudah, insyaAllah semua juga bisa membuatnya. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah besar kecilnya api yang digunakan dan lama waktu pemanggangan, agar kue lumpur matang sempurna dan bagian bawah tidak cepat gosong.
Kali ini saya tuliskan resep kue lumpur dasar (original) yang sering saya pakai. Untuk modifikasinya tinggal disesuaikan dengan selera dan kebutuhan. Jika mau membuat kue lumpur gurih, tinggal kurangi jumlah pemakaian gulanya dan beri topping gurih seperti ragout, ayam, daging, dll.
Banyak sekali variasi resep kue lumpur, dengan berbeda komposisi bahan, berbeda metode pembuatan, dll. Tidak masalah selama hasilnya memuaskan dan cocok dengan selera kita.
Saya sendiri cocok dengan kue lumpur yang dibuat dengan menggunakan metode awal seperti membuat kue soes, yaitu air dan margarin dididihkan terlebih dahulu, kemudian masukkan terigu dan bahan-bahan lainnya. Hasilnya lebih lembut.
Resepnya saya adaptasi dari tabloid Saji tapi sudah saya modifikasi sesuai selera.
Kue Lumpur
by Ricke 'Bunda Nadhifa' Indriani, adapted from Saji
Bahan:
200 gram kentang, dikukus dan dihaluskan
250 ml air
75 gram margarin
150 gram terigu protein sedang
125 gram gula pasir halus
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanilla
6 butir telur
200 ml santan, rebus dengan 2 lembar daun pandan, dinginkan
200 ml susu cair
Topping:
Kismis secukupnya
Cara membuat:
1. Panaskan air dan margarin sambil diaduk hingga mendidih.
2. Kecilkan api. Masukkan terigu. Aduk hingga rata dan kalis (tidak menempel di panci). Matikan api. Masukkan gula pasir, garam dan vanilla. Aduk rata.
3. Pindahkan ke baskom/wadah yang lebih besar. Masukkan kentang. Aduk rata. Dinginkan.
4. Tambahkan telur satu persatu sambil dikocok rata dengan mixer kecepatan rendah hingga telur habis dan adonan lembut. Tuang santan dan susu cair sedikit demi sedikit sambil dikocok rata.
5. Panaskan cetakan kue lumpur. Tuang adonan hingga 4/5 penuh, tutup dan biarkan setengah matang.
6. Taburi kismis. Tutup kembali dan masak hingga matang dan permukaannya sudah tidak basah. Angkat dengan menggunakan spatula kecil.
Note:
- Saya sengaja menggunakan kombinasi santan dan susu cair. Jika mau, bisa diganti seluruhnya dengan santan saja.
- Bila membuat kue lumpur gurih, saya lebih suka menggunakan susu cair seluruhnya dan jumlah gulanya dikurangi.
- Kue lumpur setelah diangkat memang akan sedikit menyusut, itu wajar karena teksturnya yang lembut.
Selamat mencoba.
Kali ini saya tuliskan resep kue lumpur dasar (original) yang sering saya pakai. Untuk modifikasinya tinggal disesuaikan dengan selera dan kebutuhan. Jika mau membuat kue lumpur gurih, tinggal kurangi jumlah pemakaian gulanya dan beri topping gurih seperti ragout, ayam, daging, dll.
Banyak sekali variasi resep kue lumpur, dengan berbeda komposisi bahan, berbeda metode pembuatan, dll. Tidak masalah selama hasilnya memuaskan dan cocok dengan selera kita.
Saya sendiri cocok dengan kue lumpur yang dibuat dengan menggunakan metode awal seperti membuat kue soes, yaitu air dan margarin dididihkan terlebih dahulu, kemudian masukkan terigu dan bahan-bahan lainnya. Hasilnya lebih lembut.
Resepnya saya adaptasi dari tabloid Saji tapi sudah saya modifikasi sesuai selera.
Kue Lumpur
by Ricke 'Bunda Nadhifa' Indriani, adapted from Saji
Bahan:
200 gram kentang, dikukus dan dihaluskan
250 ml air
75 gram margarin
150 gram terigu protein sedang
125 gram gula pasir halus
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanilla
6 butir telur
200 ml santan, rebus dengan 2 lembar daun pandan, dinginkan
200 ml susu cair
Topping:
Kismis secukupnya
Cara membuat:
1. Panaskan air dan margarin sambil diaduk hingga mendidih.
2. Kecilkan api. Masukkan terigu. Aduk hingga rata dan kalis (tidak menempel di panci). Matikan api. Masukkan gula pasir, garam dan vanilla. Aduk rata.
3. Pindahkan ke baskom/wadah yang lebih besar. Masukkan kentang. Aduk rata. Dinginkan.
4. Tambahkan telur satu persatu sambil dikocok rata dengan mixer kecepatan rendah hingga telur habis dan adonan lembut. Tuang santan dan susu cair sedikit demi sedikit sambil dikocok rata.
5. Panaskan cetakan kue lumpur. Tuang adonan hingga 4/5 penuh, tutup dan biarkan setengah matang.
6. Taburi kismis. Tutup kembali dan masak hingga matang dan permukaannya sudah tidak basah. Angkat dengan menggunakan spatula kecil.
Note:
- Saya sengaja menggunakan kombinasi santan dan susu cair. Jika mau, bisa diganti seluruhnya dengan santan saja.
- Bila membuat kue lumpur gurih, saya lebih suka menggunakan susu cair seluruhnya dan jumlah gulanya dikurangi.
- Kue lumpur setelah diangkat memang akan sedikit menyusut, itu wajar karena teksturnya yang lembut.
Selamat mencoba.
Labels:
Jajanan Pasar,
Snack
BREAD PUDDING
Salah satu hot dessert atau hot pudding, jadi lebih nikmat dinikmati hangat-hangat.
Bisa juga dicetak dalam cup alumunium foil, jadi rotinya dipotong kecil-kecil terlebih dahulu.
Saya sengaja membuatnya dg komposisi kuning telur lebih banyak dari putihnya, hasilnya lebih lembut. Tapi jika mau dibuat dengan telur utuh semua silahkan aja ya :)
Buat dessert oke, buat ngemil boleh, buat sarapan juga ngenyangin, hehee...
Yang mau cobain, silahkan...
Bread Pudding
by Ricke 'Bunda Nadhifa'
Bahan:
6 lembar roti tawar, potong-potong (saya potong jadi 4 bagian per lembar)
Kismis secukupnya
Keju secukupnya, potong kotak kecil-kecil
Coklat meisyes atau DCC serut secukupnya
3 butir telur utuh
3 butir kuning telur
(kocok lepas semua telur)
400 ml susu cair
100 ml fresh cream/whipcream cair
80-100 gram gula pasir halus (tergantung selera manis)
1 sdt vanilla
50 gram butter/margarin, lelehkan
Taburan:
Keju parut
Kismis
Cara membuat:
1. Siapkan pinggan tahan panas atau loyang/cup alumunium foil. Oles dengan margarin Sisihkan.
2. Campurkan telur, susu, fresh cream/whip cream, gula pasir halus dan vanilla. Aduk menggunakan whisk hingga rata. Masukkan butter/margarin cair. Sisihkan.
3. Tata setengah bagian roti di pinggan/loyang/cup. Tuang 1/3 campuran susu. Biarkan meresap. Beri keju yg dipotong-potong, coklat meisyes/DCC parut dan kismis. Tata lagi setengah bagian roti tawar. Siram dg 1/3 bagian campuran susu. Biarkan meresap. Siram kembali sisa campuran susu, beri taburan keju parut dan kismis.
4. Panggang dg cara au bain marie (steam bake) dg suhu 160'C selama 45 menit - 1 jam sampai matang dan permukaannya kuning kecoklatan.
5. Angkat. Biarkan beberapa saat hingga agak hangat. Potong-potong dan sajikan.
Selamat mencoba :)
*Jika tidak ada fresh cream/whip cream bisa mengganti semuanya dengan susu cair
Wednesday, May 4, 2011
MASUK TV EUYYY... ^__^
(Foto dari TV dokumentasi Mba Lenie Sahari)
Alhamdulillah, hari Senin tanggal 2 Mei kemarin adalah salah satu tanggal bersejarah buat saya (lebay! hihihiiii...), karena liputan tentang klappertaart saya sudah ditayangkan di acara Jelang Siang Trans TV ^__^
Sebenarnya shootingnya sudah dari sebulanan yang lalu, sekitar Maret akhir (klo gak salah, saya lupa, pikun euy!). Tapi karena Trans TV-nya banyak program-program baru jadi tayangnya antri, hehehee...
DIkasih taunya agak mendadak juga, karena tadinya saat liputan ke Serang sepertinya blum ada niatan untuk meliput klappertaart saya. Tapi ternyata produser acara Jelang Siang-nya tertarik akhirnya kru Jelang Siang-nya mampir ke rumah saya hari Jum'at memberi tau klo klappertaart saya akan diliput hari Minggu-nya. Wah, antara senang dan deg-degan juga nih mau diliput, hihihiii... Ndeso! :D
Karena sebelumnya mereka meliput talas beneng, akhirnya munculah ide yg diliput tentang klappertaart talas beneng, biar ada khas Banten gitu.
Si talas beneng sendiri adalah talas raksasa berukuran besar dari desa Juhut, kabupaten Pandeglang, Banten. Sebelumnya sudah sering saya tulis di blog saya ini.
Alhamdulillah proses shooting berjalan lancar, dari siang sampai mau magrib. Walaupun dengan kostum yg gak nyambung banget, xixixiiii... Tadinya saya pakai baju warna putih bermotif abu-abu, jilbab saya warna abu-abu, klop kan? Eh, ternyata kata Mba Roro (reporter Jelang Siang) klo bisa jangan warna putih karena kurang bagus tertangkap oleh kamera. Yaahhh... Ganti baju deh judulnya. Karena buru-buru akhirnya asal ambil aja tuh baju, lha kok warna coklat muda yg dipake. Haiiisshhh... Yah sudahlah, shooting tetap lanjoooottt... :D
Sengaja tidak woro-woro ke teman-teman dulu. Yg tau hanya beberapa orang saja yg saya minta tutup mulut sampai waktunya tiba. Takut heboh duluan padahal tayangnya masih lama, heheheheee...
Yang tau hanya Teh Vivi Nowotny (Austria), Teh Diah Raki (Thailand), Mba Dida Rachmadiah (Mojokerto) dan Mba Yunita Amaliawati (Malang).
Benar saja waktu kemarin Mba Maulina Nuryani (Depok) woro-woro di wall Group LBT, teman-teman langsung banyak yg komentar >__< Alhamdulillah hari Senin kemarin akhirnya bisa melihat wajah cupu saya menghiasi layar kaca di rumah ^__^ Yg bikin lucu, waktu melihat saya ada di TV, Nadhifa hebohnya minta ampun, sambil tertawa-tawa dia nunjuk-nunjuk wajah saya di TV sambil bilang, "Hahahh... Hahahhh... Ada Buaaa..." (Hahaaa... Hahaaa... Ada Bunda - red) :D Saya tidak sempat mengabadikan foto-foto saat saya shooting, dan juga tidak punya videonya. Alhamdulillah Mba Bertha Evelina (UAE) merekam tayangannya dari Mivo TV, walaupun memang tidak terlalu jelas gambarnya. Trims ya Mba ^__^ (Capture video yg diupload di FB Mba Bertha)
Cuplikan video Jelang Siang-nya bisa dilihat di website Trans TV disini.
Terima kasih untuk kru Jelang Siang Trans TV karena sudah mampir untuk meliput klappertaart saya.
Terima kasih juga untuk suamiku tercinta yg selama ini sudah banyak mendukungku untuk melakukan semua ini, love you Bi ;)
Juga terima kasih untuk teman-teman yg kemarin sudah meluangkan waktunya menonton acara Jelang Siang.
Semoga qta sukses bersama. Amiiiin...!!! ^__^
Foto klappertaart dan talas benengnya menyusul yaaa... ;)
Alhamdulillah, hari Senin tanggal 2 Mei kemarin adalah salah satu tanggal bersejarah buat saya (lebay! hihihiiii...), karena liputan tentang klappertaart saya sudah ditayangkan di acara Jelang Siang Trans TV ^__^
Sebenarnya shootingnya sudah dari sebulanan yang lalu, sekitar Maret akhir (klo gak salah, saya lupa, pikun euy!). Tapi karena Trans TV-nya banyak program-program baru jadi tayangnya antri, hehehee...
DIkasih taunya agak mendadak juga, karena tadinya saat liputan ke Serang sepertinya blum ada niatan untuk meliput klappertaart saya. Tapi ternyata produser acara Jelang Siang-nya tertarik akhirnya kru Jelang Siang-nya mampir ke rumah saya hari Jum'at memberi tau klo klappertaart saya akan diliput hari Minggu-nya. Wah, antara senang dan deg-degan juga nih mau diliput, hihihiii... Ndeso! :D
Karena sebelumnya mereka meliput talas beneng, akhirnya munculah ide yg diliput tentang klappertaart talas beneng, biar ada khas Banten gitu.
Si talas beneng sendiri adalah talas raksasa berukuran besar dari desa Juhut, kabupaten Pandeglang, Banten. Sebelumnya sudah sering saya tulis di blog saya ini.
Alhamdulillah proses shooting berjalan lancar, dari siang sampai mau magrib. Walaupun dengan kostum yg gak nyambung banget, xixixiiii... Tadinya saya pakai baju warna putih bermotif abu-abu, jilbab saya warna abu-abu, klop kan? Eh, ternyata kata Mba Roro (reporter Jelang Siang) klo bisa jangan warna putih karena kurang bagus tertangkap oleh kamera. Yaahhh... Ganti baju deh judulnya. Karena buru-buru akhirnya asal ambil aja tuh baju, lha kok warna coklat muda yg dipake. Haiiisshhh... Yah sudahlah, shooting tetap lanjoooottt... :D
Sengaja tidak woro-woro ke teman-teman dulu. Yg tau hanya beberapa orang saja yg saya minta tutup mulut sampai waktunya tiba. Takut heboh duluan padahal tayangnya masih lama, heheheheee...
Yang tau hanya Teh Vivi Nowotny (Austria), Teh Diah Raki (Thailand), Mba Dida Rachmadiah (Mojokerto) dan Mba Yunita Amaliawati (Malang).
Benar saja waktu kemarin Mba Maulina Nuryani (Depok) woro-woro di wall Group LBT, teman-teman langsung banyak yg komentar >__< Alhamdulillah hari Senin kemarin akhirnya bisa melihat wajah cupu saya menghiasi layar kaca di rumah ^__^ Yg bikin lucu, waktu melihat saya ada di TV, Nadhifa hebohnya minta ampun, sambil tertawa-tawa dia nunjuk-nunjuk wajah saya di TV sambil bilang, "Hahahh... Hahahhh... Ada Buaaa..." (Hahaaa... Hahaaa... Ada Bunda - red) :D Saya tidak sempat mengabadikan foto-foto saat saya shooting, dan juga tidak punya videonya. Alhamdulillah Mba Bertha Evelina (UAE) merekam tayangannya dari Mivo TV, walaupun memang tidak terlalu jelas gambarnya. Trims ya Mba ^__^ (Capture video yg diupload di FB Mba Bertha)
Cuplikan video Jelang Siang-nya bisa dilihat di website Trans TV disini.
Terima kasih untuk kru Jelang Siang Trans TV karena sudah mampir untuk meliput klappertaart saya.
Terima kasih juga untuk suamiku tercinta yg selama ini sudah banyak mendukungku untuk melakukan semua ini, love you Bi ;)
Juga terima kasih untuk teman-teman yg kemarin sudah meluangkan waktunya menonton acara Jelang Siang.
Semoga qta sukses bersama. Amiiiin...!!! ^__^
Foto klappertaart dan talas benengnya menyusul yaaa... ;)
SIMPLE TIRAMISU FOR BU NADIA
Pesannya tiramisu untuk dimakan sendiri. Mintanya sih gak usah didekor atau dikasih topping buah, tapi kayaknya gak afdol bikin kue tanpa didekor sedikiiiitttt aja, hehehee... :D
Beginilah jadinya...
Semoga berkenan ^__^
KUE KERING KLASIK FOR BUNDA KARTINA
Alhamdulillah... Tarik nafas lega... Bukan karena akhirnya kuenya bisa dikirim juga (karena pesannya sudah lama) tapi juga karena kuenya alhamdulillah sampai dg selamat ke tangan Bunda Kartina di BSD, Tangerang. Gak ada yg hancur ^__^
Terima kasih utk Pak Lambu yg sudah mengantarkan titipan saya dengan sangat memuaskan. Terima kasih juga utk suamiku tercinta yg sudah bersedia jam 9 malam mengantarkan kuenya ke rumah Pak Lambu, heheheee...
Sebenarnya saya sudah lama tidak menerima pesanan kuker sejak Lebaran tahun kemarin. Masih berasa puyengnya mengerjakan orderan sekitar 200 toples *__*
Blum lagi trauma karena waktu itu saat mengerjakan kukernya saya terpeleset di dapur hingga cidera tulang ekor, hasilnya berlebaran dg keadaan sakit, hikkzzz... T__T
Tapi saya mau membahagiakan Bunda Kartina yg baik hati, alhamdulillah dipermudah dan selesai juga :)
Duh, berasa Lebaran deh bikin kuker2 ini, sampai2 suami bilang "Bunda aroma dapur udah kayak tercium wangi Lebaran." Hihihihiiii... ;)
Tadi siang dapat info dari Bunda Kartina sekaligus ditag foto kukernya yg selamat sampai tujuan.
Komen dari Bunda Kartina:
"Ananda Ricke, kuker nya udah sampai....icippp....Wah subhanallah Alhamdulillah rasa nya nikmat sekali...anak2 bunda pada tag in satu persatu..berebut menikmati kue buatan ananda, trmksih yaa sayanggg....."
Terima kasih juga atas orderannya ya Bunda ^__^
PUDDING BUSA JERUK TUTY FRUITY
Orderan Bu Ano untuk pendamping tumpeng dalam rangka acara Kartinian kemarin.
Bagian bawah menggunakan base sponge cake vanilla tipis. Kemudian diberi jeruk mandarin kalengan di sekeliling sisinya. Lapisan kedua pudding busa jeruk. Dan diberi topping jeruk mandarin kalengan, strawberry dan kiwi, disiram kembali dengan agar-agar+jelly bening.
Rasanya segar manis asam ^_^
Bisa juga diorder dengan varian rasa lain misalnya pudding busa strawberry, dll.
Untuk dijadikan hantaran atau pengganti BDCK juga oke lho. Eneg makan cake ya makan pudding aja ;)
BOLU GULUNG EKONOMIS
Masih berani menaklukan si bolgul alias bolu gulung?? ;)
Sebenarnya bolgul ini pesanan seorang teman, tapi saya share resepnya jadi saya masukkan di album ini saja :)
Bolu gulung ini bisa dibilang versi ekonomis karena telurnya lebih irit dari resep-resep bolgul yg kebanyakan menggunakan kuning telur dalam jumlah yg banyak yg selain bertujuan agar rasanya lebih enak, tekstur lebih lembut juga agar lebih lentur digulung.
Tapi... Bukan berarti kita gak bisa membuat bolu gulung dg telur yg lebih irit lho... ;)
Asal dilakukan dengan baik dan benar, penampilannya gak kalah cantik dengan bolgul yg banyak kuning telur kan? :)
Klo soal tekstur tentu berbeda dg bolgul yg menggunakan banyak kuning telur, tapi soal rasa bisa kita buat tetap enak :)
Saya menggunakan metode mengocok all in one, yaitu semua bahan kecuali mentega cair dikocok jadi satu dengan speed tinggi hingga mengembang, kental dan putih. Baru dimasukkan mentega cair. Selain ekonomis, praktis juga kan? ;)
Mengocok dg metode all in one ini akan membuat tekstur bolu gulungnya lebih berpori halus, jadi tidak terlalu spongy seperti spongecake biasa, walaupun hanya menggunakan telur utuh saja.
Bolu Gulung Ekonomis ala Ordinary Kitchen
by Ricke 'Bunda Nadhifa' Indriani
Bahan:
6 butir telur utuh (gunakan telur yg fresh, putih telur masih kental dan kuning telur masih utuh dan bagus)
90 gram gula pasir halus (gula kastor)
1 sdm cake emulsifier
70 gram terigu protein sedang/all purpose
10 gram maizena
10 gram susu bubuk
1 sdt vanilla essence (saya pakai vanilla susu L'Arome)
125 gram mentega, lelehkan dan dinginkan
Loyang:
1 buah 30x30x4 cm
atau
2 buah 22x22x4 cm
Cara membuat:
1. Siapkan loyang, olesi dasarnya dengan margarin/minyak loyang, alasi dengan kertas roti/baking paper. Oles lagi dengan margarin/minyak loyang. Sisihkan.
2. Ayak terigu, maizena dan susu bubuk dan campur semua bahan jadi satu kecuali mentega cair. Kocok dengan mixer kecepatan tinggi hingga mengembang, kental dan putih (cek kekentalan dg mengangkat mixer, adonan akan jatuh perlahan, tidak encer).
3. Masukkan mentega cair, aduk balik dengan spatula karet hingga merata dan homogen.
4. Tuang ke dalam loyang, ratakan permukaannya. Panggang dalam oven yg sudah dipanaskan 200'C (api besar) sampai matang dan permukaan berkulit kecoklatan dan cukup kering bila disentuh.
5. Keluarkan dari loyang dan dinginkan. Beri filling sesuai selera dan gulung sambil dipadatkan.
Untuk cara membuat motif, cara mendinginkan, dsb ada di step by step bolu gulung yg saya sudah pernah share disini.
Selamat mencoba :)
CUMI ISI MASAK KARE PETE
Ini menu makanku kemarin. Suka banget sama cumi yg dimasak begini. Ibuku sering banget bikin cumi dimasak seperti ini. Jadi ya terinspirasi dari beliau cerita awalnya ^_^
Tapi seperti biasa, klo masak jarang pake resep pasti alias seringnya pake resep cemplang cemplung yg penting tau bumbu dasarnya :D
Tapi soal rasa alhamdulillah juragan di rumah selalu bilang "Alhamdulillah enak Bunda." ;)
Itulah yg paling membahagiakan ^_^
Dulu aku bilangnya cumi yg diisi kayak gini dg sebutan 'cumi gendut' :D, kan cuminya jadi montok karena dikasih isian, qiqiqiqiiii...
Dimakan pakai nasi panas, disiram kuah karenya yg kental, wuuiihhhh... Nikmehhh ^_^
Oya, saya tambahkan pete karena memang ibu saya suka membuatnya dg pete, sebenarnya saya jarang sekali makan pete, paling buat nasi goreng atau sambal goreng kentang/udang saja. Makanya kemarin pas lihat ada pete di warung dan beli agak kaget juga ternyata harga pete lumayan juga yaaa... Saya beli 2500/papan, tapi memang petenya lumayan besar dan panjang sih... Belinya juga cuma 1 papan aja, hihihiiii...
Kok jadi curhat soal pete ya? :D
Yang mau mencoba silahkan ini resepnya... Buat yg gak suka pete silahkan diskip aja :)
Cumi Isi Masak Kare Pete
Bahan:
500 gram cumi ukuran sedang, pisahkan kepalanya dan bersihkan tintanya, kuliti kulit arinya yg berwarna ungu hingga cumi menjadi putih bersih
1 sdm air jeruk nipis
1 papan pete, kupas dan belah 2 biji petenya
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk purut, sobek-sobek
1 batang serai, geprek
2 sdm air asam jawa (dari 2 sdt asam jawa dicampur 2 sdm air, ambil airnya dan buang ampas+bijinya)
500 ml santan kental
1 sdm munjung bubuk kare (curry powder)
1 buah cabai merah, diiris serong (optional saja), atau bisa juga pakai cabai rawit utuh
Garam, merica bubuk, kaldu bubuk dan gula pasir secukupnya (tergantung selera)
Minyak goreng untuk menumis
Bahan isi:
1/2 buah tahu putih, haluskan
1 butir telur, kocok lepas
1 buah wortel, diserut kasar
1 batang daun bawang, diiris halus
1 genggam daun kemangi
Garam dan merica bubuk secukupnya
Bumbu halus:
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
3 cm kunyit, dibakar
2 cm lengkuas
3 butir kemiri, sangrai
1 sdm ketumbar
1 sdt peres jintan
Cara membuat:
1. Lumuri cumi dengan air jeruk nipis, beri sedikit garam dan merica bubuk. Diamkan dalam kulkas minimal 15 menit.
2. Campur semua bahan isi. Ambil satu buah cumi, isikan bahan isi sambil dipadatkan, sematkan dengan lidi/tusuk gigi. Lakukan sampai habis. Kepala cumi tetap dimasak.
3. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk purut, serai hingga harum. Masukkan pete, tumis sebentar. Masukkan air asam jawa. Aduk rata. Masukkan santan dan didihkan.
4. Masukkan cumi (berikut kepalanya). Beri garam, merica bubuk, kaldu bubuk dan gula pasir. Masak hingga bumbu meresap. Masukkan cabe merah. Aduk rata. Angkat. Hidangkan.
Selamat mencoba ^__^
Labels:
Daily Menu
Friday, April 15, 2011
HANTARAN PERNIKAHAN NUN DAN HAMZAH
Ini adalah kue-kue hantaran pernikahan Nun dan Hamzah, beserta romantic white wedding cake yang sudah pernah aku posting sebelumnya disini.
Postingan ini agak telat karena saya baru sempat edit foto-foto kuenya.
(Japanese Cheese Cake in Cups)
(Black Forest Cups)
(Roll Cakes/Bolu Gulung)
(Bread Pudding)
(Parcel Buah)
Hantaran pernikahan ini dibawa oleh rombongan keluarga besan (keluarga Hamzah) untuk diserahkan ke keluarga mempelai wanita (keluarga nenk Nun).
Alhamdulillah dapat sms dari nenk Nun sehari setelah pernikahan katanya kue-kuenya enak-enak semua dan langsung ludes diserbu sama sepupu-sepupunya dan saudara-saudaranya, dia cuma kebagian icip-icip sedikit aja, hihihihiiii...
Doaku selalu untukmu ya nenk. Semoga bahagia selalu lahir dan bathin bersama suamimu tercinta membangun keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Allahumma amiiin...
Postingan ini agak telat karena saya baru sempat edit foto-foto kuenya.
(Japanese Cheese Cake in Cups)
(Black Forest Cups)
(Roll Cakes/Bolu Gulung)
(Bread Pudding)
(Parcel Buah)
Hantaran pernikahan ini dibawa oleh rombongan keluarga besan (keluarga Hamzah) untuk diserahkan ke keluarga mempelai wanita (keluarga nenk Nun).
Alhamdulillah dapat sms dari nenk Nun sehari setelah pernikahan katanya kue-kuenya enak-enak semua dan langsung ludes diserbu sama sepupu-sepupunya dan saudara-saudaranya, dia cuma kebagian icip-icip sedikit aja, hihihihiiii...
Doaku selalu untukmu ya nenk. Semoga bahagia selalu lahir dan bathin bersama suamimu tercinta membangun keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Allahumma amiiin...
BDCK for AAL
BDCK pesanan Mama Aal (jeunk Rita) untuk ultah putra bungsunya yang ganteng yg biasa dipanggil Aal ^__^
Maaf ya Bu, posting fotonya telat. Semakin banyak foto-foto menumpuk belum sempat diedit dan diupload T__T
Biasanya klo pesan cake minta base cakenya orange cake, tapi kali ini minta base cake-nya yang ngeju katanya. Ya sudah aku bikinin base cake-nya classic cheesy cake. Spongecake vanilla yang disiram simple syrup, dioles cheese spread dan white ganache kemudian diberi taburan keju cheddar parut di setiap layernya.
Tapi ternyata menurut jeunk Rita jadi terlalu ngeju, hihihihiiiii... Habisnya request yg ngeju Bu, hehehee... :p
Tapi katanya suaminya suka karena memang suaminya suka banget sama yg ngeju dan dapat pujian juga dari saudara-saudaranya katanya kuenya enak. Alhamdulillah lega.
BDCK-nya pakai edible foto. Keseluruhan cake dicover dengan white ganache, diberi hiasan papan coklat motif honeycomb dari WCC pada keempat sisinya. Diberi border buttercream gradasi kuning dan biru.
Trims atas pesanannya ya Bu. Semoga Aal tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sholeh, senantiasa diberikan kesehatan dan dilindungi Allah SWT. Amiiin...
WADAI BINGKA KENTANG PANDAN KELAPA MUDA
Judulnya panjang amat yaaa... Hihihiiii... Aslinya namanya wadai bingka kentang aja. Karena aku modif jadi rasa pandan dan pakai kelapa muda jadi aja namanya panjang ;)
Kebetulan masih ada sisa kelapa muda di freezer sisa bikin pesanan klappertaart.
Wadai bingka kentang ini adalah kue khas Banjar, Kalimantan. Wadai dalam bahasa banjar artinya kue.
Aslinya berbentuk seperti bunga, karena dicetak dengan cetakan berbentuk bunga, mirip dengan cetakan bolu kemojo dari Riau.
Berhubung saya tidak punya cetakannya, jadi saya menggunakan cetakan martabak manis (terang bulan) jadinya bentuknya ya bulat, hihihihiiiii....
Saya memang suka sekali dengan bingka kentang ini. Yang original tidak menggunakan pandan, jadi warnanya kuning saja. Resepnya hampir sama dengan kue lumpur, serupa tapi tak sama. Saya sendiri lebih suka dengan bingka kentang ketimbang kue lumpur.
Bingka kentang ini teksturnya lebih lembut membelai lidah karena penggunaan terigunya sedikit sekali. Nyaman banar kata urang Banjar :D
Banyak variasi resep, ada yang telurnya banyak tapi santannya sedikit, ada juga yang telurnya sedikit tapi santannya banyak. Versi saya yang menggunakan sedikit santan :)
Karena saya baru pertama kali membuat bingka ini, sempat tanya juga ke Mba Dida, ternyata resepnya juga hampir sama yaitu sedikit santan.
Resep kuno bingka ini menggunakan telur bebek. Tapi pakai telur biasa juga bisa.
Dan yang membuat aromanya khas karena aslinya dibakar menggunakan bara api dari arang kayu.
Beberapa waktu yang lalu Farah Quinn juga sempat meliput soal bingka kentang ini dan juga membuat bingka modifikasinya yaitu bingka kentang tuty fruty. Hadeeehhhh... Tambah kangennnn aja pengen makan kue yang satu ini. Tapi saya waktu itu tidak kepikiran untuk mencatat resep ala chef Farah.
Ya sudah, ini resep wadai bingka kentang ala Bunda Nadhifa. Alhamdulillah nyaman rasanya, suamiku juga doyan banget sampe habis 2 potong pas pulang kantor. Suka apa laper ya? Hihihiiiii... Komentarnya: "Enak banget Bunda, kue apa ini?" ^__^
Wadai Bingka Kentang Pandan Kelapa Muda
by Ricke 'Bunda Nadhifa'
Bahan:
200 gram kentang
Santan kental dari 1 butir kelapa tua, nanti yang diambil hanya sekitar 150 ml saja
2 lembar daun pandan, sobek-sobek
6 kuning telur
3 putih telur
125 gram gula pasir (saya gak suka terlalu manis, silahkan ditambah sesuai selera)
1/4 sdt garam
1/2 sdt vanilli bubuk (saya pakai vanilla susu L'Arome)
1 sdt pasta pandan
50 gram terigu, ayak
50 gram margarin, lelehkan dan dinginkan
Kelapa muda yang diserut panjang secukupnya
Cara membuat:
1. Kukus kentang, haluskan selagi panas hingga benar-benar halus. Taruh di wadah agak besar. Sisihkan.
2. Masak santan dan daun pandan sampai agak berminyak. Matikan api. Takar 150 ml dan dinginkan.
3. Kocok telur, gula pasir dan garam dengan mixer cukup sampai setengah mengembang dan gula larut. Tidak perlu dikocok sampai mengembang dan kental seperti membuat cake/bolu. Masukkan pasta pandan dan vanili bubuk. Kocok rata.
4. Tuang kocokan telur sedikit demi sedikit ke wadah yang berisi kentang sambil dikocok dengan mixer kecepatan rendah sampai rata dan benar2 menyatu. Lakukan hingga kocokan telur habis.
5. Masukkan terigu, kocok rata sebentar.
6. Masukkan santan. Aduk rata.
7. Masukkan margarin cair. Aduk rata.
8. Panaskan cetakan bingka yang telah dioles dengan minyak di atas api kecil (saya menggunakan cetakan martabak diameter dalam 19 cm). Setelah cukup panas, masukkan adonan bingka. Tutup. Biarkan sampai setengah matang. Beri kelapa muda saat atasnya.
9. Pindahkan ke dalam oven dengan menggunakan api atas dan bawah. Panggang hingga matang dan permukaannya menjadi coklat.
10. Keluarkan dari oven dan keluarkan dari cetakan (saya menggunakan bantuan spatula besi untuk mengangkat dari cetakan soalnya cetakan martabaknya berat mau dibaliknya, hehee...)
11. Sajikan. Hangat lebih nikmat.
Tips:
- Agar saat mencampur kentang dan kocokan telur adonan bisa merata, tuang kocokan telur ke kentang sedikit demi sedikit sambil dikocok perlahan. Bukan memasukkan kentang ke dalam kocokan telur, akan susah rata dan hasilnya tidak homogen.
- Klo mau yg versi kecil, bingka ini juga bisa dipanggang menggunakan cetakan kue lumpur.
Untuk yang belum tau bentuk asli bingka kentang khas banjar, silahkan tanya Mbah Google aja ya, hehehee...
Selamat mencoba :)
EMPEK EMPEK (PEMPEK) PALEMBANG
Alhamdulillah akhirnya bisa posting resep pempek. Saya cocok dengan resep ini karena empek-empeknya cukup lembut dalamnya, tidak terlalu kenyal atau keras. Sudah cukup lama saya pakai resep ini.
Kebetulan dulu waktu masih sekolah suka bantuin tetangga yang orang Palembang bikin empek-empek walau dulu mana kepikiran mau bikin empek-empek sendiri. Bantuin karena ada maunya, soalnya pulangnya pasti dikasih 'upah' beberapa biji empek-empek, wkwkwkwkkkk... Segitu aja udah seneng bangettt, xixixixiiiiii....
Resep ini awalnya dulu saya lihat sempat beredar di milis NCC, tapi bahannya saya modifikasi sesuai kebutuhan dan selera. Saya tidak pakai tepung tangmien, karena ingat dulu tetangga saya yang orang Palembang hanya membuat bahan biangnya dari terigu. Juga dari cara pembuatannya sudah saya sesuaikan dg pengetahuan saya. Alhamdulillah hasilnya memuaskan, kenyal lembut di dalam tapi garing diluar.
Ini dia resepnya…
Pempek Palembang
by Ricke Indriani
Bahan A:
50 gram terigu
200 ml air
2 sdm garam
2 sdt gula pasir
4 siung bawang putih, haluskan
2 sdm minyak goreng
Bahan B:
1 kg daging ikan tenggiri (berat bersih dagingnya saja/fillet), haluskan ~ lebih bagus setelah dihaluskan daging ikannya dibekukan di freezer dahulu, ketika akan dipakai baru dithawing di suhu ruang
200 ml air
2 butir telur, kocok lepas ~ optional jika menginkan pempek yang teksturnya lebih lembut dalamnya
Bahan C:
1 kg tepung sagu tani ~ biasanya tidak akan terpakai semuanya, kadang hanya 700-800 gram saja yang terpakai. Penambahan tepung sagunya bertahap sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dg tangan sampai dirasa sudah cukup dan bisa dibentuk.
Air yang banyak untuk merebus pempek
Minyak untuk menggoreng
Telur untuk isian pempek kapal selam
Pelengkap:
Cuko pempek (kuah pempek) ~ resepnya di bawah ya
Timun, potong kotak kecil-kecil
Ebi yang dihaluskan
Mie kuning atau sohun
Sambal rawit klo mau lebih pedas
Cara membuat:
1. Bahan A: Campur terigu, air, garam, gula pasir dan bawang putih halus. Aduk rata. Masak di atas api kecil sambil diaduk-aduk hingga mengental. Angkat. Masukkan minyak goreng, aduk rata dan dinginkan. Simpan di lemari es/kulkas sekitar 30 menit. Sisihkan.
2. Keluarkan ikan tenggiri yang sudah dihaluskan dari freezer, biarkan mencair dan dagingnya lemas kembali. Dalam keadaan masih dingin, campurkan air dan telur. Aduk rata dengan tangan hingga homogen.
3. Keluarkan bahan A dari kulkas, campurkan dengan bahan B, aduk dengan tangan hingga rata.
4. Masukkan bahan C (sagu tani) sebagian dulu, kemudian aduk dengan tangan (ujung jari) asal rata saja, jangan diuleni terlalu lama. Tambahkan lagi sebagian, aduk lagi dengan ujung jari asal rata. Hentikan penambahan sagu jika dirasa adonan sudah cukup dan bisa dipulung.
5. Adonan siap dibentuk sesuai selera (kapal selam, lenjer, bulat, dll).
6. Rebus pempek yang sudah dibentuk dalam air mendidih yang diberi sedikit minyak goreng (agar tidak lengket satu sama lain) hingga pempek mengambang. Angkat dan tiriskan . Dinginkan. Pempek siap digoreng.
Pempek kapal selam:
1. Pecahkan 1 butir telur ke cangkir kecil, bila perlu buang putih telurnya sedikit agar isian pempek tidak terlalu penuh sehingga mempersulit dan membuat cepat bocor. Tergantung ukuran telurnya juga. Telur tidak perlu dikocok. Sisihkan.
2. Lumuri kedua telapak tangan dengan sagu. Ambil adonan pempek, sekitar 150 gram atau sesuai selera besarnya. Bulatkan dengan telapak tangan. Tekan tengahnya dengan jari, kemudian perlahan buat lubang hingga berbentuk seperti kantung. Bagian bawah harus lebih tebal dari bagian atas agar adonan tidak bocor saat diisi. Pipihkan pinggiran bibir mangkuk adonan. Setelah lubang dirasa cukup, tuang perlahan telur dari cangkirnya. Jangan terlalu penuh, sisakan space untuk merekatkan.
3. Rekatkan bibir adonan dengan cara dijepit-jepit dengan jari sampai benar-benar menyatu. Cemplungkan ke dalam air mendidih perlahan-lahan jangan dibanting! Masak hingga mengapung. Angkat dan tiriskan.
Cuko pempek (kuah pempek):
Nah ini nih yg susah, karena saya bikinnya gak pernah pakai takaran, jadi pakai feeling so strong aja, heheheheee…. Maaf ya ^__^
Yang pasti klo mau cukonya pekat, gunakan gula aren asli yang berwarna pekat. Soal kekentalan tergantung selera saja, klo saya suka cuko yang kental :)
Bahannya:
Gula aren yang berwarna pekat (saya pakai gula aren bubuk)
Asam jawa
Cuka makan (optional)
Air
Bawang putih, haluskan
Ebi sangrai, haluskan
Cabai rawit hijau dan merah (klo mau pedas pakai yang merah), haluskan
Tongcai (saya jarang pakai karena keseringan gak ada di rumah, tapi ini salah satu kunci membuat cuko pempek yg enak)
Garam
Caranya:
Rebus air, gula aren, asam jawa sampai gula larut. Angkat dan saring. Buang ampasnya.
Masukkan bawang putih dan garam. Rebus kembali hingga mendidih. Masukkan ebi, tongcai dan cabai rawit. Masak sebentar. Cicipi. Siap dipakai.
Sajikan pempek bersama pelengkapnya.
Selamat mencoba. Semoga cocok dengan selera :)
Note:
Jumlah sagu yang ditambahkan akan sangat berpengaruh kepada hasil akhir pempek. Semakin banyak sagu yang ditambahkan pempek akan semakin kenyal dan agak keras.
Bila menggunakan ikan gabus, hasilnya akan lebih lembut dibanding menggunakan tenggiri.
Bila menggunakan ikan lain pilih yang dagingnya berwarna putih dan tidak gelap agar hasil pempeknya tidak berwarna kusam atau gelap.
Labels:
Daily Menu
SOTO UDANG
Ini adalah soto yang aku buat beberapa hari kemarin. Kebetulan di freezer masih ada udang yang sudah aku buang kepalanya dan dicuci bersih.
Cuaca lagi hujan terus, enaknya makan yang berkuah anget-anget. Akhirnya bikinlah soto udang ini :)
Resepnya saya adaptasi dari resep soto medan yang ada di Tabloid Saji, tapi sudah saya modifikasi baik bumbu maupun bahan-bahannya.
Soto Udang
by Ricke 'Bunda Nadhifa'
Bahan:
500 gram udang ukuran sedang/besar (berat ini saya dapatkan dari udang tanpa kepala ya...), mau lebih banyak juga lebih mantap ^_^
1500 ml air
500 ml santan kental (saya bikin pakai 400 ml Kara+100 ml air)
1 1/2 sdm garam (atau sesuai selera)
2 sdt kaldu bubuk
2 sdt gula pasir
1 sdt merica bubuk
3 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
2 batang serai, memarkan
3 cm lengkuas, memarkan
Minyak goreng untuk menumis
Bumbu halus:
10 butir bawang merah
6 siung bawang putih
1 sdm ketumbar
3 cm kunyit, bakar
2 cm jahe
1 sdm ebi
Pelengkap:
Tauge, siangi dan rendam air panas sebentar saja
Daun bawang dan seledri, iris tipis
Tomat merah, belah atau potong-potong
Telur rebus, masingmasing belah 4 bagian
Kentang, digoreng, dipotong-potong
Emping goreng
Bawang goreng
Jeruk nipis
Sambal merah
*Sesuaikan saja sesuai selera dan bahan yang ada ya :)
Cara membuat:
1. Cuci bersih udang, buang kepalanya, kerat punggungnya dan buang kotorannya.
2. Didihkan air. Masukkan santan kental. Kecilkan api.
3. Tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk, serai dan lengkuas hingga harum. Masukkan udang, aduk hingga berubah warna. Masukkan ke dalam rebusan santan. Aduk-aduk hingga mendidih.
4. Beri garam, kaldu bubuk, gula pasir dan merica bubuk. Aduk rata dan cicipi.
5. Sajikan soto bersama bahan pelengkapnya.
Selamat mencoba ^__^
Note: Jumlah bumbu silahkan disesuaikan dengan selera ya. Jangan lupa cicipi dulu setelah dibumbui.
Klo mau ganti udang dengan ayam atau daging juga nikmeh ;)
Labels:
Daily Menu
Tuesday, April 12, 2011
TIRAMISU BDCK FOR REGAN
Ini birthday cake yang tempo hari dipesan oleh Ibu Titik untuk ultah putra tercintanya Regan yang ke-7.
Pesannya tiramisu dengan edible photo dengan ukuran cake 30x30 cm.
3 layer vanilla spongecake yang lembut disiram simple syrup dan coffee syrup.
3 layer tiramisu mousse with mascarpone cheese yang lembut membelai lidah. No rhum/kahlua/marsalla/any alcohol added.
Tiap layernya juga diberi dark chocolate parut.
Dekornya pake coklat dan strawberry, border pake buttercream gradasi 2 warna putih dan coklat.
Dan walaupun hampir full dekor atasnya, teuteup ada dusting coklat bubuknya biar kelihatan klo ini adalah tiramisu, hihiihihiii....
Alhamdulillah Regannya senang sekali dan Ibu Titik juga puas sekali dengan kuenya ^_^
Beberapa komentar Bu Titik melalui sms:
"Bagus sekali kue ultahnya Regan. Regan senang banget. Saya makasih banyak, enak bangeeettt kue ultahnya."
Alhamdulillah, lega dan ikut senang mendengarnya. Selamat ulang tahun untuk Regan. Semoga tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sholeh, berbakti kepada kedua orang tua dan selalu diberikan kesehatan. Amiiiiin...
Terima kasih juga untuk jeunk Rita yang udah bantuin aku anterin kuenya ^_^
Dan terima kasih juga untuk Mba Ina buat edible photonya walau kemarin sempat dibikin rusuh sama aku, heuheuheuuu... :p
KLAPPERTAART TALAS BENENG FOR BKPD
Ketemu lagi satu foto yg sudah sangat telat diposting *__*
Tapi alhamdulillah ketemu ^__^
Ini adalah klappertaart special talas beneng. Seperti yang sudah pernah sering saya bahas sebelumnya. Talas beneng adalah talas 'raksasa' dari Banten yang ukuran umbinya bisa mencapai 1-2 meter, gak percaya? Kapan-kapan saya posting foto talasnya ya ;)
Talas beneng ini berasal dari desa Juhut kabupaten Pandeglang. Beneng sendiri adalah singkatan 'besar koneng' alias besar dan kuning, karena umbinya memang berwarna kuning mirip seperti kentang.
Klappertaart ini dipesan oleh Bu Eneng, kepala BKPD (Badan Ketahanan Pangan Daerah) Banten untuk sebuah acara yang dihadiri oleh Bapak Wakil Menteri Pertanian RI. Dulu juga burbernis (bubur beneng manis) sempat dicicip oleh Pak Wamentan RI.
Pesanan dalam ukuran personal cup sebanyak 50 cups.
Saya mengolah klappertaart ini menggunakan umbi talas beneng (bukan tepung talas beneng). Umbinya saya beri perlakuan khusus untuk mengurangi kadar asam oksalat yang memang terkandung dalam umbi talas-talasan. Juga untuk memperbaiki rasa (menghilangkan aftertaste di lidah) dan aroma (aroma khas talas beneng lebih menyengat dibanding talas jenis lain).
Alhamdulillah bisa ada sedikit sumbangsih untuk memperkenalkan olahan pangan dari bahan lokal khususnya dari Banten ^__^
Labels:
Jualan,
Klappertaart
Monday, April 11, 2011
LBT#4: ROLLED COOKIES (GREEN TEA PEANUT COOKIES)

Bismillahirrohmanirrohiim...
Sempatkan dulu upload setoran PR LBT#4 yg bertema Rolled Cookies dg ibu host yang manis Mba Dida Rachmadiah, heheee...
Saya membuat cookies yang cukup simple baik resep maupun pengerjaannya. Yang penting cookiesnya uenakkkk... ;)
Cookies ini adonannya termasuk ke dalam jenis 'shortbread cookies'.
Tadinya saya cuma pengen bikin pure green tea cookies saja, tapi berhubung suami request kue kacang kesukaannya ya sudah saya padukan kacang dan green tea deh, yang belum pernah saya lakukan sebelumnya ^__^
Kue kacang bikinan almarhumah ibu mertua saya sangat enak, itulah kenapa suami saya suka sekali kue kacang yang selalu hadir tiap Lebaran. Hikzzz.... Jadi kangen sama almarhumah ibu mertua *__*
Back to the cookies, kenapa saya bilang simple, karena pembuatannya tidak memerlukan mixer, hanya aduk2 saja dan agar hasilnya renyah saya membuat cookies ini tanpa telur :)
Alhamdulillah semuanya menggunakan stok bahan yg memang ada di rumah (masih punya sekilo kacang tanah kupas).
Resep ini dulu saya dapat dari kenalan saya orang Manado yg bakulan kue juga, tapi sekarang sudah pensiun karena usia. Tapi sudah saya modifikasi sana sini sesuai selera dan hasil yang saya inginkan.
Aslinya kue ini atasnya dipoles kuning telur dan ditabur kembali dg kacang tanah sangrai yang dicincang kasar (dan tidak pakai green tea tentunya).
Tapi saya sedang malas poles memoles jadi hanya saya beri almond slice saja atasnya dg sedikit ditekan agar melekat pada cookiesnya.
Hasilnya? Enak bangetttt... Trust me! ^__*
Alhamdulillah semuanya suka dan cepat ludes ;)
Aromanya green tea, tapi rasanya kacang, hehehee...
Saya pakai green tea bubuk (matcha powder) sebanyak 2 sdm peres, klo mau lebih nendang green tea-nya bisa menggunakan 2 sdm munjung ya...
Ini dia resepnya...

(Tekstur dalamnya, renyah dan lumer di mulut)

(The ingredients)
Green Tea Peanut Cookies
by Ricke 'Bunda Nadhifa' Indriani
Bahan:
300 gram kacang tanah tanpa kulit, sangrai, haluskan (saya menggunakan blender dry mill yg kecil)
1 sdt garam
400 gram terigu protein sedang/all purpose flour, ayak
1 sdt vanilla powder (saya pakai vanilla susu L'Arome) ~ Optional
150 gram gula halus, ayak (bila mau lebih manis pakai 200 gram, kebetulan saya kurang suka yang terlalu manis)
2 sdm peres green tea bubuk (matcha powder)
250 gram minyak goreng (ditimbang yaaa...)
Almond slice untuk taburan ~ Optional

(Haluskan kacang tanah sangrai, saya dengan blender dry mill ini)

(Hasil akhir adonan, masuk kulkas dulu)

(Gilas dan cetak sesuai selera)

(Tata dalam loyang)

(Setelah matang, dinginkan di atas rak kawat)
Cara membuat:
1. Campur terigu, garam, gula halus, kacang tanah halus, vanilla powder, dan green tea bubuk. Aduk hingga merata.
2. Masukkan minyak goreng. Aduk dengan sendok kayu sampai merata dan menyatu bahan kering dan bahan basahnya.
3. Tutup wadah dg plasik wrap atau serbet bersih. Simpan dalam kulkas/chiller selama 30 menit - 1 jam agar adonan lebih mudah dibentuk. (adonan cookies ini agak lembek).
4. Taburi meja kerja dengan terigu (saya dialasi dulu dg kertas roti baru ditaburi terigu), gilas tipis adonan. Cetak dengan cookies cutter sesuai selera. Tata dalam loyang tipis (tidak perlu dioles apa-apa karena adonan sudah cukup berminyak), beri jarak satu sama lain. Tata almond slice sambil agak ditekan agar melekat dengan baik.
5. Panggang dg suhu 140-150'C sampai matang kurang lebih 25 menit. Keluarkan dari oven, biarkan sebentar tetap dalam loyang. Lepaskan dari loyang dg perlahan, pindahkan ke atas rak kawat dan dinginkan. Simpan dalam wadah tertutup kedap udara.
Enjoy ^__^
Salam LBT!
Note: Cookies ini sangat renyah dan empuk, bila ingin cookies yang lebih kokoh bisa ditambahkan terigunya sesuai keperluan.
Labels:
Cookies,
Let's Baking Together (LBT)
KLAPPERTAART FOR JIHAN'S WEDDING

Nah, klo yang ini sebagian dari klappertaart yang dibuat khusus untuk acara pernikahannya nenk Jihan. Klappertaart original ntuk suguhan tamu VIP dari keluarga besan dan keluarga Jihan. Semoga menjadi keluarga skinah mawaddah warohmah dan dikaruniai keturunan yg sholeh dan sholehah. Amiiinnnn...
Labels:
Jualan,
Klappertaart
KLAPPERTAART IN CUPS FOR JIHAN

Postingan telat bahkan udah basi dan hampir aja lupa klo ada foto ini, huwwaaaaa.... Ini orderan klappy original dari nenk Jihan yang doyan banget sama klappy. Bahkan pesan juga untuk acara pernikahannya kemarin. Sekarang nenk Jihannya sudah tinggal di Bogor ikut suaminya tercinta.
Labels:
Jualan,
Klappertaart








































